
"Hufff sudah lah jangan di pikirkan, dia banyak teman di rumah." ucap Alan.
Alan dan teman-teman nya sudah mabuk.
"Bro kami pulang dulu yah " Semua teman Alan sudah pulang tinggal hanya Alan sendirian di sana.
Dia mengambil handphone nya dan melihat foto nya bersama mutiara.
"Mutiara, kamu di mana? Kenapa kamu tidak membalas pesan ku? Apa kamu tidak merasakan kalau sekarang aku sangat merindukan kamu." ucap Alan.
Alan mengacak-acak rambut nya karena pesan nya satu pun tidak ada yang di balas oleh mutiara.
"Kalau seandainya aku tidak di pantau oleh orang tua ku, aku akan datang mencari kamu mutiara." ucap Alan.
Karena sudah hampir jam tiga dia keluar dari sana. Sebelum keluar dia membayar tagihan yang cukup tinggi sehingga membuat nya terkejut.
Tampa sadar ternyata dia sudah minum sangat banyak sekali.
Mengendarai mobil dalam keadaan mabuk sedikit sulit, namun Alan tidak perduli dengan kesehatan nya. Banyak pengguna jalan yang marah kepada nya, untung saja tidak terlalu ramai di jalanan.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah dia memasukkan mobil nya ke bagasi setelah itu dia berjalan masuk ke teras rumah.
Namun dia melihat Adel yang ketiduran di depan pintu kedinginan, di gigit nyamuk.
Dia melihat bungkus makanan di dekat Adel. Mungkin karena dia sudah kelaparan sehingga tidak bisa menahan untuk makan bersama Alan.
"Bodoh sekali dia! Kenapa dia menunggu ku di depan pintu seperti ini?" ucap Alan dengan kesal.
Dia membuka pintu namun tidak bisa. Dia mengingat dia yang terakhir kali menutup pintu, Alan merogoh saku nya ternyata kunci ada pada nya.
Dia langsung menoleh ke arah Adel. "Apa dia di sini mulai dari sore tadi?" ucap Alan terkejut.
"Hei! Hei! Bangun!" Alan menggoyang kan kaki Adel.
Adel langsung bangun dia melihat Alan.
"Kak Alan! akhirnya kakak pulang juga." ucap Adel.
"Kamu jadi perempuan kenapa bodoh sekali? Kenapa kamu seperti orang gila yang menunggu saya sampai pulang di sini?" tanya Alan.
"Aku tidak tau harus kemana kak. Aku hanya bisa menunggu kakak di sini." ucap Adel.
"Perempuan yang sangat bodoh!" ucap Alan.
__ADS_1
Adel terdiam. "Oh iya kak, ini adalah makanan untuk kakak, Ini mungkin sangat dingin, tapi kalau di panaskan mungkin masih enak." ucap Adel.
Tiba-tiba Alan menepis makanan itu sehingga berserak di lantai.
"Berhenti mengurus saya! Saya tidak butuh perhatian dari kamu!" ucap Alan.
"Pegang ini! Ini adalah kunci cadangan untuk kamu, jangan lagi menyusahkan saya!" ucap Alan langsung masuk ke dalam.
Adel terdiam dia melihat makanan yang di lantai. Karena sudah tidak bagus lagi akhirnya dia membuang nya ke tempat sampah.
Adel masuk ke dalam mengunci pintu dan langsung ke kamar. Dia melihat jam, karena badan nya terasa sangat lengket, dan juga gatal-gatal akhirnya dia mandi sebelum melanjutkan tidur nya.
Sebelum tidur dia mengoleskan minyak kayu putih untuk bekas gigitan nyamuk di badan nya.
Sambil mengoleskan minyak kayu putih Air mata nya keluar. Adel tidak bisa melupakan kejadian tadi yang di buat oleh Alan.
Keesokan harinya...
"Kak Alan kok belum bangun sih? Ini sudah jam delapan, dia pasti akan telat bekerja." ucap Adel.
Akhirnya dia memutuskan untuk membangun kan Alan ke kamar nya.
"Tok!! Tok!! Tok!!" bunyi ketukan pintu.
"Kak ini sudah jam delapan, apa kakak tidak mau bekerja? nanti kakak bisa telat." ucap Adel dengan lembut dari balik pintu.
Alan yang sangat tidak suka mendengar Suara Adel dan langsung membuka pintu tiba-tiba.
"Perempuan bodoh! Kamu bisa berhenti mengganggu saya tidak! saya sangat mengantuk, saya mau istirahat." ucap Alan.
"Tapi Kak, nanti kakak telat pergi bekerja." ucap Adel.
"Itu bukan urusan kamu! Jangan mengganggu saya!" ucap Alan membanting Pintu. Adel menghela nafas panjang.
"Huff..." dia menghela nafas panjang.
Akhirnya dia ke ruang tamu duduk di sana. Tidak beberapa lama Alan keluar dari kamar sudah rapi.
"Kakak mau berangkat bekerja? Ini kopi untuk kakak." ucap Adel, Alan yang kebetulan butuh kopi untuk menyegarkan mata nya dia langsung mengambil dan menghabis kan nya.
Adel tersenyum. "Aku bantuin yah Kak." ucap Adel
aku merapikan baju Alan namun langsung di tepis oleh Alan.
__ADS_1
"Tidak perlu!" ucap Alan.
"Saya bisa sendiri." ucap nya langsung pergi begitu saja meninggalkan Adel.
Adel mengikuti nya ke depan sambil mobil Alan tidak kelihatan dia baru masuk ke dalam. Dia menghela nafas panjang sambil mengelus dadanya.
Di perjalanan ke kantor Alan masih berusaha untuk menelpon mutiara namun tidak juga bisa.
Dia kesal sendiri.
Sampai di kantor dia bertemu dengan kedua orang tua nya.
"Kenapa kamu ke kantor hari ini? Bukan nya kamu harus mengantar kan istri kamu ke sekolah dulu? Kamu tau sendiri kalau dia tidak tau wilayah kamu tinggal, dia pasti bingung mau pergi ke sekolah bagaimana." ucap Bu Yani.
"Sudah lah mah, urusan ku bukan hanya tentang dia, aku juga sedang mengurus pekerjaan ku." ucap Alan. Bu Yani menghela nafas panjang.
"Kamu adalah suami nya, dia adalah tanggung jawab kamu, mau bagaimana pun kamu harus mengurus dan mengutamakan dia dari pada pekerjaan kamu sendiri." ucap Bu Yani.
"Iyah mah, aku paham kok, sekarang aku mau bekerja dulu, aku sudah sangat telat." ucap Alan.
"Baiklah. Semangat yah nak." ucap Bu Yani dan papah nya.
Di rumah...
Adel sedang mengirimkan pesan ijin kepada Bu guru nya karena dia belum bisa ke sekolah hari ini.
Selain tidak tau di Mana, dia juga kurang enak badan.
Sepanjang hari dia di rumah saja, dia tidak tau harus ngapain lagi, menghabiskan waktu nya dengan ponsel nya.
"Huff ternyata tiduran main handphone seharian di kamar sangat membosankan, tidak seperti yang aku bayangkan selama ini." ucap Adel, karena dulu dia tidak memiliki waktu istirahat selain malam.
Dia sangat ingin bermalas-malasan seharian di kasur tidak perlu takut di marahin.
Namun sekarang dia sangat bosan, dia ingin mengerjakan sesuatu yang membuat nya tidak merasa bosan sama sekali.
Dia memutuskan untuk berjalan keluar dari rumah itu melihat pekarangan di sana melihat para tetangga nya.
Dia juga bertanya-tanya tentang alamat, tentang tempat tinggal itu. Setelah dia mendapatkan alamat dia memasang Gojek.
Dia ingin berbelanja ke supermarket agar dia bisa memasak untuk suami nya nanti.
. Setelah selesai belanja dia kembali ke rumah. Dia menata semua nya di lemari es.
__ADS_1
Dia juga memasak terlebih dahulu untuk diri nya sendiri Agar dia tidak kelaparan.