
"Huff harus di turuti walaupun aku tidak terbiasa, kalau tidak dia akan sangat cerewet." ucap Alan. setelah selesai dia melihat penampilan nya di cermin.
"Ternyata pilihan Adel tidak terlalu buruk." batin Alan.
"Sarapan apa yang kamu masak?" tanya Alan setelah sampai di meja makan.
Adel melihat penampilan Alan.
"Kenapa kamu melihat saya seperti itu? apa ada yang salah?" tanya Alan. Adel menggeleng kan kepala nya.
"Kakak sangat tampan berpakaian seperti itu, tidak terlalu formal dan terlihat gaya anak muda." ucap Adel.
Alan hanya diam dia menyendok kan nasi ke piring nya.
"Biar aku saja. Sebagai istri yang baik aku harus melayani Suami." ucap Adel.
"Humm kakak tersipu yah? ngaku saja." ucap Adel.
"Jangan berfikir yang aneh-aneh, saya sama sekali tidak malu." ucap Alan.
"Hum. iyalah tuh." ucap Adel. Mereka berdua pun sarapan bersama.
Setelah selesai sarapan mereka berangkat ke rumah orang tua Adel.
"Tidak biasanya kamu mengajak saya ke rumah orang tua kamu, sudah tiga bulan kamu menikah ini adalah pertama kalinya kamu mengajak saya bersama ke sana." ucap Alan.
Adel menoleh ke arah Alan.
"Tidak apa-apa, karena aku pikir hari ini adalah hari yang pas karena kakak libur aku juga libur." ucap Adel.
"Kamu sering menasehati saya agar lebih sering pulang ke rumah orang tua dan juga sering memberikan kabar, namun kamu sendiri tidak seperti itu, bahkan saya tidak pernah mendengar kamu menelpon orang tua kamu." ucap Alan.
"Aku sering menelpon mereka kok." ucap Adel.
"Kamu jangan berbohong, saya tidak pernah mendekati nya." ucap Alan.
"Hanya saja panggilan ku tak pernah di jawab, mungkin mereka sedang sibuk." ucap Adel sambil tersenyum Alan seketika langsung diam.
"Saya lihat kamu tidak terlalu dekat dengan orang tua kamu." ucap Alan.
"Iyah benar, aku tidak terlalu dekat namun aku tau mereka pasti sayang kok sama aku." ucap Adel.
"Kalau hubungan kamu dengan orang tua kamu baik lantas kenapa kamu membawa saya ke sana?" tanya Alan.
"Sebenernya aku mau mengenalkan kakak sama kakak perempuan ku yang baru saja pulang. Dia ingin bertemu dengan kakak." ucap Adel.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah orang tua Adel.
"Assalamualaikum Ayah.. Bunda.." ucap Adel. Mereka kebetulan lagi duduk di ruang tamu.
"Walaikumsalam.." Jawab Mutiara sambil tersenyum.
__ADS_1
Sebenernya Adel datang karena Mutiara pulang.
Namun seketika senyuman nya hilang melihat Alan datang dan berdiri di samping Adel.
Begitu juga dengan Alan terdiam melihat Mutiara, perempuan yang sangat dia cintai, perempuan yang dia rindukan dia cari dan yang dia tunggu-tunggu selama ini.
"Nak Alan akhirnya kita ketemu juga, kebetulan sekali kalian datang ayo duduk." ucap Bunda Adel.
Adel di abaikan, Alan di sambut dengan sangat baik.
"Oh iya kenalin ini Namanya Mutiara kakak nya Adel. Mutiara kenalin ini suami nya Adel. Laki-laki yang sebelumnya di jodohkan sama kamu namun kamu menolaknya." ucap bunda Adel.
Adel mendengar itu sedikit tidak suka namun dia diam saja.
"Ya Allah ternyata yang di jodohkan kepada ku adalah Alan? Dan Alan meminta menikah karena perjodohan ini?" ucap mutiara dalam hati.
"Ini seperti sebuah mimpi, ternyata pacar ku adalah kakak ipar ku sendiri." batin Alan.
"Kamu pasti sangat menyesal kan melihat nak Alan sangat tampan dan kaya." ucap bunda Adel. Mutiara hanya diam saja.
Alan tidak bisa lama-lama di sana dia pamit keluar dan berdiri di teras rumah.
"Bagaimana kabar kamu?" Tiba-tiba Mutiara berdiri di samping Alan.
Alan menoleh ke arah Mutiara.
Mereka bertatapan tampa sadar Air mata Mutiara keluar.
Alan mau memeluk nya namun terhalang karena dia sudah menjadi adik ipar Mutiara.
Alan menggeleng kan kepala nya dia mengacak-acak rambut nya.
"Kenapa Mutiara? Kenapa! Karena kamu hidup saya sangat berantakan, saya tidak ingin semua nya seperti ini." ucap Alan.
Mutiara menggeleng kan kepala nya.
"Aku minta maaf Alan.. Aku benar-benar minta maaf."Ucap Mutiara.
"Kamu perempuan yang sangat jahat yang pernah saya temui. Saya mencintai kamu dengan sangat tulus namun kamu hanya memikirkan diri sendiri." ucap Alan.
"Maafin aku. Aku sangat mencintai kamu aku sangat merindukan kamu." ucap Mutiara dan memeluk Alan.
Alan tidak bisa menolak pelukan dari wanita yang sangat dicintainya itu dia membalas pelukan Mutiara.
Alan dan Adel sudah pulang di sore hari..
Adel bingung kenapa Alan hanya diam saja, wajah nya juga terlihat sangat sedih.
"Humm Kak." panggil Adel. Namun Alan tidak mendengar nya.
"Kak Alan." panggil Adel lebih keras.
__ADS_1
"Iyah kenapa?" tanya Alan.
"Kakak kenapa melamun?" tanya Adel, Alan menggeleng kan kepala nya.
"Aku mau nanya kakak kenal yah sama Kak Mutiara?" tanya Adel, tiba-tiba Alan menginjak rem mendadak.
"Kenapa kak?" tanya Adel kaget.
"Tidak apa-apa, maaf saya sedang tidak fokus." ucap Alan.
Adel menghela nafas panjang.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah.
"Saya langsung istirahat ke kamar yah." ucap Alan meninggalkan Adel di ruang tamu.
"Ada apa sih dengan kak Alan, aneh banget." ucap Adel dia membuka handphone nya.
"Kak kami sudah sampai di rumah." ucap Adel kepada mutiara melalui pesan.
"Bagus deh kalau begitu."
"Kakak masih lama kan di sini, jangan pulang dulu aku masih merindukan kakak."
"Kamu tenang saja, kakak masih lama kok di sini."
Adel tersenyum.
"Aku sudah rindu jalan-jalan sama kakak, aku ingin jalan-jalan sama kakak." ucap Adel.
"Kamu yakin mau keluar sama kakak? Kamu kan sudah punya suami." ucap mutiara lagi.
"Berbeda keluar dengan suami dan juga keluar bersama kakak."
"Ya udah deh Minggu depan yah, karena Minggu ini kakak masih ada kerjaan."
"Ya udah kak, aku tunggu jangan sampai tidak jadi karena aku akan marah."
Mutiara mengirimkan emoticon tersenyum.
Adel ke kamar nya.
Di kamar Alan sedang duduk termenung menikmati Angin di sore hari.
Tidak berhenti dia membayangkan wajah Adel dan juga Mutiara secara bersamaan.
"Aaarrggg!! Kalau seperti ini aku akan gila." ucap Alan. Dia menutup balkon karena sudah gelap dia mandi menyegarkan tubuh nya.
Dia tidak lupa memasang musik agar lebih Rileks namun tetap saja dia kefikiran dengan Kedua kakak beradik itu.
"Aku akui sampai sekarang perasaan ku kepada Mutiara tidak pernah berubah, namun aku harus bagaimana sekarang." ucap Alan.
__ADS_1