Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 9


__ADS_3

Perempuan yang duduk di samping nya tersenyum.


"Sangat Malang nasib Adel yang harus bertemu Pria seperti mu." ucap teman nya.


Mereka semua sudah tau Adel, begitu juga dengan Adel sudah tau mereka karena Bu Yani mengenal kan mereka.


"Adel baik, dia lembut, ramah dan sangat cantik.. Namun Alan hanya memilih Mutiara yang tidak menghargai dia, pergi begitu saja meninggalkan Alan Tampa kabar sama sekali." ucap teman nya lagi.


Keesokan harinya...


Adel bangun dari tidur nya dia melihat ke samping nya tidak ada siapapun.


"Seperti nya kak Alan tidak pulang tadi malam." ucap Adel.


Adel turun dari tempat tidur mengambil handphone nya.


"Kak, kakak ada di mana? kenapa kakak tidak pulang tadi malam?" tanya Adel mengirimkan pesan kepada suami nya itu.


Namun tidak ada balasan dia langsung mandi setelah itu mencari sarapan ke lantai bawah.


Satu Minggu sudah Adel sendirian di hotel itu. Di pagi hari nya dia mendapatkan notifikasi dari Alan.


"Siap-siap lah, saya akan menjemput kamu pulang." ucap Alan.


"Baiklah kak." balasan Adel. Setelah mengumpulkan semua barang-barang nya dia membawa semua nya ke bawah dan ternyata Alan sudah menunggu di bawah.


"Kenapa kamu sangat lama?" tanya Alan.


"Maafin aku kak, aku membawa cukup banyak barang." ucap Adel.


Alan menghela nafas panjang. Dia berjalan terlebih dahulu ke dalam mobil. Adel memasuk kan barang-barang nya ke bagasi sendiri.


"Kak.. Sebenarnya kakak selama satu Minggu ini dari mana? Kenapa Kakak tidak membalas pesan ku? Aku sangat mengkhawatirkan kakak." ucap Adel.


"Sebaiknya kamu tidak perlu banyak tanya, saya mau dari mana, saya tidak pulang satu bulan pun itu bukan urusan kamu!" ucap Alan.


"Aku adalah istri kakak, kenapa kakak mengatakan hal seperti itu?" tanya Adel. Alan menatap Adel.


"Kamu memang sudah istri saya, tapi saya tidak pernah menganggap kamu istri saya, saya tidak mencintai kamu jadi jangan bersikap terlalu berlebihan!" ucap Alan.


Adel langsung terdiam, dia sangat takut dengan tatapan Alan kepada nya.


"Satu lagi jangan pernah mengurusi urusan saya!" ucap Alan.


Mereka langsung meninggalkan hotel. Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah orang tua nya.

__ADS_1


Orang tua Alan sudah menunggu mereka.


"Tante.. Om.. Apa kabar?" tanya Adel.


"Baik.. Kamu sendiri bagaimana? Setelah beberapa hari di hotel pasti sangat menyenangkan bukan?" ucap Bu Yani.


"Sayang menyenangkan sekali Tante." ucap Adel karena dia langsung di tatap tajam oleh Alan.


"Bagus deh kalau begitu, kalian pasti sangat lelah, ayo langsung masuk saja, istirahat dulu.. Besok kamu sudah harus sekolah." ucap Bu Yani.


"Kami harus langsung ke rumah baru kami mah, Pah. Lain kali saja kami ke sini." ucap Alan.


"Rumah baru?" ucap Adel Heran.. Namun dia langsung mengode Adel untuk diam.


"Kamu yakin mau hidup berdua saja dengan Adel? Kasihan Adel akan sering sendiri di rumah kalau kamu pergi bekerja." ucap Bu Yani.


"Dia pasti bisa mah, lagian aku pasti lebih banyak di rumah..Mamah sama Papah tidak perlu khawatir." ucap Alan.


"Apa kamu gak apa-apa Adel?" tanya Bu Yani.


"Gak apa-apa kok Tante, aku sudah menikah, aku harus ikut kemana pun suami ku pergi." ucap Adel.


"Jangan panggil Tante lagi, kamu sudah menjadi menantu di rumah ini, kamu harus memanggil Mamah sama seperti Alan." ucap Bu Yani.


Adel tersenyum.


"Sekarang mamah sangat senang, Mamah bahagia sekali. Semoga kamu dengan Alan akur Terus yah." ucap Bu Yani.


"Amin.."


"Oh iya orang tua kamu sudah bertemu dengan kamu?" tanya Bu Yani.


"Dua hari yang lalu mereka datang menguji aku ke hotel kok mah." ucap Adel.


"Bagus deh, nanti kalau kamu rindu sama Orang tua kamu, atau pengen ke sini minta antar suami kamu saja." ucap Bu Yani.


Adel menganguk. Setelah banyak percakapan akhirnya mereka pergi.. Orang tua Alan terlihat sangat sedih.


"Kenapa kakak sebelum nya tidak membicarakan rumah yang akan kita tempati?" tanya Adel.


"Kamu hanya tinggal terima bersih saja masih protes!" ucap Alan.


"Tapi kak."


"Sudah diam saja!" ucap Alan. Adel Seketika langsung diam.

__ADS_1


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah yang cukup besar dan juga mewah.


Tidak ada tetangga dan juga jauh dari sekolah Adel.


"Kenapa sangat jauh sekali kak? aku setiap hari harus berangkat sekolah dari sini?" tanya Adel.


Alan menatap Adel.


"Kapan kamu akan bertemu berbicara? segera masuk." ucap Alan.


mereka masuk ke dalam. Rumah yang hanya bertingkat dua.


"Ini kamar kamu dan yang sebelah sana kamar saya." ucap Alan.


"Kenapa berbeda kak? Bukan nya kita sudah suami istri?" tanya Adel. Alan menatap Adel.


"Kamu dan saya menikah karena perjodohan, alasan saya mengambil rumah ini karena saya tidak ingin satu kamar dengan perempuan yang tidak saya cintai." ucap Alan.


"Sudah jangan banyak tanya, susun barang-barang mu ini. Jangan bisa hanya menyusahkan saja!" ucap Alan langsung masuk ke kamar nya dan mengunci.


Adel menghela nafas panjang. Dia juga menarik masuk koper nya ke dalam Kamar nya.


"Aku pikir penderitaan ku sudah selesai setelah aku menikah, namun ternyata aku Salah, sekarang aku akan jauh lebih menderita." batin Adel.


"Tapi tidak apa-apa, kalau kak Alan masih tidak mencintai aku dan memilih untuk beda kamar itu Artinya aku bisa menyelesaikan sekolah ku sebelum aku hamil. "Teman-teman ku tidak boleh tau kalau aku sudah menikah." ucap Adel.


Setelah selesai merapikan semua barang-barang nya dia keluar untuk bersih-bersih.


"Rumah ini masih banyak debu, masih kosong dan juga terlihat sangat sepi." batin Adel.


Setelah selesai bersih-bersih dia menata foto pernikahan mereka di dinding.


"Sangat cantik sekali." ucap Adel tersenyum.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Alan yang baru saja turun ke bawah dan melihat Adel.


"Aku sedang memasang foto pernikahan kita kak, sangat cantik kan? Apa kakak boleh membantu ku memasang ini?" tanya Adel.


"cabut itu semua! saya tidak ingin melihat foto-foto itu di sini, bawa semua nya keluar!" ucap Alan.


"Kenapa kak?" tanya Adel.


"Jangan banyak bertanya, cepat lakukan sebelum saya melakukan nya sendiri." ucap Alan. Akhirnya Adel mencabut semua nya dia membawa foto itu ke kamar nya.


"Apa yang harus aku lakukan? Kenapa aku sangat sedih sekali. Aku sama sekali tidak diperlakukan seperti istri pak Alan sendiri." ucap Adel.

__ADS_1


"Adel kamu tidak boleh menangis, walaupun kalian tidak saling mencintai Tapi kamu adalah seorang istri, tugas kamu harus melayani Suami, mematuhi nya." batin Adel menguat kan diri sendiri.


__ADS_2