Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 48


__ADS_3

Dia berjalan ke dalam mobil namun dia kaget melihat Adel sudah menangis menahan sakit perut nya.


"Adel! Ade! Kamu kenapa?" tanya Alan. Adel menatap Alan.


"Perut ku sangat sakit sekali." ucap Adel


"Kok bisa sih? Kamu makan apa an?" tanya Alan sangat khawatir melihat istrinya terus menerus merengkuk.


"Sini saya lihat." ucap Alan. Alan sama sekali tidak tau kenapa akhirnya dia membawa keluar langsung ke rumah sakit agar bisa di periksa.


"Loh kok kembali lagi pak? Ada yang ketinggalan?" tanya Dokter tadi. dia kaget melihat Adel di Gendongan Alan.


"Tolong di periksa Dok. Perutnya sakit." ucap Alan.


Dokter langsung membawa nya ke ruangan untuk di periksa.


Alan di luar menunggu. "Huff sudah satu jam di dalam kenapa Adel tidak kunjung keluar? Aku sangat khawatir." batin Alan.


Tidak beberapa lama Adel keluar dari ruangan itu.


"Bagaimana, Apa kata dokter?" tanya Alan.


Dokter keluar mengikuti Adel.


"Adel hanya sakit perut karena Menstruasi, dia akan segera sembuh kalau sudah berhenti. Saya juga sudah memberikan obat nyeri dan sakit pinggang." ucap Dokter.


"Menstruasi?" ucap Alan. Dokter menganguk.


"Ya udah kalau begitu terimakasih yah dok, saya permisi dulu, terimakasih banyak." ucap Alan.


"Tunggu dulu pak Alan." Tahan dokter.


"Kenapa?" tanya Alan.


"Apa ini yang di maksud oleh Bapak tadi?" tanya Dokter itu.


Alan menoleh ke arah Adel.


"Humm kami sebaiknya pergi Dok. Permisi." ucap Alan langsung membawa Adel.


"Apa maksud dokter tadi Kak?" tanya Adel setelah masuk ke dalam mobil.


"Tidak ada." ucap Alan.


Adel diam. "Apa masih sakit?" tanya Alan. Adel memegang perutnya.


"Humm masih." ucap Adel.


"Menstruasi itu apa?" tanya Alan.


"Kakak tidak tau?" tanya Adel. Alan menggeleng kan kepala nya.


"Humm itu sejenis datang bulan. Keluar nya darah kotor." ucap Adel.

__ADS_1


"Oohh." ucap Alan. "Apa kamu bisa ke rumah mamah dan papah?" tanya Alan. "Bisa kak. Ini sudah hal biasa kok. Lagian aku juga sudah minum obat." ucap Adel.


"Yakin?" tanya Alan Adel mengangguk.


"Pah kok Adel sama Alan lama sih sampai nya?" tanya Mamah nya Alan.


"Sabar mah tunggu saja." ucap suami nya.


Tiba-tiba mobil Alan dan Adel datang.


"Mamah.. Papah.. maaf yah lama datang." ucap Adel.


"Gak apa-apa ayo langsung makan, kalian juga pasti sudah sangat lapar." ucap Mamah nya.


Mereka makan siang bersama di meja makan.


"Oh iya Adel bagaimana kabar orang tua kamu? Kamu tidak main ke sana?" tanya mertua nya.


Adel terdiam sejenak mengingat kata-kata Bunda dan Ayah nya sebelum nya.


"Sehat kok Mah, Pah. Aku jarang pulang ke sana karena aku sangat sibuk belajar dan juga rumah nya sangat jauh." ucap Adel.


"Oohh begitu. Saran mamah sama papah kalian sesekali pergi lah menjenguk mereka. Hanya kamu anak nya yang dekat bagaimana kalau mereka sakit namun tidak ada yang tau?" ucap Mamah mertua nya.


"Iyah mah. Kalau ada libur aku akan ke sana." ucap Adel.


"Ya udah ayo kita makan." Mereka melanjutkan makan. Alan melihat Adel kurang makan dia tidak berselera namun hanya Alan yang sadar orang tua nya tidak.


"Huff aku tidak bisa duduk lama-lama di sini, aku ingin rebahan perut ku tak kunjung sembuh." batin Adel.


"Mereka ngomongin apa sih? aku sama sekali tidak mengerti. Ini kan pembahasan pekerjaan aku sama sekali tidak paham." batin Adel.


Alan sadar kalau Adel bosan.


"Kamu istirahat lah di kamar kalau kamu lelah." ucap Alan. Semua mata tertuju kepada Adel.


"Enggak kok, aku gak apa-apa." ucap Adel karena malu kenapa Alan harus mengatakan nya langsung di depan kedua orang tua nya.


"Kelihatan nya kamu kurang enak badan, sebaik nya kamu pergi lah ke kamar." ucap Mamah mertua nya.


Adel tidak enak lagi dia akhirnya mau ke kamar Alan.


"Huff akhirnya aku bisa meluruskan pinggang ku, kenapa sangat sakit seketika sih? Biasa nya tidak seperti ini." batin Adel.


"Mamah dan papah mendengar kalau perusahaan Mertua kamu tertipu dan mereka rugi banyak apa kamu tidak tau?" tanya mamah nya Alan.


"Humm aku tau mah." ucap Alan.


"Apa kah sebaiknya kita membantu saja? Kasihan sekali. Mamah sama papah juga gak enak sama istri kamu kalau tutup mata melihat kejadian itu." ucap Mamah nya.


Alan terdiam sejenak dia mengingat betapa jahatnya Mertua nya kepada istri nya.


Tidak tau Kapan pikiran seperti itu kepada mertuanya namun sekarang dia tidak suka melihat Adel di kasarin.

__ADS_1


"Kok kamu hanya diam saja?" tanya orang tua nya.


"Kita sudah banyak membantu mereka Pah, mah. Walaupun mereka sudah jadi besan keluarga ini namun tidak kewajiban kita harus membantu mereka." ucap Alan.


"Alan... Mamah sama papah tidak pernah mengajari kamu hal seperti itu." ucap Mamah nya Alan terdiam.


"Membantu mereka harus mengeluarkan uang banyak pah." ucap Alan.


"Mamah sama papah fokus saja pada pekerjaan Mamah. Sebaiknya biarkan saja." ucap Alan.


"Ya udah nak kalau begitu." ucap Orang tua nya.


Sudah jam Tiga sore.


"Mah aku ke kamar bentar yah, aku sangat mengantuk sekali." ucap Alan.


Mamah nya menganguk. "Kamu pergi lah istirahat, Mamah juga mau menunggu tamu Mamah." ucap Mamah nya.


Kebetulan juga tamu nya datang, Alan tidak ingin lama-lama di sana akhirnya dia pergi ke kamar nya.


Alan berdiri di depan pintu kamar nya.


Membuka perlahan dia melihat Adel meringkuk kesakitan sambil menekan perut nya.


"Apa masih sakit?" tanya Alan Duduk di pinggir kasur.


Adel diam. Alan ragu-ragu untuk memegang menarik tangan Adel.


Namun dia memberanikan diri untuk memegang perut Adel.


Adel menarik tangan Alan.


"Aahh sakit banget, aku tidak kuat." ucap Adel.


"Kamu sudah minum obat?" tanya Alan. Adel menganguk.


"Sudah, namun tidak kunjung mendingan." ucap Adel. Alan mengelus perut Adel. Alan melihat di google dia langsung mengambil air hangat untuk di minum istri nya.


Setelah itu mengambil botol hangat untuk mengompres perut Adel.


"Panas." ucap Adel.


"Tahan agar sakit nya hilang." ucap Alan. Adel memegang nya.


"Masih sakit?" tanya Alan, Adel menganguk.


Alan melihat lagi di google apa yang harus dia lakukan.


"Apa yang harus aku buat untuk membuat nya tertawa." batin Alan.


"Apa kamu mau tau sulap dari saya?" tanya Alan. Adel menggeleng kan kepala nya. "Ya udah kalau begitu saya akan melawak kamu dengarkan baik-baik." ucap Alan.


Alan sudah berbicara panjang lebar namun Adel tidak kunjung tertawa.

__ADS_1


__ADS_2