
"Kenapa? Kakak mau menampar aku? Tampar saja kalau itu membuat kakak merasa bangga menjadi suami ku." ucap Adel.
"Kalau aku bisa memilih aku akan membatalkan pernikahan dengan kakak, aku tidak ingin memiliki suami seperti kakak, namun aku perempuan yang sangat bodoh aku mau menikah hanya karena menjaga perasaan orang tua ku dan semua usaha orang tua ku." ucap Adel.
"Dan yang paling bodoh nya adalah, aku pernah mencintai pria seperti kakak, namun sekarang aku tidak akan melakukan hal yang bodoh itu lagi." ucap Adel.
"Setelah tiga bulan penuh kita menikah tidak ada kecocokan, aku akan memilih untuk berpisah." ucap Adel.
"Tidak semudah itu! Kamu jangan membuat masalah." ucap Alan.
Adel menghela nafas panjang dia langsung keluar dari kamar itu meninggalkan Alan sendirian.
Alan hendak menahan Adel namun Adel sudah terlanjur keluar.
"Alan apa yang kau lakukan? Kenapa kau seperti ini kepada dia?" tanya Alan.
"Huff aku sendiri saja Heran dengan sifat ku yang aneh ini, benar-benar sangat aneh sekali." ucap Alan.
Dia berbaring di kasur sambil merenung kan semua nya.
"Adel kamu ngapain ke sini?" tanya teman nya.
"Aku boleh kan numpang tidur di sini?" tanya Adel.
"Tapi kamar kami sudah dua orang. Bukan nya kamar kamu lebih enak? Kamu juga hanya sendiri di sana." ucap teman nya.
"Gak apa-apa kok, aku bisa tidur di lantai." ucap Adel. Kedua teman nya kebingungan.
Sementara di tempat lain Yoga baru masuk ke kamar nya dia sangat lega melihat Adel mengungsi ke kamar sebelah.
Keesokan harinya anak-anak sudah berkumpul. Alan baru saja bangun dia langsung keluar dan berdiri di depan penginapan.
Dari sana dia bisa melihat anak-anak sedang berkumpul bersama guru-guru.
Kak Alan sudah bangun?" ucap guru Adel yang tadi malam. Alan menoleh ke guru itu.
Dia tersenyum sambil mengangguk.
"Bagaimana kalau kita sarapan terlebih dahulu kak." ucap guru itu. "Tidak perlu Bu, saya bisa mencari sarapan sendiri." ucap Alan.
"Di sini jauh mencari sarapan. Lagian ini juga kumpul rame-rame sama anak-anak." ucap guru Adel. Akhirnya Alan mau.
Mereka berkumpul di tempat sarapan. Adel yang sedang asyik berbincang-bincang dengan teman nya melihat suami nya datang dia langsung diam.
"Loh itu siapa? Kok bisa di sini?" tanya teman Adel.
__ADS_1
"Oh iya semua nya kenalin ini pak Alan, dia kakak nya Adel. Tadi malam dia menginap di kamar Adel dan untuk beberapa hari dia akan di sini menunggu Adel selesai." ucap Guru.
"Wah kakak kamu ganteng banget sih Adel, kok aku baru tau sih kamu punya kakak?" ucap teman nya.
"Bukan kakak kandung kok, hanya kakak jauh. kamu juga tinggal di rumah yang sama jadi terkesan dekat." ucap Adel.
"Oohh begitu, ngomong-ngomong dia sudah punya pacar belum?" tanya teman nya lagi.
"Aku tidak tau, tanya saja sendiri." ucap Adel.
"Bagaimana tadi malam tidur nya nyenyak pak?" tanya Guru Adel yang lain.
Alan mengangguk.
"Terimakasih sudah mengijinkan saya bergabung di sini." ucap Alan.
"Kami juga sangat senang kok pak bapak iku bergabung.. Karena di rombongan kita tidak ada yang ganteng-ganteng." ucap teman Anisa.
Semua nya tersenyum sementara Adel hanya fokus dengan sarapan nya.
Alan sesekali mencuri pandang kepada istri nya itu.
Namun tetap saja Adel tidak perduli.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka selesai sarapan Adel dan semua teman-teman melanjutkan belajar keluar dari penginapan.
"Huff kalau tau seperti ini, sebaik nya aku tidak perlu datang. Aku bertengkar dengan Adel dan sekarang aku bingung harus melakukan apa." ucap Alan.
Dua hari sudah Alan di sana namun dia sama sekali tidak berbicara dengan Adel, Adel bahkan tidak memperdulikan dia. Adel selalu menghindari dia.
Alan sangat segan k pada teman Adel yang lain itu sebabnya dia tidak ingin menyusul Adel.
"Kak Alan.." ucap guru Adel. Alan menoleh ke guru itu.
"Iyah Bu." ucap Alan.
"Besok anak-anak sudah bisa pulang, semua nya sudah selesai, kalau kak Alan mau bawa Adel pulang duluan tidak apa-apa." ucap guru Adel.
"Humm saya akan berbicara dengan Adel. Saya belum bertemu dengan nya dari kemarin." ucap Alan.
"Baiklah kalau begitu, saya akan meminta dia menemui kakak." ucap guru. Alan mengangguk.
Di kamar Adel dan teman-teman nya.
"Kok kamu gak terlalu dekat sih dengan kakak kamu?" tanya Teman nya kepada Adel.
__ADS_1
Adel menoleh ke arah Teman nya.
"Aku dengan kak Alan tidak terlalu dekat." ucap Adel.
"Tapi kelihatannya dia sangat perduli sama kamu sehingga dia datang jauh-jauh menjemput kamu ke sini." ucap teman nya.
Adel tersenyum. "Mungkin mamah sama papah yang meminta nya." ucap Adel.
"Oohh begitu. Tapi kasian juga dia selalu di kamar, hanya berkeliling di daerah sini saja." ucap teman nya.
"Biar kan saja." ucap Adel. Tiba-tiba guru masuk.
"Adel kamu temui kakak kamu sekarang di depan kamar nya, dia menunggu kamu." ucap guru nya.
"Ngapain Bu?" tanya Adel.
"Ibu tidak tau, sebaiknya kamu ke sana." ucap guru nya, Adel langsung mengangguk tidak beberapa lama Adel keluar dari kamar dan menyusul suami nya.
Dari jauh dia melihat Alan.
"Huf aku menghampiri kak Alan seperti ini hanya akan membuat keributan saja." batin Adel.
"Kenapa kakak meminta ku ke sini?" tanya Adel. Alan menoleh ke arah Adel.
Cukup lama Alan menatap Adel.
"Kata guru kamu Besok sudah bisa pulang. Sebaiknya kita segera pulang." ucap Alan.
"Hanya itu saja?" tanya Adel. Alan mengangguk.
"Baiklah kalau begitu, aku akan segera mengumpulkan barang-barang ku." ucap Adel.
"Tunggu dulu saya belum selesai berbicara." ucap Alan. Adel menatap Alan.
"Ada apa lagi kak?" tanya Adel.
"Kenapa selama dua hari ini kamu mendiamkan saya? Tidak perduli dan menghindari saya?" tanya Alan.
"Kakak masih mempertanyakan hal ini? apa kakak tidak sadar?" tanya Adel. Alan langsung terdiam.
"Ya Allah apa yang aku katakan? kenapa aku sangat tidak sopan? Dia adalah suami ku." ucap Adel dalam hati.
"Huff sudah lah jangan tanya tentang itu, aku hanya tidak ingin orang lain Curiga dengan hubungan kita. Aku juga ingin fokus kepada kegiatan ku." ucap Adel.
"Saya tidak ingin kembali Besok." ucap Alan.
__ADS_1
"Maksud kakak?" tanya Adel.
"Dua hari saya di sini namun saya sama sekali belum pergi melihat keindahan pemandangan di sini, saya ingin liburan di sini bersama kamu dua atau tiga hari lagi." ucap Alan.