
"Kamu benar-benar keterlaluan Riska!" ucap Alan dia langsung turun dari tempat tidur memakai pakaian nya.
"Kamu kenapa? Kamu seperti nya takut kalau istri mu tau kita tidur bersama, ada apa?" tanya Riska.
"Kamu jangan berfikir aneh-aneh, aku seperti ini agar orang tua ku tidak tau hubungan kita." ucap Alan.
"Tidak mungkin! Aku yakin kamu pasti sudah mencintai istri kamu kan." ucap Riska.
Alan terdiam sejenak. "Dengar aku dulu, aku sudah menjadi suami dia, dan dia adalah istri ku, kamu hanya selingkuhan ku." ucap Alan.
"Jadi karena itu kamu takut istri kamu tau? Kamu tidak serius kepada ku? Aku sangat mencintai kamu, dan aku tau kalau kamu juga mencintai aku." ucap Riska.
"Riska kamu dari awal pasti sudah tau kenapa aku berhubungan dengan kamu bukan?" ucap Alan.
"Apa aku hanya menjadi pelampiasan kamu saja?" tanya Riska.
"Aku sudah memiliki istri, dan semua orang tau itu." ucap Alan. "Apakah kamu tidak serius kepada ku? kamu bilang kalau kamu akan segera menceraikan istri mu, namun sudah hampir dua bulan kalian menikah kamu tidak kunjung menceraikan dia!" ucap Riska.
"Aku mohon Riska untuk kamu mengerti keadaan ku sekarang. Kamu juga tidak bisa berharap banyak kepada ku karena aku sudah menjadi milik orang lain." ucap Dika.
Riska menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak terima, aku ingin kamu hanya menjadi milik ku, aku sangat mencintai kamu." ucap Riska.
"Aku minta maaf Riska tapi aku hanya membutuhkan kesenangan sesaat saja dari kamu." ucap Alan. Dia langsung pergi
Adel baru saja sampai di sekolah nya.
"Nih untuk kamu." Adel memberikan bekal untuk Yoga dan setelah itu dia Duduk di kursi nya tidak mengatakan apapun.
"Terimakasih Adel. Kamu sangat baik sekali." ucap Yoga. Adel tidak menjawab nya.
Alan berangkat ke kantor nya. Dia bekerja seperti biasa.
Walaupun dia bekerja di ruangan nya dia kefikiran Terus dengan Adel yang sudah melihat foto mereka berdua.
Alan mengacak-acak rambut nya karena sangat pusing.
Di sore hari nya Alan pulang lebih cepat hari ini.
"Ini sudah jam lima kenapa Adel belum juga pulang?" ucap Alan sambil melihat keluar.
"Apa dia biasa nya pulang lambat?" ucap Alan.
Tiba-tiba mobil masuk. Alan sudah sangat gugup dia mempersiapkan diri.
__ADS_1
Adel melihat mobil suami nya.
"Kok tumben kak Alan pulang cepat pak." ucap Adel kepada supir nya.
"Saya tidak tau Non, mungkin pekerjaan di kantor sudah tidak ada.. Kalau begitu ini kunci mobil nya saya permisi Non." ucap supir.
Supir itu pergi Adel masuk ke dalam dia melihat Alan berdiri tidak jauh dari pintu masuk.
"Ini sudah jam lima lewat. Mana ada anak sekolah pulang jam segini." ucap Alan.
Adel melihat jam.
"Tadi ngumpul sama teman-teman kak." ucap Adel.
Alan menghela nafas panjang.
"Kalau begitu aku ke kamar dulu kak." ucap Adel langsung melewati Alan.
"Tunggu dulu!" ucap Alan. Adel berhenti dia menoleh ke arah Alan. "Iyah kak kenapa?" tanya Adel.
"Saya mau menjelaskan tentang foto itu. Kamu jangan salah paham terlebih dahulu." ucap Alan.
Adel berusaha untuk tersenyum. "Tidak perlu di bahas kak, aku tidak mau membahas nya. Aku juga tidak berhak mengurus kehidupan pribadi Kakak." ucap Adel.
"Tahan Adel, tahan.. kamu bukan siapa-siapa, ingat kamu sendiri yang akan menjadi korban nya kalau kamu marah." ucap Adel.
Tidak bisa menahan lagi dia langsung berlari masuk ke kamar nya dia menangis.
"Ya Allah kenapa sangat sakit sekali, apa yang harus aku lakukan agar aku tidak merasakan kepedihan ini." ucap Adel.
"Untuk saat ini aku ingin menghilang dari dunia ini, aku ingin pergi ke tempat yang tidak ada satu pun yang mengenal ku." ucap Adel sambil mengusap kepala nya.
"Penderitaan ku tak kunjung selesai, kesalahan apa yang aku perbuat sehingga Allah menguji ku seperti ini." ucap Adel.
Tiba-tiba ada notifikasi masuk ke handphone nya dia melihat siapa yang mengirimkan nya pesan.
Ternyata dari group sekolah pengumuman kalau piknik acara sekolah di majukan dan akan di laksanakan mulai besok.
Adel membaca itu sangat senang sekali. Dia bisa menghindar dari suami, atau orang tua nya untuk sementara waktu sampai pikiran nya tenang.
Sepanjang malam Adel tidak keluar dari kamar. Alan duduk di sofa ruang tamu sambil terus memerhatikan kamar Adel.
"Kenapa dia tidak keluar-keluar?" batin Alan.
__ADS_1
Sampai Besok pagi nya Alan di ruang tamu. Adel bangun lebih awal dia keluar dari kamar sudah berpakaian sekolah.
Alan mendengar pintu kamar terbuka dia langsung bangun.
"Adel!" ucap Alan terkejut melihat Adel membawa tas besar dan alat-alat Lain nya.
"Kakak kenapa tidur di sini?" tanya Adel. Alan menggeleng kan kepala nya.
"Saya tidak nyenyak tidur di kamar. kamu sendiri kenapa membawa barang-barang sebanyak ini ke sekolah?" tanya Alan.
Adel melihat barang-barang nya.
"Sekolah mengadakan penelitian di kota yang berbeda, kamu akan piknik selama satu Minggu." ucap Adel.
"Di luar kota? Kenapa kamu mengatakan nya Sekarang?" tanya Alan.
"Acara nya mendadak. Aku tidak bisa lama-lama kak, aku harus segera berangkat." ucap Adel berjalan ke depan.
Alan terlihat kaget dia bingung harus mengatakan bagaimana.
"Adel!" panggil Alan. Adel menoleh ke arah Alan. Namun Alan diam. Adel langsung menyalim tangan Alan.
"Aku pamit yah kak." ucap Adel.
"Saya tidak mengijinkan kamu pergi." ucap Alan. Adel yang hendak masuk ke dalam mobil seketika berhenti.
"Maksud kakak Apa?" tanya Adel.
"Kalau kamu pergi bagaimana dengan saya? Saya di sini sendirian? Apa kamu seorang istri yang pergi tanpa ijin suami?" tanya Alan.
"Apa kakak menganggap ku sebagai istri kakak?" tanya Adel.
"Aku rasa tampa ada aku kakak bisa bahagia, kakak bisa menghabiskan waktu lebih banyak di luar sana dan tidak perlu pulang." ucap Adel.
"Kamu menyindir saya?" tanya Alan.
"Sebaiknya aku pergi dulu kak." ucap Adel namun tangan di tahan oleh Alan dia mengambil barang-barang Adel.
"Kamu tidak boleh pergi, saya akan berbicara kepada guru kamu, saya akan membayar nilai kamu." ucap Alan.
"Aku pergi bukan hanya untuk belajar kak, tapi aku juga mau menenangkan diri. Aku tidak memiliki hak untuk marah kepada kakak. Aku sangat kecewa, aku sakit hati ketika melihat suami ku tidur bersama wanita lain." ucap Adel.
"Aku mencintai kakak dengan sangat tulus aku Melakukan apapun agar kakak bisa menerima ku, namun semua nya sia-sia." ucap Adel.
__ADS_1