
"Aku di sini kak, apa kakak mendapatkan nya?" tanya Adel. "Nih ambil lah, lain kali jangan seperti ini lagi, kamu membuat saya malu saja!" ucap Alan.
"Iyah kak, aku juga gak tau kita di sini Selama ini." ucap Adel.
"Jangan banyak alasan segera ganti." ucap Alan. Tidak beberapa lama akhirnya selesai.
"Terimakasih yah kak." ucap Adel.
Alan menoleh ke arah Adel.
"Kalau begitu kita pulang saja, saya sudah sangat malu kepada mamah saya." ucap Alan. Adel menganguk. Padahal dalam hati nya sangat senang sekali.
Sebenernya dia membawa ganti namun ingin saja melihat respon suami nya.
Dia senyum-senyum sendiri mendapatkan perhatian dari suami nya.
Adel keluar dari kamar melihat Mertua dan suami nya duduk di ruang tamu.
"Kamu sudah selesai? Ayo berangkat pulang." ucap Alan.
"Loh kalian mau langsung pulang?" tanya papah nya.
"Iyah Pah." jawab Alan.
"Gak nginap saja?" tanya orang tua nya lagi.
Alan menggeleng kan kepala nya.
"Kami pulang saja Pah. Besok Adel sekolah, aku juga harus bekerja." ucap Alan.
"Ya udah kalau begitu hati-hati yah nak. lebih sering lah datang ke sini." ucap Orang tua nya.
Alan dan Adel menganguk. Mereka berpamitan sambil menyalim tangan kedua orang tua nya.
Alan dan Adel keluar.
"Hati-hati." ucap Alan ketika Adel mau masuk ke dalam mobil.
Adel menganguk. Dia juga mengucapkan terimakasih karena Alan membuka kan pintu.
Sesampainya di rumah Adel langsung masuk ke kamar nya karena mau mandi. Sementara Alan duduk di luar menerima telpon dari beberapa klien nya.
Di kamar Adel terdiam sejenak sebelum mandi dia melihat pesan dari orang tua nya yang marah karena sampai sekarang tidak ada kabar dari nya.
Adel bingung harus berbicara seperti apa kepada Alan mengenai permintaan bantuan itu.
Dia baru saja memiliki hubungan yang baik dengan suami nya, tidak mungkin dia langsung menghancurkan momen itu dengan membahas tentang orang tua nya.
Namun tidak ada yang bisa dia lakukan selain melaksanakan perintah orang tua nya.
Tengah malam...
__ADS_1
"Kak.." panggil Adel menyusul Alan ke ruang tamu.
Alan yang sedang santai menonton TV sambil merokok menoleh ke arah Adel.
Dia mematikan rokoknya. "Ada apa?" tanya Alan.
"Aku mau berbicara hal yang penting sama kakak." ucap Adel.
Alan diam. Adel duduk di sofa depan Alan.
"Katakan lah, apa yang mau kamu bicarakan?" ucap Alan.
"Aku mau kakak memberikan bantuan terhadap orang tua ku." ucap Adel. Alan seketika langsung terdiam.
"Aku mohon kak, mereka sedang dalam masalah.. hanya kakak yang bisa membantu mereka." ucap Adel.
"Saya sudah banyak membantu orang tua kamu, saja juga sudah merelakan beberapa saham saya tidak terurus karena membantu orang tua kamu." ucap Alan.
Adel terdiam. "Saya tidak bisa membantu nya kali ini." ucap Alan. Adel menatap Alan.
"Aku mohon kak, aku mohon." ucap Adel.
"Mereka memaksa kamu untuk membujuk saya? Apa mereka mengancam kamu agar membujuk ku." ucap Alan.
"Mereka orang tua ku kak, aku tidak tega melihat mereka kesukaan seperti itu." ucap Adel.
"Namun mereka sama sekali tidak memikirkan perasaan kamu, mereka sama sekali tidak perduli sama kamu. Saya tau itu semua." ucap Alan.
Adel menatap Alan.
"Apa syarat nya kak? aku akan melakukan nya apa saja itu." ucap Adel.
"Bukan sekarang saya memberi tau kamu." ucap Alan. "Tapi kakak serius kan mau membantu Bunda sama ayah?" tanya Adel.
Alan menganguk. Adel tersenyum dia merasa lega sekali.
"Terimakasih banyak kak." ucap Adel langsung memeluk Alan.
Alan kaget dengan pelukan Adel yang sangat erat sekali.
"Ya Allah terima kasih sudah mau membuka hati kak Alan membantu orang tua ku. Kalau dia tidak mau bunda dan Ayah pasti akan marah sama ku." ucap Adel dalam hati.
Alan baru saja mau memeluk Adel namun Adel melepaskan pelukannya.
"Terimakasih banyak yah kak." ucap Adel. "Kamu jangan senang dulu, semua persyaratan yang nanti akan kamu tau harus kamu lakukan." ucap Alan.
Adel menganguk.
"Ya udah kalau begitu aku nelpon bunda dulu yah kak." ucap Adel masuk ke kamar nya.
Alan melihat Adel pergi meninggalkan dia dengan sangat senang.
__ADS_1
"Kalau dari awal aku tau Adel akan bahagia seperti itu, aku akan melakukan itu dari awal." batin Alan.
Adel mencoba menelpon bunda nya namun selalu di tolak, akhirnya dia mengirimkan pesan saja kepada orang tua nya.
Di lain tempat orang tua Adel tadi nya sudah sangat stress, menerima pesan dari Adel mereka langsung lega dan langsung menemui sekertaris nya Alan.
Hari semakin malam flim yang di tonton oleh Alan sudah habis dia memegang perut nya yang lapar.
"Ini sudah jam sembilan ternyata." ucap Alan dalam hati.
Alan berfikir kalau Adel akan masak namun ternyata tidak.
"Kenapa dia tidak masak? Bahan-bahan lengkap. Apa dia lupa?" ucap Alan.
"Tok!! tok!! Tok!!"
"Adel kenapa kamu tidak masak? Saya sangat lapar." ucap Alan.. Namun tidak ada jawaban dari dalam.
Alan membuka pintu ternyata perut Adel sakit lagi.
"Maafin aku Kak, aku tidak bisa masak, perut ku sakit lagi." ucap Adel.
Alan mengambil obat Adel memberikan nya. Dia mengambil minyak kayu putih.
"Kamu oleskan ini ke perut kamu." ucap Alan. Adel tidak merespon dia hanya menjerit perut nya sakit.
Alan memberanikan diri mengoleskan minyak ke perut Adel.
Mata nya ke arah lain.
"Huff kenapa sangat lembut sekali perut Adel?" batin Alan.. Tiba-tiba dia langsung melepaskan nya..
"Husss aku memikirkan apa?" ucap Alan menepis pikiran nya dengan cepat.
"Sudah mendingan?" tanya Alan. Adel menggeleng kan kepala nya.
"Kalau begitu kamu lanjut saja istirahat. Saya bisa memesan makanan dari luar." ucap Alan.
"Tidak perlu kak, aku bisa kok." ucap Adel berusaha bangun. "Kamu yakin!" tanya Alan..Adel menganguk.
Adel memaksakan diri ke dapur. Alan mengikuti nya dan membantu Adel dikit-dikit di dapur.
Adel senyum-senyum sendiri karena bisa lebih banyak memiliki momen bersama suami nya.
"Aaaahhh!" Adel menjerit karena minyak. Padahal bagi nya sudah Biasa namun karena ada Alan dia mencari perhatian.
Alan langsung membawa nya ke wastafel.
"Kamu perempuan bodoh! Bagaimana bisa bisa terkena minyak seperti ini?" ucap Alan.
"Kakak kenapa sih selalu ngomong apa bodoh? Aku istri kakak, emang nya kakak mau memiliki istri bodoh?" ucap Adel.
__ADS_1
'"Itu kenyataan, kamu benar-benar sangat bodoh jadi perempuan." ucap Alan..Adel diam dan memasang wajah sedih.