Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 41


__ADS_3

Alan melihat dokumen-dokumen.


"Maaf Ayah, Bunda, tapi saya sedang membuka proyek baru sampai sekarang belum selesai, saya tidak bisa membantu Ayah dengan bunda untuk saat ini." ucap Alan.


"Kak Air mandi nya sudah selesai." ucap Adel.


"Baiklah kalau begitu Bunda, Ayah saya mau mandi dulu." ucap Alan langsung meninggalkan mereka.


"Adel kamu ke sini dulu." ucap Ayah nya. Adel dengan ragu-ragu mendekati ayah nya.


"Bujuk suami kamu agar mau membantu ayah dan bunda! Kalau kamu tidak berhasil kamu tidak bisa di andalkan sama sekali. Pokoknya ayah mau suami kamu mau membantu ayah dan bunda." ucap Ayah nya.


"Aku harus bagaimana Ayah?" tanya Adel.


"Pokoknya kamu harus membujuk suami kamu, bagaimana pun itu!" ucap ayah nya.


"Kalau kamu tidak bisa kamu tidak kami anggap sebagai anak!" ucap bunda nya setelah itu mereka langsung keluar dari rumah itu dengan marah, kecewa.


Adel Melihat orang tua nya pergi. Adel menutup pintu karena sudah sore juga. Adel duduk di sofa ruang tamu memegang pipi nya yang masih terasa sangat sakit.


"Kenapa begitu malang nasib yang aku Alami? sekarang aku harus bagaimana." ucap nya dalam hati.


Dia tidak ingin suami nya melihat dia menangis dia langsung ke kamar nya untuk menyembunyikan kesedihannya.


Yoga di tempat lain tidak berhenti memikirkan Adel.


Mamah nya baru saja pulang.


"Loh yoga kenapa kamu duduk di luar? ini sudah gelap." ucap mamah nya.


"Ini mau berangkat ke rumah Adel mah, aku ada janji sama dia jam tujuh malam untuk makan di luar merayakan ulang tahun ku." ucap Yoga.


"Kamu bilang kalau Adel lupa, kenapa tiba-tiba jadi makan bersama? Semalam saja sudah seperti laki-laki Patah hati menangis karena ulang tahun tidak di ucapkan oleh Adel. Namun sekarang seperti menang lotre saja." ucap Bu Hana.


Yoga tersenyum. "Mamah..." ucap Yoga. "Baiklah Mamah mengerti kok." ucap mamah nya. Yoga tersenyum.


"Humm mamah boleh ikut gak? Tidak pernah kamu ngajak mamah sama Adel makan malam bersama." ucap Bu Hana.


"Besok yah mah, tapi untuk sekarang ini aku sama Adel dulu." ucap Yoga. "Huff kalau sudah tentang Adel kamu pasti melupakan mamah, ya udah deh kamu hati-hati di jalan sampai kan salam mamah sama Adel." ucap Bu Hana.


Yoga mengganguk.


Yoga menelpon Nomor Adel namun tidak aktif..


"Mungkin dia sudah menunggu ku, sebaiknya aku pergi saja ke sana." ucap Yoga.

__ADS_1


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di depan gerbang.


"Loh kok Sepi sih?" ucap Yoga melihat gerbang tertutup dan pintu rumah tertutup. Dia menelpon Adel namun tidak bisa Juga.


Mengirimkan pesan tidak masuk.


"Kemana dia? apa dia tidak ada di rumah?" tanya Yoga bingung.


Sementara di dalam Adel melihat mobil Yoga.


Dia sudah siap-siap dia sudah rapi namun mengingat kata-kata orang tua nya dia jadi takut untuk turun.


Dia sudah menutupi memar di wajah nya dengan bedak tebal.


Tapi di kamar saja membuat kepala nya pusing dia semakin sedih. Akhirnya dia memilih untuk keluar.


Yoga sudah sangat sedih tidak jadi keluar dengan Adel.


Namun tiba-tiba Adel keluar dari belakang.


"Maafin aku yah membuat kamu lama menunggu, ayo kita langsung berangkat saja sebelum suami ku melihat." ucap Adel.


Mereka langsung masuk ke dalam mobil.


"Kamu kenapa gak pamit? aku tidak berani bawa kamu kalau belum pamit." Ucap Yoga.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di restoran. Di sana Yoga dan Adel memakan apa yang di sukai oleh mereka berdua.


Yoga memerhatikan wajah Adel. "Kamu dari tadi diam mulu, ada masalah yah?" tanya Yoga. Adel menggeleng kan kepala nya.


"Lalu kenapa kamu diam saja?" tanya Yoga.


Yoga memegang tangan Adel.


"Kalau ada apa-apa cerita ke aku saja, jangan takut." ucap Yoga.


Ternyata dan ternyata Yoga mengikuti Adel dari rumah. Dia menggigit sendok yang dia pegang.


"Berani-beraninya dia menyentuh tangan Adel." batin Alan.


Namun Adel langsung melepaskan tangan nya dari genggaman Yoga.


"Tapi aku baik-baik saja kok, aku berterimakasih sama kamu yang selalu perhatian sama aku." ucap Adel..Yoga tersenyum.


Setelah selesai makan Adel langsung ijin pulang kepada Yoga.

__ADS_1


"Yoga aku langsung pulang yah, aku gak bisa lama-lama karena takut suami ku mencari." ucap Adel.


"Aku anterin saja yah." ucap Yoga. Adel menggeleng kan kepala nya.


"Tidak Perlu Yoga, aku di jemput sama supir ku kok." ucap Adel. "Oohh ya udah kalo begitu, kamu hati-hati yah." ucap Yoga.


Adel langsung pergi dari sana, Alan melihat itu dia juga langsung ikut keluar.


"Loh kok mobil ku ada di sini?" ucap Adel. Padahal dia hanya berbohong kalau supir nya datang menjemput.


"Saya yang membawa nya." ucap Alan tiba-tiba muncul dari belakang Adel. Adel terkenal melihat Alan.


"kenapa? Kamu kaget melihat saya? Bisa-bisa nya kamu pergi berkencan dengan pria lain Tampa Ijin pada saya!" ucap Alan.


Adel terdiam.


"Aku tidak berkencan dengan Yoga kak, aku hanya makan malam bersama dia." ucap Adel.


Alan tertawa kecil.


"Apakah hanya sekedar teman berpegangan tangan? Menatap satu sama lain sangat romantis?" tanya Alan.


Adel bingung harus menjelaskan bagaimana. Karena sudah tau kalau suami nya itu sudah salah paham tentang dia dengan Yoga.


"Apa kamu tidak takut kepada orang tua mu? Apa kamu sangat kebal sehingga tidak takut di tampar lagi?" tanya Alan.


Adel diam. "Demi pria itu kamu tidak menghargai orang tua mu dan juga suami mu, wajar saja kalau orang tua mu marah." ucap Alan.


"Kak aku mohon jangan kasih tau kepada bunda dan Ayah." ucap Adel.


Alan menatap Adel.


"Saya tidak bisa berjanji." ucap Alan. Adel langsung memohon di kaki Alan.


"Aku mohon kak, aku takut. Aku berani bersumpah kalau aku dengan Yoga hanya teman. Aku hanya memiliki dia sebagai orang yang bisa aku Percaya, orang yang mengerti aku dan juga perduli." ucap Adel.


Alan terkejut Adel meminta mohon seperti itu.


"Aku dengan Yoga akan selalu bersama, kami sudah seperti saudara." ucap Adel.


Alan mendengar Adel bersumpah kalau mereka tidak ada hubungan dia pun yakin.


"Baiklah saya akan menutupi nya, tapi dengan syarat kamu tidak boleh keluar bersama dia tampa persetujuan dari saya!" ucap Alan.


Adel menganguk. "Iyah kak, aku janji." ucap Adel.

__ADS_1


"Berdiri lah, kalau ada orang yang melihat Akan bertanggapan aneh." ucap Alan.


__ADS_2