
"Kok kak Alan belum pulang sih? Aku tidak bisa sendiri di rumah seperti ini, aku juga takut." batin Adel.
"Sayang..." ucap Riska melihat Alan sudah di apartemen nya, sementara dia baru pulang.
"Kamu dari mana jam segini baru pulang? Kamu meminta aku datang ke sini namun kamu malah pergi." ucap Alan.
"Kamu tidak mengatakan kalau kamu datang ke sini, aku minta maaf. Aku pergi minum-minum dengan teman ku." ucap Riska.
"Kamu sudah melihat ku kan? aku hanya memiliki waktu tiga jam di sini, kamu menghabis kan waktu itu dengan cara membuat ku lama menunggu. istri ku di rumah pasti sendiri sebaiknya aku pulang." ucap Riska.
"Kenapa sangat buru-buru sayang?" tanya Riska menahan tangan Alan.
Alan melepaskan yang Riska. "Kamu sedang mabuk, sebaiknya kamu tidur saja." ucap Alan kepada Riska.
Riska menggeleng kan kepala nya dia memeluk Alan.
"Asal kamu tau seharian aku tidak berhenti memikirkan kamu, akhir-akhir ini sifat kamu sangat dingin kepada ku." ucap Riska.
"Aku berusaha mencari kesibukan lain agar aku tidak menggangu kamu, aku tidak ingin seperti ini, aku terus memikirkan kamu." ucap Riska.
Alan menghela nafas panjang dia mendorong Riska dari pelukan nya pelan.
"Saya bekerja, Lagian saya juga bekerja untuk kamu kan?" ucap Alan.
"Aku tidak membutuhkan uang kamu, aku hanya ingin kamu bersama ku, aku ingin kamu yang aku cintai." ucap Riska.
"Kamu tidak boleh egois Riska, masih banyak yang harus saya urus, hidup saya bukan hanya kamu saja." ucap Alan.
"Kenapa? Kamu sudah memikirkan istri kamu kah?" tanya Riska.
Alan terdiam sejenak. "Kamu pulang cepat karena istri kamu, kamu tidak datang menemui aku karena istri mu, apa jangan-jangan kamu sudah memiliki rasa kepada istri mu!" ucap Alan.
"Huss apa yang kamu bicarakan! Jangan aneh-aneh!" ucap Alan. "Kalau kamu tidak ingin aku berfikir seperti itu maka tinggal lah di sini, aku ingin kamu menginap di sini aku mohon." ucap Riska.
Alan menghela nafas panjang. "Please.. Sayang.. aku mohon." ucap Riska. Dia menarik tangan Alan ke kamar nya.
Alan tidak bisa menolak dia mengikuti Riska ke kamar dan tidur bersama Riska.
"Sayang..." Riska mulai menggoda Alan namun Alan sama sekali tidak ingin.
__ADS_1
"Aku sangat lelah aku mohon jangan melakukan itu. Aku tidak ingin." ucap Alan. "Aku akan melakukan nya kamu tidur dengan posisi ternyaman kamu saja." ucap Riska.
Alan menggeleng kan kepala nya. "Kalau kamu ingin aku di sini tidur lah. Aku juga mau istirahat." ucap Alan.
Riska tersenyum, "baiklah." ucap nya dia pun langsung tidur di dada Alan.
Alan melihat Riska sudah tidur dia mengambil handphone nya untuk mengabari istri nya.
Ternyata sudah banyak pesan dari istri nya.
"Maaf saya tidak bisa pulang malam ini, kamu tidur lah tidak perlu menunggu saya." mengirimkan pesan kepada Adel.
Adel yang menunggu di ruang tamu melihat pesan itu.
"Kakak di mana? kenapa tidak pulang? aku takut sendirian di rumah." ucap Adel lagi.
"Saya di rumah orang tua saya, kamu sudah besar jangan manja!" isi pesan Alan kepada Adel.
Adel tidak bisa mengatakan apapun selain pasrah. Tidak beberapa lama akhirnya dia pun masuk ke kamar nya tidak lupa juga untuk menutup semua pintu.
Alan mulai mengantuk dia meletakkan handphone nya.
Sebelum tidur dia memindahkan kepala Riska ke bantal karena dia tidak nyaman.
Riska terbangun karena kepala nya di geser.
"Ada apa sih dengan Alan? Tidak biasanya dia seperti ini." ucap Riska.
Dia melihat handphone Alan. Karena dia tau Pasword handphone Alan dia membuka nya dengan mudah.
Riska membaca pesan Adel dengan Alan. "Ternyata Alan tidak jujur mengatakan kalau dia tidur di sini." batin Riska.
"Aku rasa Alan sudah memiliki perasaan kepada istri nya, aku tidak boleh membiarkan ini terjadi." ucap Riska.
Dia membuka kemeja yang di pakai Alan dan membuka baju nya. Dia mengambil foto sambil tiduran di dada Alan.
"Aku yakin istri nya pasti akan sangat sedih dan sangat marah kepada Alan." ucap Riska sambil tersenyum.
Setelah itu dia tidur.
__ADS_1
Keesokan harinya...
Adel bangun karena alarm handphone nya.
"Huff aku l harus bangun untuk memasak sarapan." ucap Adel. Dengan nyawa masih belum terkumpul dia berusaha untuk bangun.
Adel keluar dari kamar nya. Adel Memasak sarapan cukup banyak karena untuk Yoga juga.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai dia sudah mengisi ke bekal Yoga yang sebelumnya ada pada dia. Setelah itu dia masuk ke kamar nya mau mandi.
"Apa kak Alan tidak pulang pagi ini? sebaik nya aku menelpon dia dulu deh, siapa tau dia belum bangun." ucap Adel.
Dia membuka handphone dan memeriksa WhatsApp nya. Namun saat membuka WhatsApp nya dia sangat terkejut melihat Perempuan yang tidak asing bersama Alan.
Tangan nya bergemetar handphone nya jatuh dari tangan nya.
"Kak Alan tidur dengan perempuan yang bernama Riska itu, lalu kenapa dia mengatakan tidur di rumah orang tua nya?" ucap Adel.
"Aku sangat bodoh sudah sangat percaya, sekarang aku harus merasakan sakit nya bagaimana ketika sudah mulai mencintai seseorang." ucap Adel.
"Aku salah sudah percaya kepada kak Alan." ucap nya.
Dia berusaha kuat walaupun Air mata nya keluar dari kelopak mata nya.
"Riska!" bentak Alan kepada Riska yang sedang tidur di samping nya.
"Sayang... Kenapa sih? Kok pagi-pagi sudah ribut?" tanya Riska.
"Apa maksud kamu mengirimkan foto ini kepada istri ku? Apa maksud kamu!" ucap Alan dengan nada yang sangat tinggi wajah yang sangat marah sekali.
"Kenapa? Bukan nya bagus jika istri kamu tau? dia akan sadar diri dan segera meninggalkan kamu." ucap Riska.
"Kamu benar-benar keterlaluan Riska!" ucap Alan dia langsung turun dari tempat tidur memakai pakaian nya.
"Kamu kenapa? Kamu seperti nya takut kalau istri mu tau kita tidur bersama, ada apa?" tanya Riska.
"Kamu jangan berfikir aneh-aneh, aku seperti ini agar orang tua ku tidak tau hubungan kita." ucap Alan.
"Tidak mungkin! Aku yakin kamu pasti sudah mencintai istri kamu kan." ucap Riska.
__ADS_1
Alan terdiam sejenak. "Dengar aku dulu, aku sudah menjadi suami dia, dan dia adalah istri ku, kamu hanya selingkuhan ku." ucap Alan.
"Jadi karena itu kamu takut istri kamu tau? Kamu tidak serius kepada ku? Aku sangat mencintai kamu, dan aku tau kalau kamu juga mencintai aku." ucap Riska.