Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 8


__ADS_3

"Alan..." Bu Yani mengetuk pintu kamar nya. "Iyah mah." jawab Alan.


"Kamu sudah siap belum? kalau sudah ayo turun." ucap mamah nya. Alan membuka pintu.


"Udah kok mah." jawab Alan.


Bu Yani melihat penampilan Alan.


"Ya ampun anak mamah tampan dan gagah sekali." ucap Bu Yani sambil merapikan dasi Alan.


Setelah itu mereka keluar dan melihat sudah ramai di luar.


"Mah aku ke toilet dulu yah." ucap Alan.


"Ngapain? Acara nya sudah mau di mulai, penghulunya sudah menunggu dari tadi." ucap Bu Yani.


"Sebentar saja mah, aku sudah kebelet." ucap Alan.


"Tahan saja sebentar. Ayo Duduk di depan penghulu." ucap Mamah nya.


Alan akhirnya duduk di sana. Dia tidak berhasil keluar untuk memeriksa ponsel nya.


"Maafin aku mutiara, aku melakukan ini bukan berarti aku tidak mencintai kamu lagi, aku minta maaf. Asal kamu tau aku akan terus mencintai kamu." batin Alan.


Pengantin perempuan nya pun keluar.


"Cantik sekali." ucap semua orang. Alan melihat ke arah Adel.


"Apakah itu benar dia? Kenapa dia sangat mirip dengan mutiara?" batin Alan. Adel duduk di samping Alan.


"Semua nya sudah pada Hadir, acara Akan kita langsung kan." ucap Penghulu.


Air mata Adel keluar lagi Tampa sepengetahuan orang-orang, dia tidak ke mau melihat siapa pun yang datang ke acara pernikahan yang tidak di inginkan oleh nya itu.


Acara pengucapan ijab-kabul di mulai. Pertama Alan salah mungkin karena gugup. Kedua kalinya dia dengan benar mengucapkan Nama Adeline.


Setelah sah Adel harus bertukar cincin. Dan bersalaman.


Waktu nya untuk mencium kening Adel. Alan sedikit kaku.


Namun dia harus melakukan itu. Semua keluarga menyaksikan itu semua.


Setelah acara selesai sekarang hanya penyambutan tamu.


Adel tidak mengatakan apapun dia hanya menunduk kan kepala nya. Sementara Alan Sibuk dengan teman-teman nya yang lain.

__ADS_1


Adel di samperin oleh teman nya yang sangat dekat kepada nya.


"Kamu kenapa tidak mengabari aku kalau kamu mau menikah?" tanya Yoga. Adel terkejut melihat ada teman nya di sana.


"Yoga kenapa kamu bisa di sini? kamu sama siapa? Siapa yang ngasih tau kamu tentang hal ini?" tanya Adel.


"Kamu tenang saja, hanya aku kok yang tau." ucap Yoga. Adel menghela nafas panjang.


"Huff bagus deh. Kamu kenapa bisa sampai di sini?" tanya Adel.


"Jawab pertanyaan ku dulu, kenapa kamu tidak memberi tahu aku kalau kamu menikah? Dan pria yang sudah menikah dengan kamu itu siapa?" tanya yoga.


"Panjang ceritanya Yoga, aku hanya minta jangan sampai ada yang tau tentang ini, aku mohon sama kamu yoga." ucap Adel.


"Kamu bisa mempercayainya aku." ucap Yoga. Adel menunduk kan kepala nya..Yoga memeluk nya.


"Aku tau ini pasti sangat berat kamu hadapi, tapi aku yakin kalau Adel yang aku kenal orang yang kuat.' ucap Yoga.


"Siapa kamu? Segera turun dari sini!" ucap Alan yang baru saja datang dan duduk di samping Adel.


"Kalau begitu aku pergi dulu yah." ucap Yoga, dia pergi meninggalkan Adel yang menahan semua nya sendiri.


"Kamu berhenti lah menangis! Jangan membuat saya malu, yang menginginkan kita menikah adalah orang tua kamu." ucap Alan. Adel menghapus air mata nya.


"Maafin aku kak." ucap Adel.


Setelah acara lempar bunga selesai mereka di bolehkah langsung pulang mengendarai mobil pengantin.


"Bunda, Ayah.. Kami pulang dulu yah." ucap Adel.


Bunda dan Ayah nya hanya tersenyum saja.


Adel memeluk mereka, namun Adel tau mereka pasti tidak ikhlas untuk memeluk dirinya.


"Kamu jaga baik-baik istri kamu! jangan di Buat menangis atau pun sedih!" ucap Bunda Yani.


masih banyak kata-kata dari kerabat nya. Begitu juga dengan kerabat Adel.


Setelah itu mereka bergandengan dan pergi ke hotel yang sudah di sediakan sebelum nya khusus untuk mereka.


"Kamu jangan berharap kalau saya senang dengan pernikahan ini!" ucap Alan. Adel hanya diam.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di hotel, Alan mengantarkan Adel ke kamar hotel.


"Saya akan pergi, kamu tidur lah di sini, kalau ada yang bertanya saya, bilang kalau saya kelelahan dan ketiduran." ucap Alan.

__ADS_1


"Kakak mau kemana?" tanya Adel.


"Kamu tidak perlu tau!" ucap Alan.


"Tapi kak, ini adalah malam pertama kita menjadi pasangan suami istri, tidak boleh pengantin baru keluar, saya takut akan berbahaya." ucap Adel.


"Saya tidak percaya dengan hal seperti itu!" ucap Alan menepis tangan Adel langsung pergi.


Adel diam. Dia tidak bisa menahan suami nya agar tidak pergi.


"Sudah lah mungkin dia tidak perduli dengan dirinya sendiri. Aku juga jauh lebih baik kalau dia tidak ada di sini." ucap Adel.


Menutup pintu menata barang-barang, membersihkan badan di kamar mandi dan setelah itu keluar.


"Hotel ini begitu mewah sekali. Sangat nyaman dan sangat Wangi sekali." ucap Adel membaringkan tubuhnya di kasur.


"Semoga saja malam ini aku bisa istirahat dengan tenang, semua nya sudah selesai. Tidak ada yang bisa aku pungkiri. Semua sudah terjadi, aku sudah menjadi istri orang lain." batin Adel.


Dia berusaha untuk tidur namun tidak bisa.


"Kira-kira Kak Alan kemana yah? kalau tiba-tiba tengah malam dia pulang bagaimana?" ucap Adel.


Karena tidak bisa tidur dia menelpon Yoga.


"Akhirnya kami menelpon aku juga Adel." ucap Yoga.


"Maafin aku baru menelpon kamu, aku tidak bisa tidur." ucap Adel.


"Suami kamu kemana? Dia akan marah kalau tau kamu menelpon aku." ucap yoga.


"Dia lagi pergi keluar." ucap Adel.


Cukup lama mereka berbincang-bincang, Adel menceritakan semua nya kepada yoga. Perasaan nya sedikit plong karena selama ini dia menyimpan semua nya sendiri.


Sampai dia ketiduran, Yoga tidak mematikan sambungan telepon mereka.


Sementara di tempat lain Alan sedang minum-minum dengan teman nya.


"Bro jangan minum terlalu banyak, kau tidak akan bisa pulang." ucap teman nya..Alan tidak perduli wajah nya terlihat sangat prustasi dia menghabis kan minuman sangat banyak sekali..


"aku tidak mencintai istri ku, untuk apa aku pulang? Sebaik nya aku minta di temani tidur oleh wanita-wanita cantik ini." ucap Alan.


Perempuan yang duduk di samping nya tersenyum.


"Sangat Malang nasib Adel yang harus bertemu Pria seperti mu." ucap teman nya.

__ADS_1


Mereka semua sudah tau Adel, begitu juga dengan Adel sudah tau mereka karena Bu Yani mengenal kan mereka.


"Adel baik, dia lembut, ramah dan sangat cantik.. Namun Alan hanya memilih Mutiara yang tidak menghargai dia, pergi begitu saja meninggalkan Alan Tampa kabar sama sekali." ucap teman nya lagi.


__ADS_2