Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 66


__ADS_3

"Aku mendengar kakak berbicara dengan seseorang." ucap Adel. Alan Menatap Adel.


"Kamu selalu curiga kepada saya, apa kamu cemburu?" tanya Alan. Adel menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak cemburu sama sekali, aku tidak lagi memiliki perasaan kepada kakak." ucap Adel. Alan tersenyum.


"Saya tidak percaya, kamu bisa berbohong namun tidak dengan mata dan hati kamu." ucap Alan.


Adel diam. Tidak beberapa lama Adel selesai merias wajah nya.


"Kamu mau pergi jalan-jalan sore?" tanya Alan. Adel mengangguk. Alan dan Adel segera keluar dari kamar dan langsung berjalan ke pinggir pantai.


Setelah Sampai di sana Adel langsung bermain pasir. Alan melihat nya dari jauh.


Adel terlihat sangat menikmati bermain di pantai walaupun sendiri justru Adel jauh lebih bahagia ketika sendiri saja di sana.


Setelah merasa puas dia melihat Alan yang duduk sendirian sambil menikmati es kepala muda.


"Apa benar kak Alan sudah berubah? Kenapa aku sangat bahagia di perlakukan seperti ini?" ucap Adel dalam hati.


Di malam hari Adel dan Alan baru saja selesai berjalan-jalan di pantai. Mereka sangat lapar dan memilih untuk makan di sana.


"Kamu mau makan apa?" tanya Alan kepada Adel.


"Terserah saja, aku makan apa saja yang ada di sini." ucap Adel.


"Oohh kalau begitu ayo kita makan di sebelah sini, kelihatan nya sangat enak." ucap Alan menarik tangan Adel.


Adel kaget dia melihat ke arah tangan nya.


"Ada apa? kenapa kamu tidak berjalan?" tanya Alan.


Adel menggeleng kan kepala nya dia mengikuti Alan ke tempat makan.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di tempat pembakaran ikan.


"Ini pasti sangat enak sekali." ucap Adel.


Alan tersenyum.


Setelah di pesan oleh Alan dia menarik tangan Adel.


"Kemana kakak membawa ku? Bagaimana kalau makanan nya sudah selesai?" tanya Adel.


"Sudah ikut saja yok." ucap Alan.


Adel tidak bisa melawan nya akhirnya dia mengikuti Kemana Alan membawa nya.


Ternyata Alan membawa nya ke tempat makanan yang sudah di sediakan sebelumnya. Tempat yang sebelumnya sudah di pesan oleh Alan.


"Wahh ini sangat bagus sekali." ucap Adel sambil melihat dekorasi yang penuh dengan bunga, penuh dengan lampu sekeliling.

__ADS_1


"Kamu suka?" tanya Alan. Adel mengganguk.


"Aku baru tau kalau tempat ini sangat indah. Di sini benar-benar sangat sejuk dan sangat nyaman." ucap Adel.


Alan tersenyum.


Alan menarik kursi untuk Adel.


"Duduk lah, makanan nya sudah mau datang." ucap Alan.


Adel duduk di kursi yang di siapkan oleh Alan. Sebenernya Adel sedikit bingung namun dia berusaha untuk berfikir positif kalau Alan sudah berubah dia sudah baik sekarang kepada nya.


"Silahkan di minum." ucap Alan memberikan minuman kepada Adel.


"Aku tidak minum alkohol." ucap Adel.


"Ini tidak Alkohol, hanya jus. Coba lah Sedikit menunggu makanan nya datang." ucap Alan.


Adel langsung mencoba nya. "Bagaimana? enak bukan?" tanya Alan. Adel tidak menjawab nya.


makanan mereka datang.


"Aku sudah sangat lapar, aku minta maaf kalau makanan ku tidak terlalu sopan makan di depan Kakak." ucap Adel.


Alan tersenyum. "Tidak apa-apa, saya tidak akan marah selagi kamu menghabis kan makanan ini." ucap Alan.


Adel langsung makan. Alan melihat Adel makan.


"Ini sangat enak, coba lah, kamu tidak akan menyesal." ucap Alan.


"Kenapa kakak tidak makan? makan lah sedikit agar tidak masuk angin. Aku jadi sungkan makan seperti ini." ucap Adel.


Alan melihat piring nya kosong..Adel mengerti dia langsung memberikan nasi dan Juga lauk ke piring Alan.


"Terimakasih." ucap Alan. Adel mengangguk.


"Ini sudah jam berapa?" tanya Alan. Adel melihat ke arah jam.


"Sekitar jam delapan, kenapa?" tanya Adel.


Alan menggeleng kan kepala nya.


Namun tiba-tiba musik berbunyi nada selamat ulang tahun.


Adel melihat ke kiri dan kanan. Seseorang datang membawa Kue ulang tahun.


Adel kebingungan dia melihat ke arah Alan yang tersenyum dan diam saja tanpa menjelaskan apa pun kepada Adel.


Adel mencoba mengingat lagi apa yang terjadi. Namun dia baru ingat ternyata hari ini adalah hari ulang tahun nya.


Dia sangat terharu, terkejut. Heran namun sangat bahagia sekali.

__ADS_1


Alan mengambil kue dari pelayan yang datang.


"Selamat ulang tahun.. Maaf saya telat mengucapkan nya, seharusnya saya mengatakan nya jam Satu malam tadi." ucap Alan.


Adel tersenyum Air mata nya tidak berhenti keluar. Dia berdoa dan meniup Lilin.


"Selamat ulang tahun, semoga panjang umur sehat selalu, apa yang sedang kamu cita-cita kan segera tercapai di usia yang sangat muda." ucap Alan.


"Terimakasih kak, aku sendiri lupa dengan ulang tahun ku, namun kakak masih mengingat nya, aku berterimakasih kepada kakak." ucap Adel.


Alan mengambil paper bag dan memberikan nya kepada Adel.


"Apa ini kak?" tanya Adel.


"Hadiah untuk kamu." ucap Alan. Adel membuka nya ternyata isinya boneka kecil.


boneka hello Kitty yang sangat kecil dan mungil.


"Saya tidak tau harus beli apa kepada kamu, saya pikir kamu suka ini karena baju kamu banyak gambar hello Kitty." ucap Alan. Adel tersenyum.


"Terimakasih banyak kak, aku sudah sangat senang. Aku sangat suka hello Kitty, namun aku pikir ini terlalu kecil sehingga tidak bisa di peluk." ucap Adel.


Alan menggaruk kepalanya.


"Saya akan membeli yang besar nanti." ucap Alan.


"Aku hanya bercanda." ucap Adel.


Adel memerhatikan terus boneka itu sambil senyum-senyum.


"Oh iya kakak tau data mana Aku hari ini ulang tahun?" tanya Adel.


"Saya dengan kamu sudah satu kartu keluarga, bagaimana kamu tidak mengerti?" tanya Alan.


"Oohh." ucap Adel.


"Maafin aku, aku tidak pernah sebelumnya di rayakan ulang tahun seperti ini, aku sangat suka." ucap Adel.


"Berarti ini pertama kali nya kamu di berikan kejutan?" tanya Alan.


"Kawan-kawan ku setiap tahun melakukan nya, namun aku rasa keluarga ku tidak pernah mengingat nya. Kali ini kakak yang memberikan kejutan, aku sangat berterimakasih." ucap Adel.


"Apa yang kamu maksud teman kamu termasuk dengan Yoga? saya yakin dia sering memberikan kamu kado yang sangat romantis." ucap Alan.


Adel menghela nafas panjang.


"Yoga adalah sahabat ku, Wajar saja jika dia memberikan yang sangat Lebih." ucap Adel.


Alan menghela nafas panjang. "sudah jangan membahas itu, suapi saya makan kue ini." ucap Alan.


Adel mengangguk dia menyuapi Alan. Bergantian dengan Alan menyuapi Adel. Awalnya Adel tidak mau namun di paksa oleh Alan.

__ADS_1


Alan dengan iseng mengotori pipi Adel dengan krim kue ulang tahun itu. Adel tidak terima dia membalas dan mereka berdua bercanda bergurau tidak ada kecanggungan.


__ADS_2