Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 53


__ADS_3

Alan menghela nafas panjang.


"Baiklah kalau begitu aku akan menemui kamu di apartemen kamu malam nanti, sekarang aku mau bekerja sebaik nya kamu pergi." ucap Alan.


"Kamu janji?" tanya Riska. Alan menganguk.


"Kamu tunggu lah di apartemen kamu." ucap Alan. Riska tersenyum dia memeluk Alan.


"Baiklah aku akan menunggu kamu di sana, semangat yah kerja nya." ucap Riski.


Alan mengganguk. Setelah itu Riska pun pergi.


"Huff." Alan menutup ruangan nya ketika Riska sudah pergi.


"Bagaimana mengatakan nya kepada Riska kalau aku ingin mengakhiri hubungan ini?" batin Alan.


"Seperti nya Riska tidak akan mau, aku juga tidak tega melihat nya sakit hati nanti nya." ucap Alan dalam hati.


Di siang hari nya Adel baru saja keluar dengan teman-teman nya dari kelas.


"Ayah sama Bunda seperti nya sudah bertemu dengan kak Alan." batin Adel. "Semoga saja kak Alan tidak berubah pikiran dan juga Bunda dan Ayah bisa menghargai Kebaikan kak Alan." batin Adel.


"Adel!" panggil Yoga. "Iyah!" jawab Adel. Yoga mendekati nya.


"Kenapa?" tanya Adel.


"Kamu mau ke kantin kan? Aku ikut yah." ucap Yoga. "Enggak kok aku tidak mau ke kantin aku mau ke perpustakaan." ucap Adel.


"Loh kamu ke perpustakaan tapi kok arah ke kantin?" tanya Yoga.


"Oohh ini aku tadi mau nganterin ini ke kantin. Titip yah." ucap Adel memberikan Piring dan setelah itu langsung pergi ke arah perpustakaan.


"Huff sangat-sangat aneh, tidak biasanya setelah jam istirahat dia ke perpustakaan." batin Yoga.


"Ah sudahlah mungkin dia mau membaca buku, sebaik nya aku ke kantin saja." ucap Yoga langsung meninggalkan koridor sekolah itu.


Waktu nya pulang sekolah....


Adel menghindari Yoga dia langsung pulang tidak mengatakan apapun kepada Yoga seperti biasa.

__ADS_1


"Mel-mel apa kamu melihat Adel?" tanya Yoga kepada teman Adel.


"Seperti nya dia sudah pulang duluan." ucap Meli.


"Kok dia gak ngomong apa-apa sih sama aku? Hari ini dia seperti nya tidak ingin bersama ku." ucap Yoga.


"Kamu tau sendiri kan kalau Adel sering memiliki masalah keluarga. Mungkin dia mau sendiri untuk sementara waktu." ucap Meli.


"Humm mungkin benar. Aku akan menelpon nya nanti. Aku pulang dulu yah." ucap Yoga. Meli menganguk.


Setelah sampai di rumah..


Adel keluar dari mobil sambil melihat di halaman rumah nya tidak ada mobil suami nya.


"Huff seperti nya kak Alan belum pulang. Mungkin seperti biasa dia akan pulang larut malam." batin Adel.


Adel berjalan masuk ke dalam Rumah nya namun tiba-tiba mobil orang tua nya datang.


"Loh kok bunda sama ayah ke sini? Apa mereka belum bertemu dengan Kak Alan?" batin Adel. Dia sangat takut tiba-tiba gugup.


Orang tua nya turun dari mobil memasang wajah serius seperti biasa.


"Kamu baru pulang?" tanya Ayah nya. "Iyah ayah.. Aku minta maaf kalau kak Alan tidak bisa membantu Ayah dan Bunda, aku sudah membujuk dan membicarakan nya dengan kak Alan." ucap Adel langsung minta maaf menunduk kan kepala nya.


"Kamu datang ke sini mau mengucapkan terimakasih sama kamu!" ucap ayah nya. Adel mengangkat kepalanya menatap wajah orang tua nya walaupun sedikit takut.


"Karena kamu suami kamu akhirnya mau membantu kami. Nih ambil lah untuk kamu makan, kami hanya bisa memberikan ini." ucap Orang tua nya memberikan kue.


"Ini seriusan Bunda Ayah?" tanya Adel.


"Kami tidak bisa lama-lama di sini. Kamu permisi." ucap orang tua nya langsung pergi dan meninggalkan kue itu kepada Adel.


Adel tersenyum. "Aku tidak mimpi kan? Ini pertama kali nya Ayah dan Bunda berbicara dengan lembut dan mengucapkan terimakasih kepada ku?" ucap Adel dalam hati.


"Ini benar-benar sangat aneh tapi ini nyata. Aku harus berterimakasih kepada kak Alan, karena dia aku bisa mendengar orang tua ku berbicara dengan baik walaupun aku tau mereka hanya suruhan dari Alan.


Adel membawa masuk kue sambil senyum-senyum bahagia.


Namun baru saja dia duduk di ruang tamu handphone nya berdering.

__ADS_1


"Yoga!" ucap Adel. Dia mau menjawab nya namun melihat situasi terlebih dahulu. Kalau suami nya tiba-tiba datang dia akan terkena masalah.


"Halo Ga, ada apa?" tanya Adel.


"Adel kamu di mana? Kenapa kamu sangat cepat pulang?" tanya Yoga.


"Aku ada urusan mendadak, aku minta maaf yah." ucap Adel berbohong. "Aku mau ngajakin kamu bertemu dengan Mamah ku, dia sudah sangat merindukan kamu." ucap Yoga.


"Maafin aku Ga, aku gak bisa, aku takut suami ku marah." ucap Adel.


"Hanya sebentar saja, bukan nya suami kamu pulang bekerja selalu malam?" tanya Yoga.


"Aku minta maaf Ga, tapi aku tidak bisa." ucap Adel langsung mematikan sambungan telepon.


"Maafin aku yah Yoga, aku minta maaf.. Sebenarnya aku tidak ingin memiliki hubungan seperti ini sama kamu, tapi mau bagaimana pun aku sudah memiliki suami, aku harus menuruti apa yang di katakan oleh suami ku." ucap Adel.


Adel memakan kue yang di bawa oleh orang tua nya. "Sangat enak, aku harus menyisakan nya untuk kak Alan." ucap Adel. Dia juga membagi kepada supir dan satpamnya.


"Ayah akhirnya kita bisa bangkit lagi, mulai dari sekarang kita tidak boleh ceroboh." ucap Bunda Adel.


"Iyah Bun, setelah urusan ini selesai kita melihat mutiara yah? Ayah sudah sangat merindukan dia." ucap Ayah Adel.


"Iyah Yah." ucap bunda Adel. Mutiara hilang begitu saja, dia tidak ada kabar namun tetap saja orang tua nya mencari, berbeda dengan Adel yang sudah berkorban untuk mereka namun tidak pernah di anggap.


Di malam hari nya Adel sedang menonton di ruang tamu. Sambil bersantai dia menikmati film.


Tidak terasa sudah jam sembilan malam.


"Kok kak Alan belum pulang sih? Aku tidak bisa sendiri di rumah seperti ini, aku juga takut." batin Adel.


"Sayang..." ucap Riska melihat Alan sudah di apartemen nya, sementara dia baru pulang.


"Kamu dari mana jam segini baru pulang? Kamu meminta aku datang ke sini namun kamu malah pergi." ucap Alan.


"Kamu tidak mengatakan kalau kamu datang ke sini, aku minta maaf. Aku pergi minum-minum dengan teman ku." ucap Riska.


"Kamu sudah melihat ku kan? aku hanya memiliki waktu tiga jam di sini, kamu menghabis kan waktu itu dengan cara membuat ku lama menunggu. istri ku di rumah pasti sendiri sebaiknya aku pulang." ucap Riska.


"Kenapa sangat buru-buru sayang?" tanya Riska menahan tangan Alan.

__ADS_1


__ADS_2