Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 24


__ADS_3

"Kenapa Adel selalu merasakan hidup yang malang, apa dia melakukan kesalahan sehingga tidak di perduli kan seperti itu?" tanya Mamah.


"Sudah lah mah, kita tau tau bagaimana ceritanya. Aku tidak ingin membahas nya." ucap Yoga.


"Ya udah deh. kalau begitu kamu Tunggu Masakan mamah sebentar. Mamah mau ke kamar mandi." ucap mamah nya.


Yoga mengganguk.


Di kamar mandi mamah nya berfikir keras.


"Kalau Adel terus seperti ini seperti nya aku harus memberanikan diri untuk datang ke rumah orang tua nya, Adel adalah anak mereka kenapa mereka sangat jahat dan tidak perduli." ucap mamah Yoga.


Tidak beberapa lama akhirnya Mamah nya Yoga keluar dari kamar mandi dan melanjutkan memasak nya.


Setelah masak Mamah dan Yoga duduk di ruang tamu.


Sementara Alan baru sampai di rumah orang tua nya, namun tidak ada siapapun di rumah, orang tua nya pergi bekerja, hanya ada pelayan di rumah.


"Bik! Apa Adel datang ke sini?" tanya Alan.. Bibik yang melihat Alan datang sudah ketakutan dia menjawab dengan gemetar.


"Ti-tidak ada Pak." ucap Bibik.


"Jangan berbohong! Kapan orang tua saya pulang?" ucap Alan.


"Mbak Adel memang tidak ada ke sini Pak, saya tidak berbohong.. Kalau Bapak dengan Ibu mungkin nanti malam pak." ucap Bibik.


"Saya minta Bibik jangan sampai mengadukan hal yang terjadi kemarin kepada orang tua saya! Karena kalau mereka tau Bibik siap-siap terkena resiko nya." ucap Alan karena dia mengingat kalau dia menampar Adel di depan Bibik itu.


"Ba-baik pak, baik pak." ucap Bibik.


"Saya pegang kata-kata Bibik." ucap Alan.


Setelah itu Alan pergi dari rumah orang tua nya.


"Kemana Dia?" batin Alan.


Alan jadi pusing sendiri memikirkan kemana Adel.


"Mungkin dia sudah kembali ke rumah, sebaik nya aku memeriksa ke rumah terlebih dahulu." ucap Alan lagi.


Dia kembali ke rumah.


Namun sampai di rumah Adel tidak ada juga di rumah. Dia duduk di teras berharap Adel segera pulang.


"Tidak biasanya dia seperti ini? Kira-kira kemana dia? dalam keadaan sakit seperti itu dia pasti dalam bahaya." batin Alan.

__ADS_1


"Tunggu! Tunggu! Kenapa aku jadi mengkhawatirkan dia? Gak mungkin. Aku tidak perduli." ucap Alan.


Di sore hari tepat jam Tiga lewat Adel bangun dia melihat Wajah nya di cermin ternyata sudah mulai membaik.


"Hufff memar nya sudah mau hilang, bagus deh." batin Adel.


Membasuh wajah nya ke kamar mandi setelah itu dia keluar. Dari pintu kamar dia melihat Yoga dan mamah nya sedang bergurau, bercerita banyak hal.


Adel yang melihat selalu cemburu. Dia juga ingin merasakan dekat dan di sayangi oleh orang tua nya.


"Adel! Kamu sudah bangun?" ucap Yoga. Adel tersenyum.


"Kamu sudah bangun waktu nya makan. Setelah itu kamu minum obat agar cepat sembuh..Tante paling gak bisa melihat orang yang Tante sayang sakit." ucap Mamah nya Yoga.


Adel mengangguk sambil mengucapkan terimakasih.


Adel makan di temanin mamah nya Yoga dan Juga Yoga.


"Tante sudah memutuskan untuk datang ke rumah orang tua kamu." ucap Mamah Yoga.. Kedua nya menatap nya.


"Kenapa Tante? Untuk apa?" tanya Adel.


"Tante tidak tega melihat kamu seperti ini, kamu adalah anak mereka, namun kenapa mereka begitu jahat.. Kalau mereka tidak mau mengurus kamu, Tante bisa kok mengurus kamu menjadikan kamu anak Tante." ucap Mamah Yoga.


"Jangan Tante, aku tidak ingin Tante dan Yoga terbawa-bawa dalam masalah keluarga ku." ucap Adel.


"Mah.. Kalau mamah melakukan itu yang jadi sasaran mereka adalah Adel. Lebih baik kita tidak perlu ikut campur." ucap Yoga.


"Tapi mamah sangat sedih melihat Adel seperti ini." ucap Mamah Yoga.


"Aku baik-baik aja Tante, terimakasih sudah sayang sama ku dan perduli dan sudah mau membiarkan aku istirahat di sini." ucap Adel.


Mamah nya Yoga menangis. Yoga berusaha menenangkan Mamah nya. Sementara Adel jadi merasa bersalah dia jadi tidak nyaman.


Namun dia harus menghargai Orang tua Yoga. Dia menghabiskan makanan nya.


Tidak terasa sudah malam. "Tante aku pulang dulu yah, sudah malam." ucap Adel.


"Kamu tidak ingin menginap kah?" tanya Mamah Yoga. Adel menggeleng kan kepala nya.


"Aku harus pulang, takut ada yang mencari ku." ucap Adel walaupun sebenarnya memang tidak ada.


"Tante ikut yah nganterin kamu pulang." ucap Mamah.


"Tidak perlu mah, mamah di rumah saja." ucap Yoga.

__ADS_1


"Kamu anterin Adel sampai ke rumah nya yah nak." ucap Mamah nya Yoga.


Mereka pamit setelah itu langsung pergi.


"Maafin mamah yah, mungkin dia hanya syok melihat wajah kamu." ucap Yoga.


Adel mengangguk.


"Sekarang kamu yakin mau pulang? Kamu bilang kalau kamu mau menginap. Kenapa tidak jadi?" tanya Yoga.


"Aku jadi gak enak sama Tante." ucap Adel.


"Oohh tentang mamah. Lain kali aku akan menjelaskan kepada Mamah ku kok." Ucap Yoga. Adel mengangguk.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di depan gerbang.


"Aku langsung pulang yah," ucap Yoga.


"Terimakasih banyak yah." ucap Adel.


"Istirahat yang banyak, tentang ke sekolah kamu tenang saja, aku akan berbicara dengan guru. Nanti tugas nya aku kasih tau ke kamu." ucap Yoga.


"Iyah Ga, terimakasih yah." ucap Adel. "Ya udah kamu masuk gih, di sini sangat dingin. Byeeee...." Ucap Yoga berusaha untuk tersenyum dan ceria agar Adel juga ikutan tersenyum.


Setelah Yoga pergi Adel masuk. Sementara di dalam Alan yang mendengar suara mobil dia langsung melihat dari jendela.


"Aku pernah melihat pria itu di acara pernikahan waktu itu. Ternyata Adel keluar dengan dia." batin Yoga.


Adel membuka sendal nya. Dia masuk sambil mengucapkan salam namun terkejut karena Alan berdiri di dekat pintu.


"Dari mana saja kamu?" tanya Alan.


"Kak Alan." ucap Adel mau menyalim tangan Suami nya namun melihat tangan kanan Alan dia jadi Takut dan sangat trauma sekali.


"A-aku dari luar bersama teman ku kak." ucap Adel.


"Sudah jam berapa ini? Kamu keluar dari jam berapa? Apa keluar dengan teman selama itu?" tanya Alan.


Adel memegang kepala nya. Alan langsung panik. Namun dia tidak terlalu menunjukkan nya.


"Kepala ku sangat sakit kak, aku mau istirahat." ucap Adel langsung meninggalkan Alan.


Alan melihat Adel yang hanya menunduk, tidak mau menatap nya.


"Seperti nya kepada nya sudah membaik, wajah nya juga sudah terlihat memudar." ucap Alan dia tau kalau Adel berpura-pura sakit untuk menghindari nya.

__ADS_1


Di kamar Adel langsung mengunci pintu dia duduk di pinggir kasur.


"Kapan ini akan berakhir. Aku sudah tidak tau harus bagaimana." ucap Adel.


__ADS_2