Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 58


__ADS_3

"Tidak mungkin Adel. Aku bisa merasakan itu. Kamu lebih banyak menjaga jarak dari ku." ucap Yoga.


Adel Menatap wajah Yoga.


"Sebenarnya aku mau jujur sama kamu. Tapi kamu jangan Marah yah." ucap Adel. Yoga mengangguk.


"Kamu tau sendiri kan kalau aku sudah menikah. Aku sudah menjadi istri orang lain. Tidak jarang kedekatan kita berdua menjadi masalah kepada orang tua ku dan juga kepada suami ku." ucap Adel.


Yoga terdiam. "Aku tau kalau kita hanya sahabat, aku sangat senang bersahabat dengan kamu, aku berterimakasih kepada kamu karena ada nya kamu sangat membuat ku bahagia." ucap Adel.


"Tapi aku harus menjaga jarak sama kamu karena orang tua ku dan suami ku melarang kita terlalu dekat." ucap Adel.


"Karena itu kamu berubah kepada ku?" tanya Yoga.


"Aku sama sekali tidak bermaksud untuk menjauhi kamu, aku hanya ingin menjaga jarak saja.. Karena mungkin kedekatan kita membuat orang lain salah paham." ucap Yoga.


Yoga terdiam dia menunduk kan kepala nya.


"Tapi bukan berarti aku mau berhenti bersahabat sama kamu, aku sangat menyanyangi kamu. Aku tidak ingin persahabatan kita usai selama-lamanya walaupun aku dan kamu sudah memiliki pasangan." ucap Adel.


Yoga tersenyum. Adel langsung memberikan pelukan kepada Yoga.


"Aku minta maaf kalau karena aku kamu dengan suami kamu berantem. Dan karena aku orang tua kamu marah." ucap Yoga.


"Enggak kok, kamu tidak perlu memikirkan tentang itu." ucap Adel.


Yoga tersenyum. "Sebaiknya kita kembali ke penginapan saja." ajak Adel..Yoga mengangguk.


Sampai di penginapan mereka masuk ke kamar masing-masing.


"Kenapa sangat sakit rasanya mendengar Adel terpaksa menjaga jarak dengan ku hanya karena pria itu? Aku sama sekali tidak terima dengan itu." ucap Yoga.


"Aku yakin Adel tidak bahagia dengan pria itu, terlihat jelas dari wajah Adel Kalau dia sama sekali tidak bahagia." batin Yoga.


Di sore hari nya Alan memegang perut nya yang terasa sangat sakit sekali.


"Bapak kenapa?" Tanya sekretaris nya. "Perut saya sangat sakit sekali." ucap Alan. "Loh kenapa bisa pak? Emang nya bapak makan makan apa?" tanya sekretaris nya jadi ikut panik.


"Saya tidak makan apapun selama satu hari." ucap Alan.


"Oohh tidak ada, lalu kenapa bisa sakit seperti ini?" tanya Sekretaris nya.

__ADS_1


"Saya tidak makan apapun! Kamu mengerti tidak?" tanya Alan dengan cukup kesal.


"Hah? Maksud Bapak tidak makan apapun itu arti nya perut bapak sekarang sakit karena tidak makan?" tanya sekertaris nya.


Alan menghela nafas panjang. "Baiklah pak saya akan membawa makanan dan juga obat. Sekertaris nya berlari keluar tidak beberapa lama kembali membawa makanan.


"Pertanyaan nya kenapa bapak tidak makan? Bukan nya tadi sudah di bawakan makan siang?" tanya Sekretaris nya.


"Saya tidak berselera! saya mau makanan yang di masak oleh istri saya." ucap Alan.


"Bukan nya istri bapak pergi? Mana bisa dia mengirimkan makanan dari sana ke sini." ucap Sekertaris nya.


"Sebaiknya kamu keluar saja, saya mau makan dan istirahat sebentar." ucap Alan.


"Huff ya sudah deh, bapak makan yang banyak.. Jangan sampai kelihatan Bapak kurus karena di tinggal istri." ucap sekretaris nya.


"Kamu keluar atau saya yang keluar?" ucap Alan.


"Baik pak, saya yang keluar. Selamat menikmati makanan nya." ucap sekertaris nya dan langsung keluar.


Alan tidak terlalu banyak makan karena kurang berselera.


"Adel sangat tega menyiksa saya seperti ini." ucap Alan.


Tiba-tiba handphone nya berbunyi dari Riska. dia tidak menjawab justru memblokir nomor Riska.


Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di rumah orang tua nya.


"Mamah aku pulang." ucap Alan menyalim tangan mamah nya yang duduk di sofa ruang tamu.


"Loh kamu kok sendiri? Adel mana? Kamu kok gak bilang sih mau ke sini?" tanya Mamah nya.


"Aku langsung istirahat dulu yah mah, aku mau tidur di sini untuk beberapa hari." ucap Alan.


"Loh kenapa? istri kamu mana?" tanya Mamah nya. Alan tidak menjawab dia langsung masuk ke kamar nya.


Mamah nya kebingungan. Dia juga khawatir apa yang terjadi kepada anak -anak nya itu.


"Alan jelas kan sama mamah dulu kenapa tiba-tiba kamu datang ke sini sendiri dan mau menginap beberapa hari? istri kamu mana?" tanya mamah nya.


"Aku sudah sangat lelah mah, aku mau istirahat." ucap Alan.

__ADS_1


"Jangan bilang kalau kamu sama istri kamu berantem?" ucap mamah nya.


"Enggak mah, aku gak berantem kok." ucap Alan.


"Lalu kenapa? Kenapa kamu ke sini tanpa istri kamu?" tanya mamah nya.


"Jangan membuat mamah panik Alan!" ucap Mamah nya.


Alan menghela nafas panjang. "Adel pergi piknik bersama teman-teman sekolah nya kemarin. Dan aku tidak betah di rumah sendirian itu sebabnya aku mau di sini." ucap Alan.


"Oohh karena itu, Mamah pikir kalian berantem. Ya udah deh kamu lanjut saja masuk ke kamar." ucap Mamah nya. Alan menghela nafas panjang.


"mamah hanya ingin tau menantu nya bukan anak nya sendiri." ucap Alan.


Dia pun langsung masuk ke kamar nya.


"Seperti nya Alan sudah mulai terbiasa dengan adanya Adel itu sebabnya dia kesepian karena tidak ada istri nya." ucap mamah nya.


"Coba saja kalau dia seperti yang dulu. Tidak pernah pulang ke rumah, memilih tidur di hotel dari pada pulang ke rumah, semenjak menikah dia sudah banyak perubahan." ucap mamah nya.


Mamah nya menelpon Adel.


"Mamah? Kenapa tiba-tiba mamah menelpon ku? Apa dia sudah tau aku pergi?" ucap Adel.


Dia pun menjawab nya.


"Halo mah." ucap Adel.


"Adel.. kamu di mana sayang? Kok kamu gak bilang sih sama Mamah kalau kamu pergi piknik sama teman-teman kamu?" tanya Mamah nya.


"Maafin aku mah, ini juga sangat mendadak." ucap Mamah Mertua nya.


"Tidak apa-apa sih, hanya saja mamah merasa kasian dengan suami kamu." ucap mamah mertua nya.


"Kenapa mah? Ada apa dengan kak Alan?" tanya Adel.


"Barusan dia datang seperti nya baru pulang dari kantor namun dengan wajah lesu. Dia bilang akan menginap di sini selama beberapa hari karena kamu tidak ada di rumah." ucap Mamah mertua nya.


Adel terdiam. "Kapan kamu akan kembali?" tanya Mamah mertua nya.


"Aku tidak tau mah, mungkin satu Minggu lagi." ucap Adel.

__ADS_1


"Jangan lama-lama yah, Alan sudah terbiasa dengan kamu, dia pasti akan merasa sangat kesepian." ucap mamah nya.


"Mamah jangan berbicara seperti itu, mana mungkin kak Alan kesepian karena aku, yang ada dia pasti sangat senang karena tidak ada yang memaksa nya kembali ke rumah dengan cepat." ucap Adel.


__ADS_2