
"Aku mohon jemput aku ke rumah." ucap Adel langsung mematikan telepon. Yoga kebingungan. Namun dia juga khawatir karena tidak biasa nya Adel seperti itu.
Yoga keadaan masih di dalam sekolah dia langsung meminta ijin kepada guru nya dan segera berangkat.
Adel mengambil jaket dan topi untuk menutupi wajahnya.
Dia keluar dari rumah itu. Setelah di depan dia baru sadar kalau suami nya tidak berangkat bekerja. Namun dia tidak perduli dia memilih untuk pergi menenangkan diri nya.
Alan yang baru saja selesai mandi melihat pintu terbuka dia melihat keluar ada mobil berhenti dan pergi di depan gerbang rumah nya.
Alan melihat pintu kamar Adel terbuka.
Alan memeriksa istri nya ke dalam namun tidak melihat istrinya di dalam. Mencari ke ruang tamu tidak ada juga.
"Apa yang baru saja pergi adalah Adel?" batin Alan akhirnya dia memutuskan untuk menelpon Adel namun handphone nya ada di ruang tamu.
"Kemana dia akan pergi? Dengan wajah seperti itu dia akan kembali ke rumah orang tua nya?" batin Alan. Karena takut ketahuan dia mengejar mobil yang membawa Adel, namun tidak menemukan nya.
Dia langsung menuju ke rumah Mertua nya.
"Adelll dari tadi kamu tidak berbicara, kamu mengabaikan pertanyaan ku, bahkan kamu tidak membuka topi Hoodie kamu." ucap Yoga.
"Adell..." panggil Yoga. "Ada apa dengan kamu? Apa yang terjadi?" tanya Yoga. Adel menggeleng kan kepala nya.
"Kalau tidak terjadi apa-apa lantas kenapa kamu diam saja? Kamu juga memakai topi seperti itu." ucap Yoga.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di taman.
"Ayo turun kalau begitu. Di sana mungkin kamu bisa menghirup udara segar yang bisa membuat pikiran kamu lebih rileks." ucap Yoga.
Adel menoleh ke arah Yoga membuka topi dan jaket nya.
Yoga sangat kaget melihat wajah Adel.
"Adel.. Apa yang terjadi? kenapa bisa seperti ini?" tanya Yoga. Melihat masih ada bekas jari Yoga langsung tau.
"Ayah kamu menampar kamu lagi?" tanya Yoga. Adel menggeleng kan kepala nya. Melihat itu Yoga merasa kasian sekali.
"Kenapa ini? Kamu kenapa?" tanya Yoga dengan sangat lembut walaupun mata nya berkaca-kaca.
"Suami ku menampar ku, mungkin aku melakukan kesalahan yang membuat nya sangat marah sekali." ucap Adel.
__ADS_1
Yoga memeluk Adel. "Kamu baru saja menikah satu bulan. Kenapa bisa seperti ini? apa orang tua kamu dan mertua kamu tau?" tanya Yoga.
Adel menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak ingin mereka tau, cukup kamu yang tau." ucap Adel.
Yoga menghapus air mata nya.
"Seandainya saja aku sudah bekerja dan tidak sekolah lagi aku akan membawa kamu Adel, penderitaan kamu tidak pernah berhenti." batin Yoga.
"Ini pasti sangat sakit sekali. Kamu harus ikut aku." ucap Yoga.
"Kemana? Aku gak mau." ucap Adel. "Sebentar saja." ucap Yoga. Adel tidak bisa membantah Yoga karena dia selalu berbicara dengan lembut dan baik kepada Adel..
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di klinik. Yoga meminta Adel di obati.
Setelah selesai mereka kembali ke dalam mobil. "Sini aku bantu olesin salap nya." ucap Yoga. Adel mengangguk.
"Perempuan sebaik Adel, selembut dan sesabar Adel harus merasakan hal seperti ini." batin Yoga.
"Kamu seperti nya kurang enak badan, kamu tidak boleh banyak di luar.. Bagaimana kalau kamu istirahat kembali ke rumah?" tanya Yoga.
Adel menggeleng kan kepala nya. "Aku ingin di sini saja, aku ingin menenangkan hati ku." ucap Adel.
"Humm kalau begitu kamu istirahat di rumah ku saja." ucap Yoga. Adel menatap Yoga.
Akhirnya Adel mau. Sesampainya di sana Orang tua Yoga memang panik, namun yoga mencoba menyakinkan Adel baik-baik saja dan itu bekas jatuh.
Adel bisa istirahat di kamar Mamah nya yoga.
Sementara di tempat lain Alan baru saja sampai di rumah Orang tua Adel.
"Assalamualaikum Bunda. Ayah." ucap Alan kepada mertuanya kebetulan duduk di teras rumah.
"Nak Alan.. Kapan Sampai nya? Kok gak ngabarin kalau mau datang?" tanya Bunda.
"Apa kabar Bun?" tanya Alan.
"Baik, kamu sendiri Bagaimana?" tanya bunda dan ayah mertua nya.
Dia di sambut begitu baik dan sangat layak.
"Saya datang ke sini mau bertemu dengan Adel. Adel nya ada?" tanya Alan.
__ADS_1
"Adel? Bukan nya dia sama kamu? dia tidak ada ke sini." ucap bunda nya.
"Loh dia tidak ke sini?" tanya Alan Heran.
"Tidak ada nak." ucap Bunda.
"Kok bisa? Lalu dia kemana?" tanya Alan. "Bagaimana sih Adel? dia sudah menjadi seorang istri namun pergi-pergi tidak ijin dulu. Buat malu saja." ucap Bunda.
Mereka berusaha untuk menelpon Adel namun tidak aktif.
"Ya udah kalau begitu saya pulang dulu yah Bunda, Ayah. Mungkin dia sudah kembali ke rumah sekarang." ucap Alan cepat-cepat pergi dari sana.
"Jangan sampai dia ada di rumah orang tua ku, habis Lah aku." ucap Alan sudah sangat takut sekali dia langsung menuju ke rumah orang tua nya.
Di rumah Yoga.
"Mau aku bantuin Mah?" tanya Yoga kepada Mamah nya yang sedang memasak untuk makan Adel di dapur.
"Tidak perlu nak, kamu sebaiknya temanin Adel di kamar." ucap Mamah nya. "Dia sudah tidur mah," ucap Yoga. "Oohh bagus deh kalau begitu." ucap Mamah nya.
"Jadi kamu ijin ke guru hanya mau menjemput Adel yang tiba-tiba ingin di jemput?" tanya Mamah nya.
"Iyah mah, aku sangat khawatir," ucap Yoga. "Huff kalau bukan karena Adel mamah akan marah kamu bolos seperti ini." ucap mamah nya.
"Maafin aku Mah." ucap Yoga.
"Kamu jawab jujur kepada mamah, apa yang terjadi pada Adel? Apa dia sudah berobat?" tanya mamah nya.
"Ssttt pelan-pelan mah, nanti Adel bangun." ucap Yoga. Mamah nya diam.
"Aku juga tidak tau sakit Adel bagaimana pasti nya. Ini bukan lah hal yang jarang terjadi. Tidak Heran lagi." ucap Yoga.
"Kenapa Adel selalu merasakan hidup yang malang, apa dia melakukan kesalahan sehingga tidak di perduli kan seperti itu?" tanya Mamah.
"Sudah lah mah, kita tau tau bagaimana ceritanya. Aku tidak ingin membahas nya." ucap Yoga.
"Ya udah deh. kalau begitu kamu Tunggu Masakan mamah sebentar. Mamah mau ke kamar mandi." ucap mamah nya.
Yoga mengganguk.
Di kamar mandi mamah nya berfikir keras.
__ADS_1
"Kalau Adel terus seperti ini seperti nya aku harus memberanikan diri untuk datang ke rumah orang tua nya, Adel adalah anak mereka kenapa mereka sangat jahat dan tidak perduli." ucap mamah Yoga.