
"Eh tunggu dulu. Ini bekas apa?" ucap Adel melihat di balik kerah baju Alan.
"Ada apa?" ucap Alan. Adel melihat dengan jelas tanda merah di leher Alan.
Adel mencium aroma Alan seperti ada parfum perempuan.
"Apa yang kamu lakukan?" ucap Alan.
"Kakak habis tidur dengan perempuan lain?" tanya Adel.
"Apa yang kamu maksud? Kamu jangan berbicara sembarangan!" ucap Alan.
Adel memasang ekspresi sedih, kecewa dan marah.
"Ini hanya bekas gigitan nyamuk, kamu jangan berfikir yang aneh-aneh. Saya hanya pergi bertemu teman saya dan menginap di rumah teman saya." ucap Alan.
Adel hanya diam saja, Alan juga ikut diam.
"Ya sudah kalau begitu Kakak masuk lah, aku sudah menyiapkan pakaian kakak." ucap Adel.
Alan menginyakan dia pun masuk ke dalam. Adel berangkat ke sekolah nya.
Sampai di sekolah dia merasa tidak bersemangat sama sekali.
Tiba-tiba ada pesan masuk ke handphone nya dari kakak nya Mutiara.
"Kita jadi jalan-jalan kan Besok?" tanya kakak nya. Seketika Adel langsung tersenyum, dia tidak sabar ingin cerita banyak kepada kakak nya itu.
Keesokan harinya..
Adel berangkat dari rumah menemui kakak nya di tempat yang sudah di janjikan.
Namun betapa terkejutnya dia melihat Mutiara bersama Suami nya di sebuah Cafe.
"Adel..." Panggil Mutiara sambil mengangkat tangan nya.
Adel tersenyum dia mendekati meja itu. Dia melihat bergantian ke arah kakak nya dan suami nya.
"Kak Alan kenapa bisa di sini?" tanya nya.
"Duduk lah." ucap Mutiara. Adel duduk dia masih memasang wajah bingung.
"Maksud kakak mengundang kamu ke sini adalah mau ngasih tau kalau kakak adalah pacar Alan." ucap Mutiara.
"Maksud kakak?" tanya Adel kaget.
"Iyah, kakak adalah pacar suami kamu, Alan mau menikah dengan kamu hanya karena orang tua nya dan Kita sedang LDR." ucap Mutiara.
Adel terdiam. "Kakak tau kamu dengan Alan tidak saling mencintai satu sama lain. Jadi kakak mau kamu membicarakan ini kepada semua keluarga kita dan juga orang tua Alan." ucap Mutiara.
__ADS_1
"Membicarakan apa kak?"
"Kakak akan menikah dengan Alan, kami masih saling mencintai jadi kamu harus segera bercerai." ucap Mutiara.
Adel terdiam, dia melihat ke arah Alan yang sama sekali tidak mengatakan apapun.
"Maafin aku kak, aku gak bisa." ucap Adel langsung pergi. Mutiara langsung mengejar nya.
"Adel kamu sayang kan sama kakak? Kamu harus melakukan itu demi kebahagiaan kakak." ucap Mutiara.
Adel Menatap wajah Mutiara.
"Aku tidak mungkin melakukan itu kak, aku sudah menikah dengan kak Alan. Aku akan membuat malu keluarga." ucap Adel.
"Apa kamu tega melakukan itu kepada kakak kamu sendiri?" tanya Mutiara.
"Setelah semua nya yang kakak lakukan sama kamu, kamu tega melihat kakak menderita?" tanya Mutiara.
"Bukan begitu kak."
"Kamu mencuri pacar kakak, kamu sangat tega." ucap Mutiara. Adel tidak bisa mengatakan apapun kakak nya langsung pergi.
Adel sangat pusing dia langsung pergi dari sana.
"Sayang.. Bagaimana ini? Adel tidak mau berbicara kepada keluarga kamu atau orang tua ku?" tanya Mutiara.
"Mutiara.. Sekarang aku sudah menjadi suami Adel, dan ini semua karena pilihan kamu sendiri bukan? Kamu aku ajak menikah tidak mau." ucap Alan.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu sayang? Kamu masih mencintai aku kan? aku masih sangat mencintai kamu." ucap Mutiara.
Alan tidak tau harus mengatakan apa.
"Sebaiknya aku pulang." ucap Alan. Mutiara menahan tangan Alan.
"Sayang aku boleh kan tinggal di rumah kamu?"
"Jangan gila deh Mutiara." ucap Alan dan pergi begitu saja.
Mutiara merasa kesal. "Adel seperti nya sudah mencuci otak Alan." ucap Mutiara dia jadi kesal kepada Adik nya sendiri.
Sampai di rumah Alan tidak mendapati istrinya. Bahkan rumah masih tertutup.
Dia menelpon istri nya namun tidak di jawab. "Kemana dia?" ucap Alan. Semalaman Adel tidak pulang, Alan juga tidak bisa tidur sama sekali.
"Ceklekk!!" Suara Pintu terbuka tepat jam empat shubuh. Dan Alan sama sekali tidak bisa tidur.
"Dari mana saja kamu jam segini baru pulang?" tanya Alan. "Kakak belum tidur?" ucap Adel.
Alan menarik tangan Adel ke kamar dan mendorong nya dengan kasar ke tempat tidur.
__ADS_1
Adel tidak mengatakan apapun dia sudah takut.
"Katakan! Dari mana saja kamu?" tanya Alan membentak Adel di depan wajahnya.
"A-aku.."
"Katakan!" ucap Alan mencekram rahang Adel sampai dia kesakitan.
"Kak sakit..." Ucap Adel kesusahan untuk berbicara.
Melihat wajah Adel dia langsung melepaskan nya. Seketika dia sadar apa yang sudah dia lakukan.
"Katakan kamu dari mana? Kenapa kamu pulang jam segini." ucap Alan.
Adel semalaman duduk di taman. Dia tidak tau harus ngapain, dia tidak bisa melupakan kata-kata kakak nya. Permintaan Kakak nya yang membuat dia bingung.
Sehingga dia ketiduran di taman.
"Aku ketiduran di taman." ucap Adel. Alan langsung menatap Adel.
"Aku sudah memikirkan semua nya kak, aku akan berbicara kepada orang tua ku untuk perceraian kita." ucap Adel.
"Apa maksud kamu?" tanya Alan.
"Kak Mutiara sangat mencintai kakak, kalian saling mencintai. aku tidak mau jadi penghalang cinta kalian." ucap Adel.
"Saya belum menyetujui itu bukan? Kenapa kamu langsung mengambil keputusan?" ucap Alan marah.
"Bukan kah ini mau Kakak? Kita tidak saling mencintai sebaik nya kita berpisah." ucap Adel.
Alan marah dia mendorong Adel langsung dan terbaring di tempat tidur.
"Saya tidak akan mau berpisah dengan mu, kalau pun saya harus menikah dengan Mutiara saya tetap tidak mau berpisah." ucap Alan.
"Kak aku mohon jangan seperti ini. Hanya kak Mutiara satu-satunya orang yang aku punya, orang yang sangat menyanyangi aku. Ini waktu nya aku membalas kebaikan nya." ucap Adel.
"Saya tidak akan membiarkan nya." ucap Alan dia langsung mencium Adel dengan kasar. Adel melakukan penolakan namun Alan sangat kuat.
"Kamu adalah istri saya." ucap Alan.
"Saya akan menjadi kan kamu istri saya sepenuhnya, percuma saja kamu menolak nya. Saya hanya memiliki cara ini agar kamu tidak melakukan hal konyol itu."
"Kak aku mohon jangan kak, aku tidak mau kak." ucap Adel memohon namun sekarang dia tidak mengenakan sehelai benangpun di badan nya.
"Ternyata badan kamu sangat bagus sekali, beberapa bulan ini saya sama sekali tidak menyadari nya. Saya tidak akan menyia-nyiakan nya." ucap Alan dia memaksa Adel.
Dan keperawanan Adel di ambil paksa oleh suami nya.
Adel menangis kesakitan, sedih dan campur aduk perasaan nya.
__ADS_1
Dan Alan sama sekali tidak memperdulikan Adel. Entah apa yang merasuki dia.
"Kamu adalah milik saya." ucap Alan.