
Adel memegang kepala nya. Alan langsung panik. Namun dia tidak terlalu menunjukkan nya.
"Kepala ku sangat sakit kak, aku mau istirahat." ucap Adel langsung meninggalkan Alan.
Alan melihat Adel yang hanya menunduk, tidak mau menatap nya.
"Seperti nya kepada nya sudah membaik, wajah nya juga sudah terlihat memudar." ucap Alan dia tau kalau Adel berpura-pura sakit untuk menghindari nya.
Di kamar Adel langsung mengunci pintu dia duduk di pinggir kasur.
"Kapan ini akan berakhir. Aku sudah tidak tau harus bagaimana." ucap Adel.
Tiga hari kemudian... Di pagi hari yang cerah Adel bangun dia membuka jendela kamar nya dan menghirup udara yang begitu seger.
"Hari ini badan ku benar-benar sangat sehat sekali. Sudah sangat ringan dan juga tidak pusing lagi, memar di wajah ku juga sudah Tidak kelihatan lagi, besok aku sudah bisa sekolah." ucap Adel karena hari ini hari Minggu.
Dia mandi agar lebih segar lagi. Setelah selesai dia keluar dari kamar nya dia melihat rumah masih sangat sepi.
Selama tiga dia tidak melihat Alan, dia sengaja selalu menghindari Alan.
"Kak Alan pasti masih tidur, aku harus segera membuat sarapan dan Minum nya. Setelah itu membersihkan rumah." ucap Adel.
Dia tidak lah pernah mengabaikan tugas nya sebagai istri dari Alan. Di makan atau tidak Adel tidak lah perduli, intinya dia selalu menyiapkan keperluan Alan.
Semua nya selesai...
"Akhirnya.." ucap Adel sambil menepuk tangan nya. Dia berbalik mau ke kamar nya namun dia sangat kaget karena Alan ada di belakang nya.
"Ka- Kak Alan.. Sejak kapan kakak di sini?" tanya Adel gugup langsung, senyuman di bibir nya langsung hilang begitu saja.
"Baru saja." ucap Alan. Adel diam sambil menundukkan kepalanya.
"Sudah tiga hari kamu menghindari saya, sampai sekarang kamu belum berani menatap saya." ucap Alan. Adel menggeleng kan kepala nya.
"Sudah Lima hari kamu tidak sekolah, ada surat teguran untuk kamu!" ucap Alan sambil memberikan surat.
"Aku tau." ucap Adel menerima Surat itu.
"Adel lihat saya ketika bicara!" ucap Alan. Dia mau memegang lengan Adel namun langsung menghindar.
Alan menghela nafas panjang.
"Saya ingin melihat kondisi wajah kamu." ucap Alan. Adel memberanikan diri nya untuk mengangkat kepalanya.
Walaupun menutup mata nya dia terus mengangkat wajahnya.
__ADS_1
Alan memegang wajah Adel..Adel sedikit terkejut.
"Sudah sembuh, besok sekolah lah." ucap Alan. Adel mengganguk dia langsung menepis tangan Alan dan pergi.
Alan mau menahan nya namun Adel sudah terlanjur pergi.
Alan melihat Makanan di meja makan dia mendekati nya.
"Kenapa rasanya sangat sepi dan terasa kurang ketika di abaikan seperti ini? Bahkan saya sekarang merasa aneh kalau melihat dia kebanyakan diam dan tidak pernah tersenyum." batin Alan.
Seharian Adel di kamarnya berharap Alan pergi entah kemana. Namun dia tetap di rumah saja.
"Ting.." Ada notifikasi masuk ke handphone Adel.
"Yoga! Akhirnya dia menghubungi ku juga." ucap Adel sangat senang sekali.
"Sarah aku akan menjemput kamu untuk bermain ke rumah ku." ucap yoga di pesan itu.
Adel terdiam sejenak. "Bagaimana bisa aku pergi kalau Kak Alan masih di rumah?" batin Adel.
"Ah sudahlah, mana mungkin dia perduli kepada ku." ucap Adel.
"Oke Ga, aku tunggu." balas Adel. Setelah itu dia langsung siap-siap.
mobil sudah tiba di depan gerbang. Adel keluar dari kamar nya.
"Kak, aku ada janji di luar bersama teman ku. Aku pergi dulu." ucap Adel. "Pergilah." ucap Alan. Adel mau menyalim suami nya Tapi tidak jadi.
Adel langsung pergi. Alan mengintip melalui jendela.
"Oohh teman nya yang itu lagi." ucap Alan.
Alan sendirian di rumah. Dia akhirnya meminta Siska siap-siap, karena dia mau mengajaknya jalan-jalan.
"Adel bagaimana kabar kamu? Maafin aku yah baru bisa menjemput kamu, pasti sangat bosan di rumah saja." ucap Yoga.
"Gak terlalu kok." ucap Adel. "Lalu kamu dengan suami kamu bagaimana?" tanya Yoga.
"Tidak begitu baik, aku masih takut, aku mencoba menghindari nya." ucap Adel.
"Tapi saran ku tidak baik Seperti itu, kamu sudah Istri nya, aku takut dia akan mengadukan kepada orang tua kamu." ucap Yoga.
"Aku juga berfikir seperti itu. Tapi aku takut bertemu dan berhadapan dengan dia." ucap Adel.
"Sudah-sudah tidak perlu membahas itu. Sekarang kita bukan ke rumah Orang tua ku, tapi aku mau ngajakin kamu jalan-jalan." ucap yoga.
__ADS_1
"Kemana?" tanya Adel.
"Ada deh, kamu pasti sangat suka." ucap Yoga.
"Tunggu dulu nih, kok kamu pakai baru Renang seperti?" tanya Adel.
"Aku mau ngajakin kamu berenang, kamu mau kan?" tanya Yoga.
"Wahh sudah lama aku tidak bermain ke kolam berenang, aku mau dong." ucap Adel. "Kita Otw..." ucap Yoga.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai. "Yoga aku tidak membawa baju. Bagaimana aku bisa berenang." ucap Adel.
"Kamu tenang saja, aku sudah membawa baju ganti untuk kamu yang di siapin oleh mamah." ucap Yoga.
"Maksud kamu?'" tanya Adel.
"Baju kamu ada yang ketinggalan di Rumah. Jadi Mamah membawa nya, karena dia juga ikut." ucap Yoga.
Adel sangat senang karena orang tua Yoga Juga ikut, dia sangat senang sekali.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka masuk ke kolam dan bertemu dengan Mamah nya Yoga.
Sementara di hotel tempat Alan dan Riska makan..
"Sayang... Kenapa kelihatan nya kamu lagi ada masalah sih?" tanya Riska.
Alan menggeleng kan kepala nya. "Enggak kok sayang." ucap Alan.
"Masalah istri kamu lagi!" tanya Siska.
Alan diam. "Seperti nya kamu harus segera mencari cara untuk menceraikan Istrinya kamu deh." ucap Riska.
"Caranya?" tanya Alan. "Aku memiliki Ide yang bagus.. Kalau kamu mau bantuan aku, dengan senang hati aku mau membantu." ucap Riska.
Alan mendengar kan Kata-kata Riska.
"Bagaimana menurut kamu?" tanya Riska setelah selesai memberi tau ide nya.
"Bagus juga tuh, tapi aku rasa itu tidak akan berhasil." ucap Alan. "Kamu harus menyusun rencana sebagus mungkin lah dan membuat dia juga trauma dan memilih untuk meninggalkan kamu." ucap Riska.
"Bersifat kasar kepada nya tidak akan membuat dia pergi, hanya dengan cara ini." ucap Riska.
"Bagus sih, aku akan mencoba menjalankan ide nya." ucap Alan. "Kamu tenang saja, aku pasti akan membantu kamu kok." ucap Riska, Alan tersenyum.
"Ya udah kalau begitu ayo lanjut makan." ucap Riska.
__ADS_1
Adel dan Yoga sudah mau perosotan betapa bergembira nya sangat senang sekali seperti tidak ada masalah.