Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 45


__ADS_3

Setelah selesai belanja dia membawa semua nya ke dalam mobil dan segera pulang ke rumah.


Sampai di rumah dia langsung Memasak. "Baru kali ini kak Alan meminta aku memasak sebagai istri nya. Karena ini pertama kali nya jadi aku akan memasak spesial." ucap Adel.


Namun saat sedang memasak Mamah mertua nya menelpon Video call.


"Halo Mamah. Apa kabar?" tanya Adel.


"Baik, kamu sendiri bagaimana?" tanya mamah mertua nya.


"Baiklah juga kok Mah." ucap Adel.


"Kamu sedang apa? Kenapa ada di dapur?" tanya mamah nya.


"Ini lagi masak makan siang untuk kak Alan." ucap Adel.


"Loh bukannya nya hari ini Alan ke kantor? Tadi mamah habis telpon dia." ucap Mamah mertua nya.


"Hum itu mah, kak Alan bilang kalau dia pulang ke rumah untuk makan siang." ucap Adel.


"Oohh begitu." ucap mamah mertua nya. Adel tersenyum.


"Bagaimana kabar kamu nak?" tanya Mamah nya.


"Alhamdulillah baik Mah. Mamah sendiri bagaimana?" tanya Adel.


"Baik kok. Alan ada bilang kalau hari Minggu mamah sama papah mau kalian datang ke sini." ucap Mertua nya.


"Iyah mah ada kok." ucap Adel.


"Akhir-akhir ini mamah sama papah sangat sibuk, sehingga tidak sempat datang ke rumah kamu. Mumpung hari libur jadi mamah mau kalian datang." ucap Mamah nya.


"Iyah Mah." ucap Adel.


"Oh iya mah kak Alan gak suka apa saja?" tanya Adel.


"Humm Mamah kurang tau sih karena Alan itu paling tidak suka makan di rumah dulu. dia selalu keluyuran entah kemana." ucap mamah mertua nya.


"Pulang ke rumah hanya untuk tidur saja." ucap Mamah nya. Adel diam.


"Tapi setau mamah sih gak suka nya bawang putih. Alan tidak terlalu banyak pilihan makan kok, jadi kalau kamu mau Masak apapun dia pasti makan." ucap Mamah mertua nya.


"Oohh gitu yah mah. Kalau yang sangat di suka oleh kak Alan apa?" tanya Adel.


"Dia paling suka Spaghetti, dia suka makanan yang pedas dan juga makanan yang bersantan." ucap Mertua nya.


"Oohh." ucap Adel.


"Ya udah kamu lanjut masak aja yah, nanti suami kamu pulang malah marah-marah lagi." ucap mamah mertua nya. Adel tersenyum.


Setelah di matikan Adel sudah tau apa yang harus dia masak sekarang karena dia hanya membuat bumbunya.

__ADS_1


"Permisi pak Alan.." ucap sekretaris nya masuk.


"Ada apa?" tanya Alan.


"Ini ada paket dari mbak Riska." ucap Sekeren nya.


"Apa itu?" tanya Alan.


"Seperti nya ini makan siang Pak."


"Ambil saja untuk kamu." ucap Alan.


"Bapak yakin?" tanya Sekretaris nya. Alan menganguk.


"Lalu bapak bagaimana?" tanya sekretaris nya.


"Saya akan makan di rumah istri saya masak. Kalau di tanya oleh Riska bilang kalau saya memakan nya." ucap Alan.


Sekertaris nya kebingungan tidak biasa nya Alan pulang ke rumah nya untuk makan.


"Kenapa kamu diam? ini sudah waktunya istirahat makan siang pergi lah makan, kalau tidak habis bagi lah kepada teman mu." ucap Alan sambil merapikan Meja nya.


"Loh Bapak mau kemana?" tanya sekretaris nya kebingungan.


"Apa kamu tidak mendengar kata-kata saya Kalau saya mau pulang ke rumah, istri saya Memasak." ucap Alan.


"Oohh begitu yah pak, kalau begitu terimakasih banyak yah Pak." ucap sekretaris nya.


Setelah beberapa saat akhirnya dia sampai di rumah.


Melihat makanan yang enak di atas meja membuat nya semakin lapar.


"Kakak sudah pulang?" ucap Adel yang baru saja keluar dari kamar nya. Alan melihat Adel baru saja selesai mandi karena rambut nya masih di balut dengan handuk.


"Kenapa tengah hari seperti ini kamu mandi?" Tanya Alan. "Sebenernya aku sudah mandi pagi tadi kak, namun karena banyak kerjaan yang aku kerjakan aku berkeringat lagi." ucap Adel.


"Oohh, kalau begitu istirahat lah." ucap Alan. Adel terdiam sejenak.


"Apa benar ini adalah kak Alan? Tidak seperti dia." ucap Adel.


"Biar aku ambil kan Kak." ucap Adel mengambil sendok dan piring.


"Apa kamu sudah makan?" tanya Alan. Adel menggeleng kan kepala nya.


"Kalau begitu ikut lah makan bersama saya." ucap Alan, Adel tidak mengatakan apa-apa dia langsung duduk di kursi depan suami nya sambil tersenyum.


Alan hanya diam Mereka makan siang untuk pertama kalinya bersama. Adel sangat senang sekali.


Setelah selesai makan Adel menyimpan semua nya ke dapur.


"Kakak mau langsung kembali ke kantor?" tanya Adel. Alan menganguk.

__ADS_1


"Iyah kenapa?" tanya Alan.


"Aku mau keluar mengerjakan Tugas kelompok bersama teman-teman ku " ucap Adel.


"Bersama Yoga?" tanya Alan, Adel menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak satu kelompok dengan yoga." ucap Adel.


"Dasar perempuan bodoh! Saya hanya meminta kamu ijin kepada saya di saat mau bertemu dengan Yoga. Buka setiap kali mau keluar." ucap Alan.


Adel diam sejenak.


"Tapi mau bagaimana pun aku harus Ijin kepada kakak sebagai suami ku." ucap Adel. Alan menghela nafas panjang.


"Di mana lokasinya?" tanya Alan.


Adel memberi tau ternyata lumayan jauh dari rumah, namun tidak jauh dari kantor nya namun harus melewati kantor nya.


"Baiklah kalau begitu saya akan mengantar kan kamu." ucap Alan.


"Tidak perlu kak, aku bisa sama supir." ucap Adel.


"Jangan menolak saya karena kalau saya berubah pikiran saya tidak akan mengijinkan kamu." ucap Alan.


Adel sebenarnya sangat senang namun dia juga tidak enak merepotkan Alan.


"Tunggu sebentar yah kak, aku ganti baju dulu.


Tidak beberapa lama mereka sudah ada di dalam mobil.


Tidak ada percakapan apapun di antara mereka berdua. Alan menoleh ke arah Adel yang juga diam.


"Bagaimana dengan pipi kamu masih sakit?" tanya Alan. Adel menggeleng kan kepala nya.


"Hanya nyeri sedikit. Aku bisa menangani nya." ucap Adel.


"Saya minta maaf sebelumnya pernah menampar kamu." ucap Alan.


Adel terdiam. Alan menghela nafas panjang.


"Sudah lupakan saja. Maaf saya mengingat kan tentang itu lagi." ucap Alan.


Adel tidak mengatakan apapun.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di tempat janjian mereka.


"Kamu yakin belajar di sini?" tanya Alan. Adel menganguk.


"Nah itu teman-teman ku." ucap Adel menunjuk teman-teman nya di depan Cafe.


"Baiklah kalau begitu." ucap Alan. Adel menganguk dia menyalim tangan Alan dan turun dari dalam mobil.

__ADS_1


Saat mau keluar dari parkiran Alan melihat mobil Yoga.


"Loh itu kan mobil yang sering menjemput Adel, kata nya tidak ada yoga karena tidak satu Kelompok. Adel berbohong." ucap Alan dia tidak jadi pergi namun melihat Yoga dan Adel.


__ADS_2