Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 68


__ADS_3

"Aku tidak mau, aku tidak ingin tau." ucap Adel.


"Kamu harus tau. Itu adalah cara kamu memanjakan suami kamu sendiri." ucap Alan.


Adel menggeleng kan kepala nya. Alan langsung memegang leher Adel dan mencium bibir nya dengan sangat ganas sekali.


Adel mencoba berontak namun semua nya sia-sia. Alan membuka baju Adel dengan sangat mudah.


"Ada apa dengan kakak? aku mohon jangan lakukan itu, aku belum siap." ucap Adel.


"Saya meminum alkohol terlalu banyak tadi. Kamu harus tanggung jawab." ucap Alan.


"Kakak yang salah karena meminum banyak alkohol." ucap Adel sambil terus menahan baju nya agar tidak terbuka.


Alan sudah terdengar sangat berat sekali.


Dia menatap Adel seperti menatap makanan.


"Aku mohon Sadar lah kak, aku bukan lah Riska, aku bukan perempuan murahan." ucap Adel.


"Adel... Kamu adalah istri saya, kenapa kamu berfikir seperti itu. Saya seperti ini karena itu kamu." ucap Alan.


Adel terdiam sejenak.


Alan melepaskan tangan Adel dari baju nya. Adel sudah lemah kembali dia membiarkan Alan membuka baju nya.


"Ternyata badan kamu cukup bagus. Kulit kamu sangat lembut dan sangat putih dan bersih." ucap Alan.


"Berhenti berbicara mesum! aku tidak suka." ucap Adel.


Alan tersenyum. "Kenapa kamu menggunakan teen top, sangat tidak bagus dan hanya bisa membuat lama saja." ucap Alan.


Adel diam. Alan Menaik kan sedikit dan menyentuh perut Adel.


"Kak! kak aku mohon jangan kak, aku belum siap." ucap Adel langsung duduk menutup badan nya dengan selimut.


"Apa kamu tidak kasian kepada saya?" tanya Alan.


Adel menghela nafas panjang.


"Kakak harus segera sadar. aku akan membuat kan teh atau sesuatu yang hangat untuk kakak." ucap Alan. Adel menggeleng kan kepala nya. "Saya tidak butuh itu, saya hanya butuh kamu saja." ucap Alan.


Adel menghela nafas panjang.


"Aku mohon jangan lakukan itu kak." ucap Adel..Alan tidak bisa dia menarik Adel dengan kasar memaksa nya.


Adel sudah berontak namun tidak ada gunanya akhirnya dia bisa pasrah. Alan mau melakukan apapun di badan nya tidak lagi masalah bagi nya.

__ADS_1


Lagian itu sudah lah hak suami nya.


"Mungkin sudah saatnya aku melepaskan nya, aku sudah siap mengambil semua resiko nya." ucap Adel dalam hati.


Namun tidak beberapa lama tiba-tiba Alan tidur di samping Adel setelah puas menciumi badan Adel dia merasa puas dan akhirnya memilih untuk tidur.


Adel menoleh ke arah wajah Alan.


"Kenapa dia malah tidur? Dia seperti mau memakan ku sampai habis namun sekarang dia Malah tidur." ucap Adel.


Adel juga merasa sangat mengantuk sekali dia menutup badan nya begitu saja dengan selimut dan menjaga jarak dari Suami nya.


Keesokan harinya...


"Selamat pagi..." sapa Alan kepada Adel yang baru saja bangun. Dia membuka mata nya namun sudah melihat Alan di Depan mata nya sambil tersenyum.


"Ya Allah kenapa kak Alan ganteng banget sih, pagi-pagi melihat pemandangan seperti ini membuat ku semakin semangat yah, bagaimana aku bisa berhenti mencintai nya." batin Adel.


"Ayo buruan bangun." ucap Alan. Adel menggeleng kan kepala nya dia melihat dia . masih di tutupi selimut.


"Aku harap kakak tidak melakukan hal yang aneh-aneh kepada ku." ucap Adel.


"Saya minta maaf soal tadi malam, saya tidak tau kalau saya akan bisa melakukan hal seperti itu setelah habis minum." ucap Alan.


"Aku tidak suka kalau kakak seperti itu." ucap Adel.


"Sudah lah jangan bahas tentang itu lagi, aku tidak mau mendengar nya sebaik nya hari ini kita pulang saja." ucap Adel.


Melihat Adel sangat kesal membuat Alan sangat merasa bersalah. "Baiklah kalau itu yang kamu mau." ucap Alan.


Adel beranjak dari tempat tidur, dia Duduk Tampa sadar kalau dia belum berpakaian.


Setelah sadar dia kaget dan menutupi nya.


"Kakak jangan melihat ke sini!" ucap Adel mengancam. Alan menggeleng kan kepala nya dan langsung berputar arah dan tersenyum.


Setelah selesai mandi pagi mereka mau mencari sarapan.


"Aku sudah sangat lapar kak, ayo buruan berangkat." ucap Adel. "Kamu yakin mau keluar seperti ini?" tanya Alan.


"Kenapa? Apa yang salah dengan ku?" tanya Adel.


"Tidak ada yang salah hanya saja banyak bekas merah-merah di leher mu." ucap Alan.


Adel kaget dia penasaran dan langsung ke cermin.


"Ya ampun.. Kenapa sangat banyak." ucap Adel. Alan berpura-pura tidak tau saja.

__ADS_1


Adel menatap ke arah Alan.


"Ini semua karena Kakak! Kenapa kakak melakukan ini? Sangat jahat sekali!" ucap Adel mencubit telinga Alan.


"Maaf-maaf saya tidak sengaja, saya hanya mencium sedikit, namun kulit kamu sangat cepat memerah." ucap Alan.


Adel merasa kesal dia memukul dada Alan.


"Kalau seperti ini bagaimana aku menghilangkan nya?" tanya Adel.


"Itu tidak akan bisa hilang, harus menunggu Tiga hari baru bisa hilang." ucap Alan.


"Lalu bagaimana aku keluar? Bagaimana kalau orang melihat nya? Mereka akan berfikir yang aneh-aneh." ucap Adel.


"Berhenti memikirkan orang lain." ucap Alan dengan sangat cuek.


"Aku tidak mau tau kakak harus segera menghilang kan semua nya ini!" ucap Adel.


"Saya tidak bisa menghilangkannya tapi saya bisa membuat yang baru lagi." ucap Alan.


"Kak Alan! Jangan membuat ku kesal deh!" ucap Adel.


"sudah-sudah jangan membahas itu lagi, kita bisa membeli obat di apartemen nanti nya." ucap Alan.


"Tapi kak." ucap Adel.


"Tidak apa-apa, itu adalah bukti tanda cinta dari saya untuk kamu." ucap Alan. Adel menghela nafas panjang.


"Terlalu banyak berbicara." ucap Adel. Alan tertawa kecil.


"Nih pakai ini saja untuk menutupi nya." ucap Alan memberikan syal dan memasang kan kepada Adel.


"Ini tidak akan bisa menghapus nya, Tapi setidaknya bisa menutupi nya.


"Saya sudah sangat lapar, ayo mencari sarapan terlebih dahulu." ucap Alan.


Adel menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak percaya diri keluar, aku tidak mau." ucap Adel. Alan menghela nafas panjang.


"Perempuan sungguh banyak mau nya, ini sudah tidak kelihatan, mereka tidak akan tau kalau di badan kamu banyak seperti ini karena sudah di tutupi." ucap Alan.


Adel menggeleng kan kepala nya. "Aku tetap tidak percaya diri." ucap Adel. Alan Menatap wajah Adel.


"Baiklah-baiklah aku mau, Tapi jangan di tempat ramai." ucap Adel. Alan mengangguk. Setelah itu mereka keluar Adel berjalan lebih jauh dari Alan sementara Alan berusaha untuk mendekati nya.


"Kamu malu yah jalan bersama laki-laki seperti saya?" tanya Alan. Adel Menatap dengan tatapan heran.

__ADS_1


__ADS_2