
Setelah itu mengambil botol hangat untuk mengompres perut Adel.
"Panas." ucap Adel.
"Tahan agar sakit nya hilang." ucap Alan. Adel memegang nya.
"Masih sakit?" tanya Alan, Adel menganguk.
Alan melihat lagi di google apa yang harus dia lakukan.
"Apa yang harus aku buat untuk membuat nya tertawa." batin Alan.
"Apa kamu mau tau sulap dari saya?" tanya Alan. Adel menggeleng kan kepala nya. "Ya udah kalau begitu saya akan melawak kamu dengarkan baik-baik." ucap Alan.
Alan sudah berbicara panjang lebar namun Adel tidak kunjung tertawa.
"Aku ingin sendiri kak, aku tidak ingin tertawa untuk saat ini." ucap Adel. Alan memasang wajah datar.
"lalu apa yang harus saya lakukan agar kamu tidak kesakitan." tanya Alan.
Adel menggeleng kan kepala nya.
"Tidak usah repot-repot, nanti kalau sudah berhenti hilang sendiri sakit nya." ucap Adel.
"Berapa lama?" tanya Alan.
"Sekitar satu Minggu, namun sakit nya tiga hari." ucap Adel.
"Ini sudah berapa hari?" tanya Alan.
"Hari pertama." ucap Adel.
"Apa kamu kuat?" tanya Alan. Adel menganguk.
"Kakak tidak perlu khawatir, aku tidak mau menyusahkan kakak." ucap Adel.
"Pergi lah keluar, nanti papah Sama mamah mencari Kakak." ucap Anisa.
Alan menggeleng kan kepala nya. "Mereka lagi ada tamu, saya juga sangat mengantuk." ucap Alan. Alan ke sofa.
"Kakak tidur di kasur saja, tidak enak kalau Mamah tiba-tiba melihat kakak tidur di sofa. Mau bagaimana pun ini kamar kakak." ucap Adel.
"Kamu yakin tidak apa-apa?" tanya Alan..Adel menganguk. Alan naik ke kasur di samping Adel.
Adel membelakangi Alan meringkuk menahan perut nya. Alan sadar kalau Adel masih kesakitan.
"Kemarilah dekat dengan saya." ucap Alan membawa Adel ke pelukan nya.
Adel terkejut. Alan memeluk Adel dari belakang sambil memegang perut Adel.
"Sudah tidak apa-apa nanti pasti hilang sakit nya." ucap Alan.
"Ya Allah aku tidak mimpi kan? Aku tidak sedang berkhayal kan?" ucap Adel dalam hati.
"Kak Alan sangat perduli kepada ku tidak biasanya, aku tidak boleh menyia-nyiakan ini, belum tentu ke depan nya kak Alan seperti ini." ucap Adel.
__ADS_1
Dan benar saja setelah di peluk oleh Alan Adel tidak merasakan sakit yang sangat berlebihan lagi. Akhirnya dia bisa tidur siang dengan nyenyak.
Alan begitu juga dia tertidur sambil memeluk istrinya.
Tidak terasa sudah mau magrib.
"Pah kok Adel sama Alan belum turun yah? apa mereka belum bangun?" tanya Mamah nya.
"Papah juga gak tau mah, coba periksa dulu deh mah, ini sudah mau magrib." ucap suami nya.
Mamah nya Alan naik ke atas. Dia mengetuk pintu.
Alan dan Adel ternyata belum bangun.
"Alan... Adel bangun nak, ini sudah mau magrib." ucap mamah nya dari depan. Alan bangun dia melihat Adel masih tidur.
"Iyah mah.." jawab Alan dari dalam. mamah nya Alan tersenyum.
Alan melihat wajah Adel yang masih tidur.
"Adel... Adel..." panggil Alan. Adel hanya bergeliat dan ganti posisi lagi.
"Ini sudah mau magrib ayo bangun. " ucap Alan.
"Tunggu dulu kak, aku masih ngantuk sekali." ucap Adel.
"Kamu bisa lanjut tidur di rumah Nanti!" ucap Alan. Adel menggeleng kan kepala nya.
"kamu bangun, Kalau kamu tidak bangun saya akan meninggalkan kamu di sini." ucap Alan.
"Ya udah kalau begitu saya akan pulang sendiri." ucap Alan.
"Jangan..." ucap Adel menahan tangan Alan..
Alan kembali duduk.
"Apa perut kamu masih sakit?" tanya Alan. Adel menganguk. "Sudah tidak sesakit yang tadi kok." ucap Adel.
"Ya udah kalau begitu kamu turun saya akan keluar menunggu kamu." ucap Alan.
Adel menahan tangan Alan.
"Seperti nya pembalut ku sudah penuh, aku takut banyak bergerak dia bisa tembus." ucap Adel.
Alan mengerti apa yang di maksud oleh istri nya.
"Kalau begitu ganti lah sebentar, saya akan menunggu di luar." ucap Alan.
"Masalah nya aku tidak membawa ganti nya kak. Bagaimana ini?" ucap Adel.
"Kenapa kamu sangat ceroboh? Sudah jelas lagi menstruasi kenapa tidak membawa ganti!" ucap Alan.
Adel menunduk kan kepala nya karena melihat wajah kesal Alan takut.
"Ya sudah kalau begitu kamu tunggu di sini sebentar saya akan mencari ke bawah." ucap Alan.
__ADS_1
Dia keluar dari kamar. "Perempuan benar-benar sangat ribet sekali!" ucap Alan.
"Kamu kenapa sih nak baru bangun langsung kesal seperti itu?" tanya mamah nya.
"Adel loh mah, sudah jelas dia lagi menstru...." Tidak jadi melanjutkan perkataannya.
"Kenapa diam? Adel kenapa? Kamu marah terus sama istri kamu, itu tidak lah baik nak." ucap mamah nya.
Alan menarik mamah nya ke kamar orang tua nya.
"kenapa Alan?" tanya mamah nya.
"mamah punya pembalut yang tidak terpakai?" tanya Alan.
"Hah? Untuk apa nak?" tanya Mamah nya.
"Mamah jangan salah paham dulu, ini untuk Adel mah. Dia lagi datang bulan namun tidak membawa ganti." ucap Alan.
"Ya ampun untuk Adel ternyata, Mamah Pikir untuk kamu." ucap Mamah nya.
Alan terlihat sangat malu sekali.
"Kamu tidak perlu malu, ini tanda nya kamu sebagai suami nya. ke depan nya kalau sudah memiliki anak lebih dari ini pengorbanan kamu untuk membersihkan darah istri kamu sendiri." ucap mamah nya.
"Mamah ngomong apaan sih? Pembalut nya ada gak?" tanya Alan. "Ada kok tenang saja." ucap mamah nya sambil mencari ke laci.
"Oh iya istri kamu memakai ukuran berapa?" tanya mamah nya.
"Hah? Ukuran?" ucap Alan kaget.
"Iyah.. Biasanya pakai ukuran berapa?" tanya mamah nya. Alan menggeleng kan kepala nya, aku tidak tau mah." ucap Alan.
"Ya udah bawa saja yang ini, biasa nya di hari pertama pasti sangat banyak. Mungkin menggunakan yang sedikit panjang tidak lah salah." ucap Mamah nya.
"Terimakasih mah." ucap Alan memasukkan nya ke saku celana dan segera pergi.
Mamah nya senyum-senyum.
Di kamar Alan tidak melihat istrinya.
"Adel kamu di mana?" tanya Alan. Adel membuka pintu kamar mandi sedikit.
"Aku di sini kak, apa kakak mendapatkan nya?" tanya Adel. "Nih ambil lah, lain kali jangan seperti ini lagi, kamu membuat saya malu saja!" ucap Alan.
"Iyah kak, aku juga gak tau kita di sini Selama ini." ucap Adel.
"Jangan banyak alasan segera ganti." ucap Alan. Tidak beberapa lama akhirnya selesai.
"Terimakasih yah kak." ucap Adel.
Alan menoleh ke arah Adel.
"Kalau begitu kita pulang saja, saya sudah sangat malu kepada mamah saya." ucap Alan. Adel menganguk. Padahal dalam hati nya sangat senang sekali.
Sebenernya dia membawa ganti namun ingin saja melihat respon suami nya.
__ADS_1