Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 31


__ADS_3

harus dia makan.


"Kamu mau membunuh saya memberikan obat begitu banyak seperti ini?" tanya Alan.


"Ini obat dari dokter, kalau aku berniat membunuh kakak, aku sudah melakukan nya waktu kakak tidur tadi malam." ucap Adel.


"Saya sudah di suntik, kenapa saya harus minum begitu banyak obat?" tanya Alan.


Adel menghela nafas panjang. "Kalau kakak tidak meminum ini, kakak akan lebih banyak di suntik besok, kakak memilih apa?" tanya Adel.


Alan menghela nafas panjang. Akhirnya dia memilih minum obat walaupun sangat berat sekali. Satu persatu obat Alan makan itu saja sudah mau muntah.


"Saya tidak kuat lagi." ucap Alan.


Adel melihat Alan.


"Hanya minum obat saja sudah tidak kuat." ucap Adel dalam hati.


Alan berbaring menghela nafas panjang beberapa kali karena sudah mau muntah.


"Sudah lah tidak ada gunanya saya minum obat. Rasa nya mau muntah." ucap Alan.


"Kalau kakak tidak minum obat, kakak tidak akan sembuh." ucap Adel. Alan menggeleng kan kepala nya. Dia memegang perut nya terus.


"Jangan mengeluarkan nya kak, minum dulu." ucap Adel memberikan air minum kepada Alan.


Alan menggeleng kan kepala nya namun Adel memaksa nya.


"Sangat pahit sekali. Pahit.." ucap Alan.


"Kakak minum saja banyak rasa pahit nya akan hilang." ucap Adel. Alan terus menggeleng kan kepala nya.


"Ayo terus minum kak." ucap Adel, Alan tidak mau.


Adel langsung mencium bibir Alan. Alan kaget namun Adel membantu menghilangkan rasa pahit pada Alan.


Walaupun sedikit aneh rasa nya dia terus melakukan nya. Alan langsung membalas ciuman Adel. Tiba-tiba pintu di ketok oleh Mamah nya Alan.


Adel dan Alan langsung menyudahi ciuman mereka.


"Bagaimana perasaan kamu sekarang nak? apa masih sakit? Kamu sudah minum obat?" tanya Mamah nya.


Adel langsung berdiri dia menghapus bibir nya yang basah. Alan sudah merasa sedikit enakan, rasa pahit di lidah nya sudah hilang.

__ADS_1


"Sudah lebih baik Kok Mah, aku mau istirahat dulu." ucap Alan. "Ya udah kalau begitu kamu tidur lah..Hari ini Mamah sama papah nginap di sini kok." ucap Mamah nya.


"Menginap di sini?" tanya Alan kaget.


"Iyah. Kasihan Adel sendiri mengurus kamu di sini." ucap mamah nya. Alan menoleh ke arah Adel.


"Ya udah kalau begitu Mamah keluar dulu." ucap mamah nya. Alan menatap Adel.


"Maafin aku mencium kakak tiba-tiba, aku hanya membantu kakak mengurangi rasa pahit nya." ucap Adel.


"Lain kali jangan melakukan itu!" ucap Alan.


"Tidak ada salahnya bukan? Lagian aku adalah istri kakak." ucap Adel.


"Seharusnya yang kita lakukan sudah lebih dari itu, kita sudah berumah tangga satu bulan lebih." ucap Adel.


Alan menghela nafas panjang.


"Jadi kamu ingin kita melakukan apa? Ingat yah saya tidak mencintai kamu, saya menikah dengan kamu karena perjodohan saja!" ucap Alan.


"Iyah aku tau, Tapi kakak jangan lupa kalau kakak harus memberikan cucu kepada orang tua kakak." ucap Adel.


"Apa kamu mau hamil lagi sekolah? saya akan melakukan nya kalau begitu." ucap Alan.


"Aku hanya bercanda, mana mungkin juga aku mau tidur dengan pria yang tidak mencintai ku." ucap Adel.


"Bagus lah kalau begitu." ucap Alan.


Adel terdiam sejenak. "Saya tidak suka kamu melakukan itu lagi, jangan pernah lakukan itu." ucap Alan langsung menghapus mulut nya.


"Oh iya kak, terpaksa nanti malam aku akan tidur." ucap Adel. "Kamu tidur saja di sofa." ucap Alan. Adel mengangguk.


Tiba malam Adel baru saja selesai mandi dia melihat ke arah Alan yang tidur berselimut tebal dia juga sudah selesai makan obat jadi tidak ada yang mau di pikir kan Adel.


Adel duduk sebentar di karpet untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah yang di kirim kan oleh Arya.


Lumayan banyak sampai dia kelelahan dan mengantuk sekali.


Namun dia tidak boleh tidur sebelum selesai. Karena semua nya besok di kumpul kan.


Tidak beberapa lama Alan bangun dia melihat Adel yang di bawah belajar begitu fokus sekali. Dia mau minum namun Adel melihat nya.


"Kakak ngomong kalau mau minum. Mau sesuatu itu harus ngomong." ucap Adel.

__ADS_1


Alan hanya diam saja. Alan Duduk dia memerhatikan Adel yang belajar sehingga tidak menghiraukan Alan.


Sementara di luar Mertua nya sudah di kamar. "Kenapa kamar ini isi nya hanya barang-barang Adel yah mah?" tanya suami nya. Mamah nya melihat semua sudut kamar itu.


"Mungkin Ini adalah kamar khusus tempat barang-barang Adel. Papah tau sendiri seperti apa perempuan, dia selalu memiliki barang-barang yang begitu banyak sekali." ucap mamah nya Alan.


Tidak beberapa lama akhirnya tugas nya selesai.


"Huff akhirnya selesai juga." ucap Adel sambil meregangkan Otot-otot tubuh nya termasuk tangan nya.


"Sudah selesai?" tanya Alan. Adel melihat ke arah Alan. "Kakak Kenapa belum tidur?" tanya Adel sambil merapikan Buku-buku nya.


"Saya belum bisa tidur." ucap Alan. "Humm wajar saja karena kakak seharian tidur." ucap Adel.


Tidak beberapa lama akhirnya dia selesai menata buku di dalam tasnya.


"Besok aku sekolah, Mamah sama papah masih di sini kok bisa menemani kakak." ucap Adel.


"Saya belum sembuh total, kamu sebagai istri sangat tega meninggalkan saya." ucap Alan.


Adel menoleh ke arah Alan. "Bukan nya kakak gak suka di rawat sama aku?" tanya Adel. "Hum maksud saya bukan seperti itu, orang tua saya di sini kenapa kamu malah pergi." ucap Alan.


Adel menghela nafas panjang. "Aku sekolah, sudah kewajiban aku memang mengurus suami tapi aku harus sekolah. Mamah juga yang menyuruh ku sekolah." ucap Adel.


Alan menghela nafas panjang.


"Aku sudah sangat mengantuk, aku mau tidur. Selamat malam kak." ucap Adel menarik selimut nya dan tidur di sofa.


"Saya belum mengantuk, kamu harus menemani saya." ucap Alan. Adel menoleh ke arah Alan.


"Kakak tidur lah agar cepat sembuh." ucap Adel.


"Saya Ingin bercerita sama kamu kalau saya tadi malam bermimpi seseorang datang hendak membunuh saya." ucap Alan.


"Saya berteriak dan sangat takut sekali. Setelah itu badan saya terasa sangat panas." ucap Alan.


Namun tidak ada jawaban.


"Apa kamu mendengar saya? Kenapa kamu tidak berbicara sama sekali?" tanya Alan.


Tidak ada jawaban juga. Alan menoleh ke arah Adel.


DN ternyata Adel sudah tidur dengan sangat nyenyak sekali. Alan menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Huff Istri apa seperti dia yang tidur terlebih dahulu." ucap Alan dengan kesal.


__ADS_2