Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 13


__ADS_3

"Aku sangat membencinya, kenapa dia begitu bodoh tidak bisa nolak perjodohan konyol ini, aku bahkan tidak ingin kembali ke rumah." ucap Alan.


"Setiap manusia memiliki hati, kamu harus bisa menjaga perasaan dia, aku dengar dia masih anak SMA, dia pasti belum sangat dewasa." ucap teman nya lagi.


"Kalian sama sekali tidak akan mengerti aku!" ucap Alan kesal.. Semua teman-teman nya hanya bisa menghela nafas dan diam.


Alan kembali ke kantor nya karena waktu nya kerja.


"Assalamualaikum Tante..." Adel menyalim Ibu nya Yoga.


"Walaikumsalam Nak Adel, kamu apa kabar nya?" tanya Ibu nya Yoga.


"Alhamdulillah baik Tante, bagaimana dengan Tante?" tanya Adel. "Baik Juga kok. Ayo duduk. Tante sudah menunggu kamu." ucap Tante Hana. Adel tersenyum.


Cukup banyak mereka berbincang-bincang di Ruang tamu.


Alan baru saja selesai dengan pekerjaan nya. Dia berencana mau ke sesuatu tempat agar dia tidak bosan.


Tiba-tiba handphone nya berdering.


"Mamah.. Kenapa Mamah menelpon ku yah? pasti ini sesuatu hal yang membuat ku kesal. Sebaiknya aku tidak perlu menjawab nya." ucap Alan.


Namun lagi-lagi handphone nya berdering, sudah sampai di parkiran handphone nya tak kunjung diam.


"Huff.. sebaiknya aku menjawab nya saja biar tidak berisik!" ucap Alan.


"Halo Mamah.. Ada apa?" tanya Alan.


"Kamu dari mana? kenapa begitu lama menjawab telpon dari Mamah?" tanya Bu Yani.


"Aku sedang di kantor, ini baru selesai. Ada apa mah?" tanya Alan.


"Bagus deh kalau sudah selesai bekerja, sebaiknya kamu langsung pulang saja, kasihan istri kamu sendirian di rumah, dia pasti sudah pulang dari sekolah." ucap Bu Yani.


"Oh iya malam nanti bawa dia ke rumah untuk makan malam, hanya beberapa menit dari sana ke rumah. Jangan membuat banyak alasan, mamah sudah masak banyak, kalau kamu tidak datang, Mamah akan marah besar!" ucap Bu Yani langsung mematikan handphone.


"Mah! Mamah.." Alan memanggil namun tidak ada sautan lagi. Alan menghela nafas panjang. "Sial! Karena sudah menikah aku sama sekali tidak bisa bebas!" ucap Alan.

__ADS_1


"Ini semua karena perempuan bodoh itu!" ucap Alan.


Dia membuka group nya yang sudah heboh menanyakan di mana keberadaan dia. Namun ternyata dia tidak bisa datang membuat teman-teman nya kecewa.


Akhirnya Alan memilih untuk pulang ke rumah. Sampai di rumah dia jam lima sore dia membuka pintu.


"Apa jam segini dia belum pulang?" batin Alan karena rumah masih terkunci.


Dia masuk dan duduk di Ruang tamu.


"Rumah ini tidak nyaman sama sekali, seperti nya aku benar-benar harus belanja untuk mengisi rumah ini." batin Alan.


Satu jam dia di rumah namun Adel tidak kunjung pulang. Akhirnya dia ketiduran di kamar nya.


Sudah jam Tujuh Malam akhirnya Adel sampai di rumah, dia melihat mobil suami nya terparkir di depan rumah.


"Kak Alan.." panggil Adel, namun tidak ada Alan.


"Mungkin dia sedang istirahat di kamar nya, sebaiknya aku langsung bersih-bersih." ucap Adel.


Setelah mandi dan menukar pakaian nya dia melihat handphone nya. Telpon dari mertua nya.


"Maafin aku Mah, tapi aku tidak tau, aku juga baru pulang ke rumah, kak Alan juga tidak mengatakan apapun kepada ku." ucap Adel.


"Dia benar-benar tidak boleh bisa di harapkan sama sekali!" ucap Bu Yani. Adel hanya diam.


"sekarang dia di mana? Mamah menelpon dari tadi tidak di angkat, sudah kebiasaan dia sekali." ucap Bu Yani.


"Kak Alan mungkin sedang istirahat di kamar nya mah." ucap Adel.


"Kamar nya?" tanya Bu Yani heran.


"Huff kenapa keceplosan sih? Kalau kak Alan tau ini, dia pasti akan marah." batin Adel.


"Iyah mah, di kamar kami maksud ku, aku tadi salah ngomong. Apa Mamah mau aku membangun kan dia?" tanya Adel.


"Ya sudah deh, besok saja kalian ke sini, pokoknya harus jadi.. Mamah sangat kecewa kalau tidak jadi datang." ucap Bu Yani.

__ADS_1


"Iyah Mah, sekali lagi aku minta maaf yah mah." ucap Adel.


"Iyah gak apa-apa." ucap Bu Yani. Telpon pun mati. Adel menghela nafas panjang. "Kalau tau seperti ini aku akan kembali cepat." ucap Adel.


"Ini semua karena kamu! Kamu dari mana jam segini baru pulang?" tanya Alan yang baru saja datang.


Adel menatap Alan.


"Maafin aku kak, aku tidak ijin sebelum nya." ucap Adel. Alan menghela nafas panjang.


"Kamu tidak perlu ijin kepada saya, karena itu bukan hal yang penting bagi saya!" ucap Alan.


Adel langsung terdiam. "Saya lapar, saya belum makan." ucap Alan. "Kalau begitu aku Akan Memasak sebentar kak." ucap Adel. Alan menggeleng kan kepala nya menahan Adel.


"Tidak perlu! Saya Akan makan di luar. Saya tidak ingin memakan masakan kamu!" ucap Alan langsung pergi begitu saja meninggalkan Adel yang terdiam.


"Sebaiknya aku masak saja, siapa tau Nanti aku lapar, aku perlu masak-masak lagi." ucapnya.


Alan keluar dari rumah itu masuk ke dalam mobil dan mencari restoran terdekat karena sudah sangat lapar sekali.. Namun kebetulan yang terdekat tutup karena sudah sangat malam sekali.


Mungkin di daerah sana sangat sepi itu sebab nya tidak ada yang berjualan sampai tengah malam.


Tidak beberapa lama akhirnya dia sudah sampai di luar. "Perut ku sudah sangat lapar, restoran yang aku harapkan semua nya tutup, di mana aku akan makan lagi." ucap nya sambil menahan sakit di perut nya.


Akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke rumah.


"Loh kok kak Alan cepat pulang? Apa dia ketinggalan sesuatu?" ucap Adel sambil membuka pintu.


"Kenapa Kakak sangat cepat pulang? Apa hand phone kakak ketinggalan? atau kakak hanya makan di tempat yang tidak jauh dari sini?" tanya Adel.


"Saya tidak menemukan tempat makan buka, segera lah masak! saya tidak bisa menahan nya lagi." ucap Alan.


"Masakan nya sudah selesai, kalau begitu kakak tunggu di meja makan saja, aku akan menyiapkan nya untuk kakak." ucap Adel.


Alan langsung ke meja makan. Melihat hidangan di atas meja membuat nya sangat lapar sekali, tidak beberapa lama Alan langsung makan dengan sangat lahap.


Tidak perduli lagi Adel yang melihat-lihat nya akhirnya dia kenyang. Adel yang melihat Alan makan begitu lahap membuat nya tersenyum senang.

__ADS_1


"Argh akhirnya perut saya kenyang." ucap Alan mengelus perut nya sambil bersandar ke sandaran kurs.


__ADS_2