Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 30


__ADS_3

"Kamu tidak merasakan nya." ucap Alan langsung pergi dari dekapan Adel.


Adel tersenyum. "Saya keluar dulu yah Pak Alan, Mbak. Semoga cepat sembuh." ucap dokter itu.


Setelah dokter pergi Adel menyelimuti Alan. "Semoga kakak cepat sembuh yah." ucap Adel. Alan hanya diam.


Dia memerhatikan Adel yang merapikan tempat tidur agar lebih nyaman.


"Ini ada obat yang harus kakak makan nanti setelah selesai makan siang, kakak sekarang sudah bisa tidur " ucap Adel menoleh ke arah Alan.


Namun ternyata Alan diam-diam memerhatikan Adel, dia langsung memalingkan pandangannya.


"Saya tau, saya sekarang mau tidur sebaiknya kamu keluar dan jangan lupa matikan lampu nya." ucap Alan


Adel mengangguk. "Baiklah." ucap Adel tersenyum dia pun keluar sambil menutup pintu.


"Loh kok kamu keluar nak?" tanya Mertua nya.


"Kak Alan mau istirahat mah." ucap Adel.


"Alan tidak akan bisa tidur kalau dia sakit apalagi gak ada teman nya, dia laki-laki penakut." ucap Mamah mertua nya.


"Tapi kak Alan yang meminta aku keluar." ucap Adel.


"Ya udah kalau begitu kamu istirahat saja yah, Mamah sama papah menemani Alan di kamar." ucap Mertua nya.


Adel mengangguk. "Kak Alan benar-benar sangat sulit di tebak." ucap Adel.


Adel melihat handphone nya. Sudah banyak panggilan dari Yoga. "Huff aku lupa ngabarin Yoga kalau aku hari ini tidak sekolah." ucap Adel.


"Ya udah deh aku telpon saja dulu." ucap Adel, namun tiba-tiba teringat kata-kata orang tua untuk menjauhi Yoga.


"Aku tidak ada hubungan apapun dengan yoga selain berteman, aku tau kalau yoga sangat khawatiran dan kefikiran aku sebaiknya menelpon dia dulu." ucap Adel.


"Halo Yoga." ucap Adel.


"Akhirnya kamu menelpon aku juga, kamu dari mana saja? kenapa tidak datang ke sekolah?" tanya Yoga.


"Hari ini aku tidak masuk karena Suami ku sakit." ucap Adel. "Suami kamu sakit? Kenapa?" tanya Yoga.


"Dia demam tinggi." ucap Adel.


"Tapi kamu gak apa-apa kan? Kamu sehat kan?" tanya Yoga.


"Alhamdulillah sehat kok." ucap Adel.


"Ya udah kalo begitu kamu lanjut saja belajar, aku mau mandi. Dari tadi pagi aku belum mandi." ucap Adel.

__ADS_1


"Aku akan datang menemui kamu nanti." ucap Yoga.


"Jangan Ga, aku gak enak sama mertua ku." ucap Adel. "Oohh ya udah, sampai jumpa besok di Sekolah yah." ucap Yoga.


Adel mengangguk dia pun mematikan handphone nya dan segera masuk ke kamar nya. Namun tiba-tiba dia keluar.


"Eh tunggu dulu. Mertua ku gak boleh tau kalau aku tidur di kamar yang berbeda. Untung saja aku ingat." ucap Adel.


Dia mandi cepat-cepat agar tidak ketahuan setelah itu Memasak untuk makan siang mereka semua.


"Adel... Kamu Masak apa sih?" tanya mamah mertua nya.


"Lagi masak makan siang Mah, Mamah sama papah makan siang di sini saja yah." ucap Adel.


"Iyah. Mamah sama papah juga mau menginap di sini.. Kasian kamu kalau jagain Alan sendirian." ucap Mamah mertua nya.


"Gak apa-apa Kok Mah, aku bisa kok. Aku gak mau merepotkan mamah." ucap Adel.


"Kami sudah ke sini, sesekali menginap tidak lah masalah." ucap mamah Mertua nya.


"Huff bagaimana ini?" batin Adel.


"Kamu sudah makan belum?" tanya Mamah mertua nya kepada dia.


"Dari tadi Mamah perhatikan kamu sibuk mengurus suami kamu, mamah khawatir kamu belum makan." ucap mamah Mertua nya.


"Kamu sudah apa belum?" tanya Mamah nya lagi.


"Sudah kok mah, sudah." ucap Adel padahal dari pagi dia belum makan sama sekali.


Mamah mertua nya tersenyum. "Kalau begitu sini Mamah bantuin." ucap Mertua nya.


"Mamah duduk saja, aku akan memasak." ucap Adel. Mamah mertua nya menggeleng kan kepala nya.


"Mamah tau kamu kelelahan. Lihat saja wajah kamu kurang tidur." ucap mertua nya. Adel tersenyum.


Akhirnya mereka memasak bersama.


Di kamar Alan melihat kamar nya sangat sepi orang.


"Tadi Papah sama Mamah masih di sini, kemana mereka?" batin Alan.


Dia jadi bingung. Dia tidak bisa tidur. Akhirnya Alan keluar mencari sesuatu yang bisa membuat dia tenang dan merasa aman.


"Loh Alan.. Kenapa kamu keluar?" tanya Papah nya.


Alan melihat papah nya. Alan dan Mamah nya langsung menoleh ke arah Alan.

__ADS_1


"Kok dia keluar sih? Sudah di bilangin istirahat saja." ucap mamah nya menghela nafas panjang sambil menghampiri Alan.


"Alan kenapa kamu keluar?" tanya Mamah nya. "Tidak ada orang di kamar, aku sangat bosan mah, pah, aku sudah mendingan kok." ucap Alan.


Adel melihat Alan.


"Benar-benar tidak mau mendengar kan kata-kata orang tua sama sekali!" ucap Adel dalam hati.


"Wajah nya saja sudah seperti mayat hidup." batin Adel. Dia kesal sendiri karena Alan bersikeras mau di ruang tamu saja.


Waktu nya makan siang. "Kenapa kakak hanya makan sedikit saja? Bukan nya kakak sudah sembuh?" tanya Adel menyindir nya karena sudah selesai makan.


"Saya sudah kenyang." ucap Alan.


"Hanya dua sendok saja sudah kenyang? Bayi saja tidak akan kenyang." ucap Adel.


"Saya tidak berselera, rasa nya tidak enak sekali. Kamu sama sekali tidak pandai memasak!" ucap Alan.


"Bukan masakan nya yang tidak enak, Tapi kamu yang masih sakit nak. Nasi papah habis kok karena enak." ucap Papah nya.


Alan menghela nafas panjang. Alan hanya diam.


"Kamu bawa suami kamu ke kamar Adel." ucap Mamah mertua nya. Adel yang sudah selesai makan langsung mengangguk.


"Saya bukan anak kecil, saya bisa berjalan sendiri." ucap Alan. namun Adel menahan Alan di pelukan nya.


Sampai di kamar Alan mendorong Adel agar tidak perlu membantunya.


"Saya bisa sendiri." ucap Alan berjalan ke arah kasur. Adel membiarkan nya namun Alan hampir saja jatuh ke lantai.


"Saya bisa." ucap nya tetap bersikeras.


"Pria yang sangat keras kepala sekali." ucap Adel.


Dia mengambil obat Alan. "Nih minum dulu." ucap Adel.


Alan melihat empat butir pil yang harus dia makan.


"Kamu mau membunuh saya memberikan obat begitu banyak seperti ini?" tanya Alan.


"Ini obat dari dokter, kalau aku berniat membunuh kakak, aku sudah melakukan nya waktu kakak tidur tadi malam." ucap Adel.


"Saya sudah di suntik, kenapa saya harus minum begitu banyak obat?" tanya Alan.


Adel menghela nafas panjang. "Kalau kakak tidak meminum ini, kakak akan lebih banyak di suntik besok, kakak memilih apa?" tanya Adel.


Alan menghela nafas panjang. Akhirnya dia memilih minum obat walaupun sangat berat sekali. Satu persatu obat Alan makan itu saja sudah mau muntah.

__ADS_1


__ADS_2