Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 71


__ADS_3

Alan keluar dari ruangan nya dia melihat Riska berteriak sekuat mungkin.


"Lepas kan dia." ucap Alan. Sekretaris langsung melepaskan nya. Riska berlari ke arah Alan dan langsung memeluk nya.


"Mereka semua sangat tega sayang. Kenapa mereka melakukan itu kepada ku? Mereka mengusir dan tidak mengijinkan aku masuk menemui kamu?" ucap Riska.


"Ikut dengan saya." ucap Alan menarik tangan Riska keluar.


"Apa yang lakukan di sini?" tanya Alan membentak Riski setelah sudah di dalam mobil.


"Sayang.. kenapa kamu marah seperti ini?" tanya Riska.


"Wajarlah aku marah!" ucap Alan.


"Aku hanya merindukan kamu, aku sangat sayang sama kamu." ucap Riska.


"Berapa kali aku bilang aku tidak serius dengan kamu, aku ingin mengakhiri hubungan kita. Lagian kita sudah putus." ucap Alan.


"Aku gak mau putus sama kamu." ucap Riska.


"Kamu tidak perlu khawatir kalau putus dengan ku, semua yang aku kasih ke kamu itu milik kamu, aku tau kok kalau kamu bersama ku hanya karena uang bukan?" ucap Alan.


Riska menggeleng kan kepala nya. "Enggak sayang. Aku benar-benar tulus mencintai kamu." ucap Riska.


"Aku berhubungan dengan perempuan bukan hanya kamu saja." ucap Alan.


"Sekarang keluar dari mobil ku, jangan pernah mengganggu aku lagi, dan aku tidak akan pernah mengganggu kamu lagi. Sekarang kamu sudah bebas berhubungan dengan laki-laki di luar sana." ucap Alan.


"Kamu benar-benar sangat jahat Alan! Dasar pria tidak memiliki hati!" ucap Riska.


"Setelah kamu bosan dengan ku kamu pergi begitu saja, membuang ku begitu saja. Aku tidak pernah bermimpi kalau aku akan bertemu dengan pria seperti kamu." ucap Riska langsung pergi dan membanting Pintu mobil.


Alan menghela nafas panjang.


"Aku tidak perduli lagi dengan dia, lagian aku sudah mendapatkan untung yang banyak walaupun dia sudah mempermainkan aku." ucap Riska.


Alan memutuskan kembali ke rumah. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.


"Wangi apa ini? Kenapa sangat wangi sekali membuat perut ku lapar." ucap nya sambil masuk ke dalam.


Dia melihat Adel sedang memasak di dapur.


"Kamu baru masak?" tanya Alan membuat Adel kaget.


"Ya Allah Kak, kenapa kakak gak bilang sih kalau sudah pulang? Membuat ku kaget saja!" ucap Adel.

__ADS_1


"Bunyi musik terlalu kuat sehingga kamu tidak mendengar saya." ucap Alan. Adel langsung mematikan musik nya.


"Maaf kak." ucap Adel.


"Saya lapar." ucap Alan.


"Tunggu sebentar yah kak, aku lupa memasak sayur sebelum mandi tadi." ucap Adel. Alan memerhatikan Adel.


"Kenapa dia semakin cantik?" ucap Alan dalam hati.


"Kakak duduk saja, ini sudah mau masak." ucap Adel. Alan duduk di kursi meja makan namun pandangan nya tidak lepas dari Adel yang memasak.


Adel berjalan ke meja makan.


"Aroma Adel sangat nyaman sekali." ucap Alan dalam hati.


"Kakak makan lah." ucap Adel. Alan menahan tangan Adel yang hendak pergi.


Adel melihat ke arah tangan nya dan menatap Alan.


"Kamu temanin saya makan di sini." ucap Alan. Adel mengangguk.


"Kamu tidak makan?" tanya Alan.


Adel menggeleng kan kepala nya.


"Tidak apa-apa, lain kali tidak perlu menunggu saya." ucap Alan. Adel tersenyum.


"Huff kenapa hari ini Adel terlihat ceria sangat menggoda sekali?" ucap Alan melihat dress putih yang di pakai oleh Adel.


Alan segera makan setelah selesai makan dia mandi terlebih dahulu.


Di kamar dia berbicara dengan klien nya sebentar. Sadar sudah jam sembilan malam dia penasaran apa yang sedang dia lakukan oleh Adel di luar.


Alan keluar dari kamar nya.


Dia melihat Adel menonton TV sambil makan Popcorn di tangan nya.


"Kenapa kamu belum tidur? Apa besok tidak sekolah?" tanya Alan. Adel menoleh ke arah Alan.


"Sekolah kak, tapi Flim nya sangat seru, aku akan menghabiskan ini setelah itu langsung tidur." ucap Adel sambil mengacungkan dua jari di samping wajah nya.


Alan sangat gemes melihat Adel seperti itu.


"Flim apa?" ucap Alan. Adel langsung memberikan Alan tempat duduk di samping nya.

__ADS_1


Alan mulai menikmati film yang di sukai oleh Adel.


Namun dia sama sekali tidak bisa fokus karena jantung nya tidak berhenti berdetak ketika mencium Aroma Adel, dan juga sesekali Adel menyentuh nya.


Sampai tidak beberapa lama Flim belum selesai namun Adel sudah terdiam. Alan menoleh ke samping nya ternyata Adel tidur.


Alan menghela nafas panjang.


Dia mengambil kesempatan membawa kepala Adel ke Punggung nya diam-diam dia tersenyum.


Adel antara sadar dan tidak sadar namun dia bisa merasakan tangan Alan mengelus kepala nya. Dia tersenyum dan akhirnya dia tidur dengan nyenyak.


Keesokan harinya sekolah seperti biasa.


Hari-hari Berlalu Alan dengan Adel tetap seperti biasa. Namun yang berbeda adalah Alan lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Adel, dia juga selalu mencari alasan agar bisa keluar bersama Adel Tampa di sadari oleh Adel itu adalah cara Alan untuk mendekati Adel.


Di suatu malam Alan baru pulang bekerja. Dia lembur karena banyak kerjaan yang tidak bisa di tinggal.


Seperti biasa setelah pulang kerja dia akan makan di rumah.


"Huff cacing yang di dalam perut ku sudah menjerit meminta makan." ucap Alan sambil mengelus perut nya memeriksa tudung nasi.


"Loh Adel gak masak?" ucap nya sambil melihat ke arah kamar Adel.


"Adel... Apa kamu tidak masak? Saya sangat lapar." ucap Alan di balik pintu.. Namun tidak ada jawaban, dia mengetuk pintu tidak ada jawaban juga.


"Saya masuk." ucap Alan, dia membuka pintu dan melihat Adel tidur di kasur meringkuk kesakitan.


"Adel ini sudah jam berapa? Kenapa kamu tidur secepat ini?" tanya Alan. Adel bergeliat dia melihat Alan.


"Kakak sudah pulang? Aku minta maaf tidak masak malam ini." ucap Adel dengan sangat lesu.


"Loh kamu kenapa?" tanya Alan langsung khawatir melihat wajah Adel pucat dan juga suara nya lesu.


Alan duduk di pinggir kasur memeriksa kepala Adel berfikir Adel demam namun tidak panas.


"Kamu kenapa?" tanya Alan.


"Perut ku sangat sakit." ucap Adel.


"Kamu menstruasi lagi?" tanya Alan. Adel mengangguk. Alan melihat tanggal.


"Sebelum nya kamu juga menstruasi tanggal segini, saya akan mencari obat dan juga Air hangat untuk kamu." ucap Alan.


Alan lupa kalau perut nya lapar, setelah Adel sudah tidak menjerit lagi dia merasa lega.

__ADS_1


"Maaf yah kak karena aku sakit perut kakak jadi beli nasi seperti ini." ucap Adel, karena mereka berdua lagi makan di kamar Adel bersama.


__ADS_2