Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 79


__ADS_3

Mendengar mereka sudah bertemu dengan Adel dia langsung menancap gas dan berangkat ke alamat itu.


"Adel!" ucap Alan dari mobil melihat Adel berdiri di tengah-tengah anggota nya.


Adel melihat Alan langsung takut dia mau kabur namun di kejar oleh Alan.


"Adel jangan bodoh! Kamu masuk ke dalam mobil." ucap Alan.


"Lepaskan aku! Aku tidak mau pulang, aku tidak mau ." ucap Adel sambil menangis.


"Jangan membuat saya marah Adel, pulang sekarang." ucap Alan menggendong Adel ke dalam mobil nya.


Sepanjang perjalanan Adel menangis, meringkuk karena kedinginan di belakang. Alan yang sedang membawa mobil melihat Adel kedinginan dia mencari kain untuk Adel.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.


"Turun." ucap Alan membuka pintu belakang. Adel menggeleng kan kepala nya.


"Turun saya bilang!" ucap Alan. Adel turun dari mobil. Alan mau membantu nya berjalan ke dalam rumah namun Adel langsung menghindar.


Adel dan Alan sudah berganti pakaian. "Minum." Alan memberikan teh hangat. Adel mengambil nya namun tidak meminum nya.


Alan menghela nafas, dia duduk di samping Adel yang terus menunduk kan kepala nya.


"Apa yang sudah kamu lakukan?" tanya Alan.


"Kamu membuat seharian semua orang sibuk, semua orang kelelahan mencari kamu." ucap Alan.


"Untuk apa kakak mencari ku? Aku tidak ingin kembali ke sini, aku tidak ingin tinggal di sini." ucap Adel.


"Kamu istri saya, kamu tanggung jawab saya, Wajar saja jika saya mencari kamu." ucap Adel.


"Setelah semua perbuatan kakak kepada ku, kakak masih mengakui aku istri Kakak?" ucap Adel.


"Aku tidak pernah merasa aku di anggap sebagai istri kakak, aku hanya anak kecil yang tidak tau apa-apa." ucap Adel.


Alan diam. "Aku mau kita berpisah kak." ucap Adel.


"Tidak!" ucap Alan.


"Aku mau kita berpisah, kakak juga harus menikah dengan kak Mutiara." ucap Adel.


"Saya tidak bisa bercerai dengan kamu." ucap Alan.


"Kenapa? Apa karena kakak memikirkan reputasi kakak dan keluarga kakak? Apa karena kakak takut warisan atau pekerjaan kakak?" tanya Adel.


"Jangan membuat saya emosi Adel! Saya bilang tidak tau tidak." ucap Alan.


"Tapi aku tetap ingin bercerai kak." ucap Adel. Alan tidak menjawab.


"Ini sudah malam waktu nya tidur." ucap Alan. Adel Langsung berdiri.

__ADS_1


"Aku akan tidur di kamar yang lain." ucap Adel.


Alan menarik tangan Adel mendorong nya ke kasur.


"Saya lelah Adel, saya pusing. Jangan membuat saya semakin marah." ucap Alan sambil naik ke kasur.


Adel berontak tidak mau di sentuh oleh Alan namun kekuatan Alan memeluk nya cukup kuat mengunci Adel di pelukan nya.


Adel percuma berontak akhirnya dia pasrah.


Baru saja tidur Alan terbangun karena mendengar Adel menangis.


"Adel... Adel.." Panggil nya membangun kan Adel namun tangisan nya semakin kuat.


"Sudah-sudah jangan nangis, saya di sini." ucap Radit menenangkan Istri nya.


Perlahan suhu badan Adel mulai panas, Alan panik dia membangun kan Adel yang sudah sangat lemas sekali.


Karena tidak kunjung membaik dia memanggil dokter. Setelah selesai di periksa Alan Mengompres badan Adel.


Dia melihat biru-biru di badan Adel. Dan dia ingat jelas kalau itu adalah perbuatan nya tadi malam.


"Maafkan saya Adel, saya tidak tau apa yang sedang ada pada saya. Saya sangat emosi ketika kamu mau meninggalkan saya." ucap Alan.


Keesokan harinya... Alan bangun terlebih dahulu dia melihat di samping nya Adel masih tidur.


Hari ini dia memiliki pekerjaan yang sangat penting, namun dia tidak bisa meninggalkan Adel sendirian di rumah.


Saat Alan pergi bekerja namun tiba-tiba Mutiara datang ke rumah Adel.


Dia memaksa Adel untuk meninggalkan Alan.


Mutiara juga melakukan hal yang kasar kepada Adel karena Adel tidak menolak Alan membawa nya kembali.


Sementara di kantor Alan baru saja istirahat tiba-tiba orang tua nya menelpon.


Mereka meminta Radit dan istri nya datang ke rumah nya besok.


Di sore hari nya Alan Langsung pulang ke rumah.


"Bagaimana keadaan Adel?" tanya Alan.


"Belum keluar dari kamar sama sekali Tuan."


"Apa dia tidak makan?" tanya Radit melihat makanan yang dia pesan tidak di sentuh sama sekali.


"Oh iya tuan, tadi Non Mutiara datang." ucap bodyguard.


"Ngapain?"


"Saya tidak tau jelas Tuan, namun kelihatannya Non Mutiara melakukan sesuatu kepada Non Adel. Saya mendengar suara ribut dari kamar." ucap bodyguard.

__ADS_1


Alan kaget, Alan masuk ke kamar dia melihat Adel masih terkulai lemas.


"Adel.." ucap Alan memeriksa suhu badan Adel.


Masih sangat panas dan Adel sama sekali tidak sadar.


Alan memanggil dokter lagi.


Adel di infus dia menatap wajah Adel yang sangat kasihan.


Dua hari Adel sakit Alan sama sekali tidak meninggalkan nya.


Alan tidak bisa menghadiri permintaan orang tua nya, dia harus menjaga Adel.


Ketiga hari Adel sudah mulai baikan, dia juga sudah mulai mau makan.


Namun Adel sama sekali tidak berbicara kepada Alan. Dia bahkan tidak berani menatap wajah Alan.


"Aku sudah berbaring di tempat tidur empat hari, badan ku terasa sakit semua." ucap Adel. Dia duduk di taman belakang menikmati angin di sore hari. Adel sudah sembuh dari sakit nya. Badan nya sudah lebih enakan.


Alan baru saja pulang bekerja di malam hari dia tidak melihat Adel di tempat tidur.


"Kemana dia?" Alan sudah sangat trauma.. Ketika tidak melihat Adel di kamar dia langsung panik.


Mencari ke kamar mandi, dapur dan ruang tamu Sama sekali tidak ada.


"Royy..." panggil Alan.


"Iyah Tuan."


"Di mana Adel? Kenapa kalian tidak menjaga nya dengan baik?" tanya Alan marah.


"Nok Adel ada di taman belakang Tuan."


Seketika Alan terdiam, dia langsung marah tampa memeriksa.


Dia berjalan ke taman belakang dia melihat Adel duduk di kursi termenung.


"Sudah mau magrib masuk lah ke dalam." ucap Alan. Adel menoleh ke arah Alan. Dia berdiri berjalan melewati Alan tidak mengatakan apapun.


Alan mengikuti nya. "Kamu sudah sehat? Apa masih ada yang sakit?" tanya Radit.


Adel menggeleng kan kepala nya. "Terimakasih sudah merawat ku." ucap Adel.


Alan mau berbicara namun handphone nya berbunyi dari orang tua nya.


"Iyah halo Mah."


Tidak beberapa lama akhirnya selesai berbicara.


"Apa kamu sudah bisa datang ke rumah orang tua saya?" tanya Alan. Adel mengangguk.

__ADS_1


"Kak Mutiara pasti sudah menceritakan hubungan kakak dengan nya. Aku rasa tidak ada perdebatan nanti nya." ucap Adel.


__ADS_2