Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 74


__ADS_3

Adel tersenyum. "Baiklah." ucap Adel. Sebelum menyusul ke ruang tamu dia membuat kan teh lagi untuk suami nya.


Adel duduk di sofa yang berbeda dengan Alan.


"Duduk lah di sini!" ucap Alan menepuk tempat duduk di samping nya.


"Aku duduk di sini saja." ucap Adel. Alan menghela nafas panjang.


"Sebagai seorang istri yang baik, kamu tidak boleh membantah apa perintah suami selagi itu hal yang baik." ucap Alan.


Adel berpindah tempat duduk.


"Kak aku boleh bertanya sesuatu gak?" tanya Adel.


"Tanyakan saja." ucap Alan.


"Humm apa kakak sudah menganggap ku sebagai istri sungguhan?" tanya Adel.


Alan terdiam sejenak, dia menoleh ke arah Adel.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Alan.


"Humm aku hanya ingin tau." ucap Adel.


"Apa saya harus mengatakan nya terus terang? Apa Sifat saya belum menjelaskan nya?" Tanya Alan.


Adel diam. Mereka fokus lagi ke TV.


Baru saja fokus ke Layar TV Alan menoleh ke arah Adel ternyata dia sudah tidur.


"Huff seperti nya dia sudah sangat kelelahan." batin Alan.


Dia mematikan TV dan membawa Adel ke kamar. Membaringkan tubuh Adel dengan pelan namun tiba-tiba Adel mengalungkan tangannya di leher Alan.


Adel membuka mata nya dia menatap wajah Alan yang sangat dekat dengan nya.


"Kita sudah suami istri, kenapa kita tidak satu kamar saja? Hubungan ku dengan kakak sudah jauh lebih baik sekarang." ucap Adel.


Alan melepaskan tangan Adel.


"Saya masih membenci kamu!" ucap Alan langsung pergi. Adel tersenyum tipis.


"Wajah nya tiba-tiba merah." ucap Adel.


"Aku tidak tau apa yang membuat nya membenci ku." Adel langsung tidur lagi.


Keesokan harinya...


Adel terbangun karena suara handphone nya.


"Mamah.." ucap Adel.


"Kenapa mamah nelpon pagi-pagi sih? Huff pasti nanya in kak Alan." ucap Adel.


Adel keluar dari kamar nya dia langsung mengetuk pintu kamar Alan namun tidak ada jawaban.


"Ah sudahlah aku langsung masuk saja." ucap Adel.

__ADS_1


"Kak! Kak Alan bangun, nih Mamah nelpon aku. Dia pasti mau nanyain kakak." ucap Adel.


"Kamu jawab saja." ucap Alan.


Adel menghela nafas panjang dia duduk di kasur. Karena panggilan video dia harus berpura-pura satu kamar dengan Alan.


"Halo Mah." ucap Adel.


"Kenapa kamu sangat lama menjawab telpon Mamah? Kamu baru bangun?" Tanya mamah mertua nya.


Tiba-tiba Adel kaget karena Alan mendekati nya dan memeluk pinggang nya.


"Iyah mah aku minta maaf." ucap Adel.


"Kamu lagi di rumah kan? Suami kamu mana? Kenapa dia tidak juga Menelpon mamah?" tanya Mamah mertua nya.


"Masih tidur mah. hari ini kak Alan libur jadi telat bangun." ucap Adel.


"Coba mamah lihat? Mamah tidak percaya dia pasti mau menghindari Mamah." ucap Mamah nya.


Adel mengarahkan kamera ke arah pinggang nya dan benar saja wajah Alan masih sangat nyenyak.


Mamah mertua nya melihat Alan memeluk Adel membuat nya senyum-senyum.


"Ya udah deh kalau begitu nanti telpon mamah kalau dia sudah bangun, maaf mamah sudah mengganggu." ucap Mamah nya langsung mematikan telepon.


"Huff Untung saja aku masih sempat ke sini." ucap Adel bernafas lega.


Adel menoleh ke arah Alan yang masih memeluk nya dia tersenyum.


"Aku sangat senang kalau kak Alan semakin dekat dengan ku." ucap Adel dia mengelus rambut Alan.


Dia libur suami nya juga libur waktu yang sangat ditunggu-tunggu oleh Adel beberapa bulan ini.


"Kak..." ucap Adel membangun kan suami nya.


"Kak bangun, ini sudah jam sembilan." ucap Adel.


"Saya masih mau tidur, saya tidak bekerja, jangan ganggu saya." ucap Alan berbalik mengabaikan Adel.


Adel tersenyum dia mendekati Alan.


"Apa kakak lupa hari ini kita ke rumah Ayah dan Bunda." ucap Adel.


Alan perlahan membuka mata nya.


Dia duduk menatap Adel yang tersenyum kepada nya.


"Saya sangat lapar." ucap Alan sambil mengelus perut nya.


Adel tertawa kecil. "Ya udah kalau begitu kakak mandi dulu aku masak." ucap Adel. Alan mengangguk.


Adel hendak turun dari tempat tidur namun Alan tiba-tiba menahan tangan nya.


"Iyah kak ada yang bisa aku bantu?" tanya Adel. Alan Menatap wajah Adel. Namun dia langsung melepaskan tangan nya lagi.


"Tidak ada kamu pergi lah." ucap Alan. Adel menatap nya bingung, namun tidak ingin membuang waktu Adel langsung keluar.

__ADS_1


Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga Adel memasak.


"Kok kak Alan gak keluar juga sih? Tadi kata nya lapar." ucap Adel. Dia memeriksa ke kamar Alan terlebih dahulu.


"Kak.. Sarapan nya sudah selesai, kakak sudah selesai mandi?" tanya Adel namun dia terdiam di pintu karena melihat Alan kembali tidur.


Adel menghela nafas panjang.


"Ya Allah kak, di suruh mandi malah tidur lagi." ucap Adel.


"Kak Alan! Kak bangun..." Adel dengan rusuh membangun kan Alan.


Alan melihat ke arah Adel.


"Kenapa kamu sangat berisik? Saya sangat mengantuk." ucap Alan.


"Tapi kakak harus bangun! ayo buruan bangun!" ucap Adel menarik tangan Adel.


"Iyah-iyah saya bangun, kamu sangat rusuh!" ucap Alan langsung duduk.


Adel memberikan handuk.


"Ayo buruan mandi setelah itu keluar sarapan." ucap Adel memberikan handuk. Alan menatap wajah Adel yang sangat manis ketika tersenyum dan suara yang lembut menyuruh nya.


Alan mengambil handuk itu.


"Ayo buruan mandi kak." ucap Adel.


"Iyah.. Kamu keluar lah." ucap Alan. Adel menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak akan keluar sebelum kakak masuk ke kamar mandi." ucap Adel. Alan menghela nafas panjang. Dia turun dari kasur dengan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya.


Dia berdiri sangat dekat dengan Adel.


Alan menatap Adel.


"Di mana-mana seorang istri pasti sangat bawel sekali! Sangat sangat tidak suka." ucap Alan dan pergi.


Melihat ekspresi Alan membuat Adel tersenyum.


"Humm walaupun kak Alan belum mencintai aku, tapi aku sangat senang kak Alan sudah menganggap aku sebagai istri nya." ucap Adel.


Tidak beberapa lama Alan keluar dari kamar mandi. Dia melihat pakaian nya sudah ada di atas kasur.


"Aku ingin kakak pakai ini." isi surat di atas celana.


Alan memerhatikan pakaian itu.


"Huff harus di turuti walaupun aku tidak terbiasa, kalau tidak dia akan sangat cerewet." ucap Alan. setelah selesai dia melihat penampilan nya di cermin.


"Ternyata pilihan Adel tidak terlalu buruk." batin Alan.


"Sarapan apa yang kamu masak?" tanya Alan setelah sampai di meja makan.


Adel melihat penampilan Alan.


"Kenapa kamu melihat saya seperti itu? apa ada yang salah?" tanya Alan. Adel menggeleng kan kepala nya.

__ADS_1


"Kakak sangat tampan berpakaian seperti itu, tidak terlalu formal dan terlihat gaya anak muda." ucap Adel.


__ADS_2