Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 80


__ADS_3

Adel menggeleng kan kepala nya. "Terimakasih sudah merawat ku." ucap Adel.


Alan mau berbicara namun handphone nya berbunyi dari orang tua nya.


"Iyah halo Mah."


Tidak beberapa lama akhirnya selesai berbicara.


"Apa kamu sudah bisa datang ke rumah orang tua saya?" tanya Alan. Adel mengangguk.


"Kak Mutiara pasti sudah menceritakan hubungan kakak dengan nya. Aku rasa tidak ada perdebatan nanti nya." ucap Adel.


Alan terdiam. Adel masuk ke kamar.


Keesokan harinya Adel dan Alan sudah sampai di rumah orang tua nya.


Dan ternyata di sana Ada orang tua Adel juga.


"Kalian sudah tau bukan karena apa kita semua berkumpul di sini?" ucap Papah nya Alan.


Adel melihat Mutiara yang senyum-senyum.


"Kami sudah tau ternyata perjodohan ini tertukar. Seharusnya Alan dengan Mutiara."


Adel tidak mengetahui apapun dia hanya bisa diam.


"Karena sudah beberapa bulan dan sampai sekarang Adel juga tak kunjung mengandung kami sudah memutuskan untuk menikah kan Mutiara dengan Alan." ucap Orang tua Alan.


Alan kaget. Begitu juga dengan Adel.


Dia tidak pernah berfikir akan secepat itu mertua nya mengambil keputusan.


"Mahh.." ucap Alan.


"Ini sudah keputusan bersama. Mamah sama papah juga ingin cepat memiliki keturunan." ucap orang tua Alan.


Tidak bisa membantah. "Aku tidak bisa menceraikan Adel mah." ucap Alan.


"Kalau begitu tidak perlu menceraikan nya."


"Aku mau berpisah kak. Aku tidak mau di madu." ucap Adel.


Adel tidak bisa menahan diri akhirnya dia pergi dari sana.


"Adel." Alan mau mengejar nya namun Alan di tahan oleh Mutiara. "Sudah biarkan saja dia pergi. Ayo kita bicara kan hubungan kita." ucap Mutiara.


"Aku tidak mau menikah dengan kamu, aku sudah menikah dengan Adel, dia adik kamu sendiri." ucap Alan.


"Percuma saja kalian menikah tidak ada cinta dan juga tak kunjung bisa memberikan cucu kepada orang tua kita." ucap Mutiara.

__ADS_1


"Kalian berdua saling mencintai satu sama lain, kamu sebagai orang tua berniat baik untuk menikah kan kalian." ucap Orang tua Adel.


"Dulu kamu memang saling mencintai. Tapi sekarang tidak. Saya sudah mencintai Adel." ucap Alan.


"Gak mungkin.. Kamu berbohong kan? Kamu hanya marah kan kepada ku." ucap Mutiara.


"Alan! Jangan membuat Papah sama Mamah malu! Ceraikan istri kamu sebelum papah dan mamah bertindak." ucap orang tua nya.


Seketika Alan diam, dia tidak bisa membantah.


"Pokoknya mamah sama papah mau kamu menikahi Mutiara." ucap orang tua nya.


Alan tidak bisa menolak, Mutiara sangat pandai mengambil perhatian orang tua nya.


Alan memilih untuk pulang, sampai di rumah dia langsung mencari Adel.


"Adel..." ucap Alan. Adel yang sedang memasak di dapur menoleh ke arah Alan.


"Tidak ada yang perlu kita bicarakan kak, sebaiknya kakak segera mengurus surat cerai agar kakak bisa menikah dengan kak mutiara."


"Saya tidak akan menceraikan kamu, saya tidak bisa. Saya tidak mencintai Mutiara lagi." ucap Alan..


Adel mendekati Alan. "Kak aku mohon jangan membuat aku semakin sengsara. Ikuti apa kata orang tua kakak dan juga orang tua ku." ucap Adel.


Alan mengerti apa yang di maksud istri nya. Namun tetap saja dia tidak bisa.


"Saya tidak akan mengurus nya, saya tidak akan mau berpisah dengan kamu." ucap Alan membalikkan badan nya.


"Asal kamu tau Mutiara hanya mementingkan diri nya sendiri, dia tidak pernah mencintai saya dengan tulus, dia tidak pernah perduli kepada saya." ucap Alan.


Adel menggeleng kan kepala nya. "Dia sangat mencintai kakak, tidak jarang dulu dia sering menceritakan kakak kepada ku. Kalau aku tau pria yang di jodohkan kepada ku adalah pacar kakak ku aku tidak akan mau menikah." ucap Adel.


Alan menggeleng kan kepala nya. "Saya tidak mau membahas itu lagi, saya mau makan." ucap Alan langsung duduk di meja makan.


Adel menata makanan di atas meja, walaupun sedang dalam masalah, sedang keadaan kacau selagi Dia belum bercerai dengan suaminya dia harus tetap melakukan kewajiban nya.


"Kamu mau kemana?" tanya Alan menahan tangan Adel. Adel menatap tangan Alan. Alan langsung melepaskan nya.


Adel sangat anti di sentuh oleh Alan setelah kejadian beberapa hari yang lalu.


"Makan lah dengan saya." ucap Alan. Adel menggeleng kan kepala nya. "Aku sudah kenyang."


"Kalau kamu tidak mau Makan saya juga tidak akan makan." ucap Alan langsung berdiri.


Adel menghela nafas panjang.


Dia terpaksa duduk.


Keesokan harinya Adel baru saja memberangkatkan suami nya kerja.

__ADS_1


"Ada apa dengan kak Alan? Kenapa akhir-akhir dia sangat berubah drastis? Menjadi sangat baik, perduli, lembut dan juga perhatian." batin Adel.


Tiba-tiba Mutiara datang.


"Kak Mutiara." ucap Adel. "Kamu masih di sini ternyata? Kakak pikir kamu sudah pergi dari sini." ucap Mutiara.


"Aku masih istri kak Alan kak, aku belum bisa pergi." ucap Adel.


"Kamu tau kan kalau kakak sangat mencintai Alan dan Ingin menikah dengan nya?" Adel diam.


"Berapa kali kakak bilang agar kamu membujuk Alan mengurus surat cerai dan juga menikahi kakak." ucap Mutiara.


"Aku akan melakukan nya kak."


"Jangan hanya berbicara! Asal kamu tau yah kalau kamu itu hanya lah budak pelampiasan, jangan berharap bisa bersama dengan Alan." ucap Mutiara.


Adel diam. "Yang menganggap kamu ada itu hanya kakak, kalau kamu merebut kebahagiaan kakak itu arti nya kamu tidak menyanyangi kakak." ucap Mutiara.


Adel hanya bisa diam, Mutiara setelah selesai berbicara langsung pergi.


Dia menyusul Alan ke kantor nya.


"Ngapain kamu ke sini?" tanya Alan kepada Mutiara.


"Kok kamu nanya nya gitu sih sayang? Aku ke sini karena aku ingin bertemu kamu lah." ucap Mutiara.


"Mutiara aku mau kita putus." ucap Alan.


Mutiara langsung berdiri. Dia menatap Alan.


"Apa maksud kamu?" tanya Mutiara.


"Aku rasa aku tidak memiliki perasaan lagi sama kamu, hubungan kita sudah selesai Ketika aku sudah menikah dengan Adel." ucap Alan.


Mutiara menggeleng kan kepala nya.


"Tidak mungkin sayang, kamu hanya mengancam aku kan? Kamu tidak mungkin mencintai Adel." ucap Mutiara.


"Namun fakta nya adalah begitu, aku sudah mencintai Adel, tidak perduli apapun yang terjadi aku tidak akan menceraikan Adel." ucap Alan.


"Sayang aku mohon maafin aku." ucap Mutiara. "Tidak ada gunanya lagi mutiara, aku sudah melupakan semua nya." ucap Alan.


"Sayang..." Mutiara sangat sedih, dia menangis.


Alan meminta security membawa Mutiara keluar.


Sementara di rumah Adel sedang duduk termenung, dia memikirkan bagaimana nasibnya.


Tiba-tiba handphone nya berbunyi membubarkan lamunan nya.

__ADS_1


"Kak Alan." batin Adel


__ADS_2