
"Apa kamu tidak ingin menunjukkan foto nya kepada ku?" tanya James.
Alan menunjukkan nya. Foto yang diam-diam di ambil oleh Alan.
"Huff pantesan saja kamu bisa move on begitu cepat dengan Mutiara ternyata pengganti nya secantik ini." ucap James.
Alan hanya diam. "Seandainya saja aku memiliki hari libur aku ingin bertemu dengan nya. Aku akan bilang kalau Alan pernah bucin pada satu wanita namun ternyata dia di tinggal." ucap James.
"Jangan berani mengatakan itu kepada nya!" ucap Alan. James tertawa.
"Tenang lah aku tidak akan mengatakan nya." ucap James.
Cukup lama mereka berbincang-bincang tidak terasa sudah jam satu siang Alan permisi untuk pulang.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.
"Huff hari ini terasa sangat berbeda, sebaiknya aku pergi bekerja hari ini." ucap Alan.
Karena dia libur alasan nya adalah Adel, dia berfikir Adel masih libur.
Karena lelah menunggu Adel dia memutuskan untuk ke kamar.
Tidak beberapa lama dia tertidur pulas.
"Makasih yah sudah nganterin aku." ucap Adel kepada Yoga.
"Iyah sama-sama." ucap Yoga.
"Kamu hati-hati di jalan, aku masuk dulu." ucap Adel. Yoga tersenyum.
Adel masuk ke dalam rumah Alan pun pergi.
"Huff tumben banget suami Adel cepat pulang." ucap Yoga karena dia tidak memiliki kesempatan untuk masuk bersama Adel.
"Kok Rumah sepi? Perasaan hari ini kak Alan tidak bekerja dan juga mobil nya ada di sini, pertanda kalau dia di rumah." ucap Adel.
"Kak Alan..." Panggil Adel tidak ada jawaban.
"Kak." panggil Adel lagi namun sama sekali tidak ada jawaban.
Dia memeriksa ke kamar Alan dan ternyata Alan masih tidur.
"Ini sudah mau magrib kenapa kak Alan masih tidur? Apa dia sakit?" ucap Adel mendekati nya. Sebelum membangun kan Alan Adel menutup pintu jendela yang terbuka terlebih dahulu.
"Kak..." panggil Adel sambil menyentuh lengan Alan. Alan membuka mata nya dia melihat Adel.
"hummm.." berusaha mengumpulkan nyawa nya.
"Ini sudah mau magrib kenapa kakak masih tidur?" tanya Adel.
"Hah! Mau magrib?" ucap Alan kaget sambil melihat jam dan di luar sudah gelap.
"Arhh.. Saya ke bablasan tidur sampai magrib dari siang tadi." ucap Alan. Adel tersenyum menatap Alan.
"Kenapa kamu senyum-senyum?" tanya Alan.
__ADS_1
Adel menggeleng kan kepala nya.
Alan melihat pantulan diri nya di cermin, rambut acak-acakan, wajah yang sembab.
"Kamu baru pulang jam segini?" tanya Alan melihat Adel masih mengenakan pakaian Seragam nya.
Adel mengangguk.
"Saya minta maaf." ucap Alan.
"Loh kenapa minta maaf?" tanya Adel.
"Karena saya tidak menjemput kamu, sebagai suami saya harus menjemput kamu karena itu tugas saya." ucap Alan.
Adel terdiam sejenak. "Ada apa dengan kak Alan? Kenapa tiba-tiba dia berubah seperti ini sih?" ucap Adel dalam hati.
"Aku sudah sampai di rumah, aku juga sudah bilang kalau aku pulang dengan teman ku." ucap Adel.
"Yoga kan?" tanya Alan, Adel terdiam.
"Saya sudah bilang jangan terlalu dekat dengan dia." ucap Alan.
"Sudah-sudah jangan membahas itu lagi, apa Kakak lapar? Aku akan memasak." ucap Adel.
"Tunggu dulu, sebaiknya kamu mandi dulu ." ucap Alan.
"Kenapa kak?" tanya Adel.
Adel melihat rok nya sudah terkana sedikit darah.
Alan tersenyum. "Huff tidak pernah aku sebelum nya tidur begitu nyenyak seperti ini. Seperti nya aku benar-benar sangat lelah." ucap Alan.
Dia meregangkan otot-otot tubuh nya. Setelah itu dia mandi.
Selesai mandi dia turun ke bawah.
"Huff aku hanya minum kopi siang tadi dan sekarang aku sangat lapar." ucap Alan.
"Kakak tidak makan siang?" tanya Adel yang mendengar keluhan Alan. Alan melihat Adel di dapur sudah memasak.
Dia melihat Adel memakai piyama pas badan dan celana pendek yang memperlihatkan pahanya serta rambut yang di balut dengan handuk.
"Huff Adel sudah biasa dengan pakaian seperti itu namun kenapa hari ini dia terlihat sangat cantik, aku tidak tau menurut ku sekarang kulit nya semakin putih." batin Alan.
"Kakak kenapa diam saja?" tanya Adel sambil meletakkan teh di depan Alan. Alan menggeleng kan kepala nya.
"Sebentar lagi akan masak, kakak makan roti dulu." ucap Adel. Alan melihat Adel berjalan ke dapur.
"Bagaimana perut mu, apa masih sakit?" tanya Alan. Adel menggeleng kan kepala nya.
"Masih sedikit-sedikit, namun aku sudah minum obat nanti pasti hilang." ucap Adel.
Tiba-tiba Alan berdiri di samping nya dan memegang perut Adel.
Adel terkejut dia menoleh ke arah Alan.
__ADS_1
"Ada apa kak?" tanya Adel.
"Tangan saya hangat, tangan saya mungkin bisa mengurangi rasa sakit nya." ucap Alan.
Adel tersenyum dia melepaskan tangan Alan.
"Aku sudah bilang tidak terlalu sakit lagi." ucap Adel.
"Tapi.."
"Aku tidak nyaman sambil memasak perut ku di pegang. Ini tidak biasa bagi ku. Sebaik nya kakak tunggu saja di sana." ucap Adel.
Alan kembali ke meja.
Tidak beberapa lama akhirnya masak, Adel menghidangkan nya di atas meja dan membuat ke piring Alan.
Alan langsung makan begitu lahap, Adel sangat senang melihat Alan makan begitu lahap.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka selesai makan.
"Humm kakak sudah menelpon Mamah Minggu ini?" tanya Adel. Alan terdiam sejenak.
"Tadi Mamah nelpon aku, kata nya kakak tidak pernah menjawab telpon nya." ucap Adel.
"Tidak apa-apa, saya akan berbicara dengan Mamah nanti." ucap Alan. Adel mengangguk sambil tersenyum.
"Humm Besok kakak libur kan? Aku mau kita berkunjung ke rumah bunda dan Ayah, aku sangat merindukan mereka." ucap Adel.
"Saya akan melihat jadwal saya terlebih dahulu." ucap Alan. Adel tersenyum.
"Kalau begitu aku mau istirahat dulu kak." ucap Adel.
"Kenapa begitu cepat?" tanya Alan. "Apa?" tanya Adel heran.
"Tidak biasanya kamu tidur jam segini." ucap Alan.
"Aku sangat lelah seharian belajar." ucap Adel.
"Temanin saya menonton di ruang tamu sebelum tidur." ucap Alan.
Adel tersenyum. "Baiklah." ucap Adel. Sebelum menyusul ke ruang tamu dia membuat kan teh lagi untuk suami nya.
Adel duduk di sofa yang berbeda dengan Alan.
"Duduk lah di sini!" ucap Alan menepuk tempat duduk di samping nya.
"Aku duduk di sini saja." ucap Adel. Alan menghela nafas panjang.
"Sebagai seorang istri yang baik, kamu tidak boleh membantah apa perintah suami selagi itu hal yang baik." ucap Alan.
Adel berpindah tempat duduk.
"Kak aku boleh bertanya sesuatu gak?" tanya Adel.
"Tanyakan saja." ucap Alan.
__ADS_1
"Humm apa kakak sudah menganggap ku sebagai istri sungguhan?" tanya Adel.