
Alan menyalim tangan kedua orang tua nya.
"Huff akhirnya aku bisa menghirup udara di luar ruangan seperti ini, rasanya begitu sangat lega, segar dan juga Enak." ucap Alan.
Tiga hari di temanggung tidur membuat badan ku pegal-pegal." ucap Alan. Dia masuk ke dalam mobil memanaskan nya.
Alan meninggalkan rumah nya dia pergi ke perusahaan nya. Sampai di sana dia di sambut oleh karyawan nya dengan baik.
Saat sedang fokus bekerja Riska datang.
"Sayang kamu gimana kabar nya? Apa kamu sudah sehat?" tanya Riska langsung memeluk Alan.
Alan tersenyum dia membalas pelukan Riska.
"Aku sudah sehat kok," ucap Alan.
"Humm bagus deh sayang, aku sangat merindukan kamu." ucap Riska mencium pipi Alan.
"Kamu kenapa bisa tau aku sudah di kantor?" tanya Alan.
"Kamu lupa? Kamu yang ngabarin aku " ucap Riska. Alan terdiam sejenak. Dia mencoba mengingat lagi dan ternyata benar dia yang meminta Riska datang.
"Oh iya aku datang ke sini bawain banyak makanan dan buah-buahan untuk kamu." ucap Riska.
"Terimakasih sayang, tapi lain kali jangan repot-repot seperti ini. Kamu datang saja ke sini sudah membuat aku senang." ucap Alan.
"Gak apa-apa kok, selama kamu sakit aku tidak pernah melihat kamu, aku sangat merasa bersalah maafin aku yah." ucap Riska.
"Iyah sayang." ucap Alan. "Ya udah aku kupas ini dulu yah, kamu lanjut saja kerja." ucap Riska.
Alan melihat Riska mengupas buah pir.
Dia tiba-tiba teringat Adel yang mengupas buah pir dan menyuapi dia tiba-tiba dia tersenyum sendiri mengingat wajah Adel yang membujuk nya makan buah itu.
"Kok kamu senyum-senyum gitu sih?" tanya Riska. "Enggak.. Gak apa-apa kok." ucap Alan.
"Nih." Riska memberikan buah yang sudah bersih kepada Alan.
"Terimakasih." ucap Alan. Riska tersenyum.
Sudah waktunya pulang sekolah...
"Adel kamu kemana setelah pulang sekolah? Mau ikut dengan ku nongkrong bersama teman-teman yang lain?" Tanya Yoga.
"Aku gak bisa Ga." ucap Adel. "Emang suami kamu belum sembuh?" tanya Yoga sedikit lesu karena Adel langsung menolak ajakan nya.
__ADS_1
"Iyah." ucap Adel.
"Oohh ya udah kalau begitu kamu mau aku kirim kan makanan?" tanya Yoga.
Adel menggeleng kan kepala nya. "Tidak perlu Ga, aku gak enak selalu merepotkan kamu." ucap Adel.
"Kamu serius gak mau?" tanya Yoga. Adel tidak enak menolak.
"Ya udah boleh deh, aku akan menunggu nya di rumah nanti." ucap Adel. Yoga tersenyum.
"Kalau begitu aku pulang dulu yah." ucap Adel.
"Tunggu dulu." ucap Yoga menahan Adel yang hendak masuk ke dalam mobil.
"Kenapa Yoga?" tanya Adel.
"Aku ada ini untuk kamu." ucap Yoga memberikan jam tangan.
"Jam tangan? Tumben banget kamu ngasih aku jam tangan." ucap Adel. "Wahh jam nya juga cantik banget bisa melihat tanggal." ucap Adel.
"Kamu suka?" tanya Yoga. Adel mengangguk.
"Terimakasih yah Yoga." ucap Adel. Yoga tersenyum sambil mengangguk.
"Sini aku pasangin." ucap Yoga memasang kan langsung jam nya di Tangan Adel.
"Kamu tidak ingat hari ini hari apa?" tanya Yoga.
"Ingat kok." ucap Adel.
"Kamu serius?" tanya Yoga sangat senang. Adel mengangguk.
"Hari Rabu kan?" ucap Adel. Seketika senyuman Yoga hilang begitu saja.
"Ya udah aku pergi dulu yah, sampai jumpa besok." ucap Adel melambaikan tangan nya dan langsung pergi.
Yoga menghela nafas panjang. Dia melihat tanggal di handphone nya. Sebenernya hari ini hari ulang tahun nya dia ingin merayakan nya bersama Adel dan teman-teman nya di luar karena mamah nya tidak ada di rumah.
Namun Adel sama sekali tidak ingat membuat Yoga sangat sedih. Hanya kata-kata dari Adel yang di tunggu namun Adel sangat sibuk mengurus suami nya sehingga tidak ingat lagi hari ulang tahun sahabat nya itu.
Dia masuk ke dalam mobil nya karena ada temannya yang menunggu dia.
"Lo ko sedih sih? ini hari ulang tahun loe bro. Harus happy dong." ucap teman nya.. Yoga tersenyum dia harus terlihat bahagia walaupun sebenarnya tidak sama sekali.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka pun keluar dari sekolah.
__ADS_1
Tidak beberapa lama akhirnya Adel sampai di rumah. Dia Heran karena melihat tidak ada satu pun mobil di depan rumah. Bahkan rumah juga terkunci.
"Loh kemana semua orang?" ucap Adel. Dia kebingungan untung saja ada Kunci di tas nya dan masuk ke dalam.
"Kemana Kak Alan?" ucap Adel melihat Di kamar tidak ada siapa-siapa. Dia mengambil handphone nya ternyata ada pesan dari Mertua nya.
Mereka sudah pulang ke rumah dan Alan pergi ke kantor karena sudah sembuh.
"Kak Alan masuk kantor? dia belum sembuh total namun sudah pergi bekerja?" ucap Adel sedikit kaget.
Adel menelpon Alan.. Namun tidak di jawab. Karena Alan sedang bersama Riska di apartemen yang baru saja di beli oleh Alan kepada Riska.
"Seperti nya Kak Alan sedang sibuk." ucap Adel. Namun dia tidak bisa tenang sama sekali karena mengingat Alan belum sembuh total.
Walaupun sangat lelah dia memutuskan untuk menyusul Alan ke kantor nya.
Sampai di kantor dia langsung bertanya kepada Resepsionis di sana.
"Permisi mbak, apa kak Alan nya ada?" tanya Adel.
"Pak Alan sudah pulang dari tadi Mbak." ucap resepsionis.
"Pulang? Pulang kemana?" tanya Adel kaget karena mereka tidak bertemu di rumah.
"Tadi dengan Mbak Riska. Sudah mungkin tiga jam pergi nya." ucap Karyawan lain nya.
Tiba-tiba resepsionis memijak kaki teman nya.
"Riska? Siapa itu?" tanya Adel. Mereka keceplosan.
Sekarang bingung harus menjawab apa.
"Kasih tau siapa Riska! Saya akan melaporkan Kalian kalau tidak jujur!" ucap Adel. Mereka takut di laporkan. Mereka juga takut jujur tentang perselingkuhan bos nya.
"Jawab jujur, saya hanya ingin tau." ucap Adel.
Walaupun dia masih SMA tapi dia tau j
cara nya menjadi wanita yang sangat mahal dan juga berkelas.
"Mbak Riska itu adalah pacar Pak Alan Mbak. Kami mohon jangan bawa-bawa nama kami." ucap resepsionis.
Adel mendengar itu merasa sesak nafas, dia sakit hati.. Kepala nya pusing.. Walaupun sebenernya dia sudah tau kalau suami nya bermain belakang namun mendengar semua orang kantor tau dan juga di bawa ke kantor dia merasa sakit hati.
Sebagai istri nya dia sangat malu. Karena orang-orang akan berfikir buruk tentang mereka berdua.
__ADS_1
"Mbak Adel baik-baik saja kan?" tanya resepsionis.
"Humm saya baik-baik saja, kalau begitu saya pulang dulu, permisi." ucap Adel langsung pergi.