
"Kakak harus makan agar cepat sembuh." ucap Adel.
"Saya tidak berselera, pergi dan bawa lah itu keluar." ucap Alan.
Adel menghela nafas panjang. "Perut kakak tidak berisi sama sekali, kakak tidak akan membaik kalau seperti itu." ucap Anisa.
"Aku sudah Memasak bubur yang enak. Kakak berbaring lah dengan benar, aku akan menyuapi." ucap Adel dengan lembut sambil menata bantal agar Alan tidur dengan benar.
Alan menatap wajah Adel yang tersenyum sambil menyuapi nya.
"Beberapa malam ini kakak selalu pulang dengan keadaan mabuk, kakak juga mengkonsumsi banyak obat-obatan terlarang." ucap Adel.
Setelah selesai makan Adel menyimpan semua piring dan merapikan kamar Alan.
Alan pun bisa tidur dengan nyenyak.
Namun sepanjang malam Adel tidak bisa tidur karena menjaga Alan yang selalu terbangun. Mengigau tidak jelas dan terkadang panas tubuh nya suka naik tiba-tiba.
Di pagi hari... Alan silau karena cahaya masuk dari sela-sela jendela kamar nya. Dia membuka mata nya.
"Sudah siang.." batin Alan. Dia bergerak namun dia kaget melihat Adel duduk di lantai sambil ketiduran dan memegang tangan Alan.
Alan mengerakkan sedikit badan nya dan menarik tangan nya perlahan dari Adel.
"Kenapa dia tidur di sini?" batin Alan.
Dia teringat dengan tadi malam. "Dia sudah menjaga ku sepanjang malam?" ucap Alan.
Alan menghela nafas panjang dia mau mengelus rambut Adel namun tidak jadi karena Adel bangun.
"Kakak sudah bangun?" tanya Adel langsung bangun dan memeriksa suhu badan Alan.
"Bagaimana keadaan kakak? apa sudah mendingan atau masih sakit?" tanya Adel.
Alan menatap mata Adel. Adel meletakkan telapak tangan nya di kening Alan.
Adel menatap wajah Alan, mata mata mereka bertemu.
"Kenapa kakak diam? Badan kakak masih panas seperti tadi malam, tapi aku rasa ini sudah lebih baik." ucap Adel.
Alan langsung memalingkan pandangannya.
"Kepala saya masih pusing dan badan saya semua nya sakit." ucap Alan.
"Kalau begitu aku akan menghubungi Orang tua kakak agar membawa dokter ke sini." ucap Adel. Alan menggeleng kan kepala nya.
"Jangan!" ucap Alan.
"Aku khawatir kak, aku tidak bisa melakukan apa-apa kalau semakin parah..Kakak istirahat lah aku akan Memasak." ucap Adel.
__ADS_1
Alan mau menahan nya namun Adel langsung pergi.
"Hufff." Alan menghela nafas panjang.
"Tidak biasanya aku parah seperti ini, apa yang terjadi." batin Alan.
Adel baru saja menelpon orang tua Alan setelah itu dia pun langsung masak untuk sarapan Alan.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga. "Semoga saja kak Alan makan banyak." ucap Adel. Adel membawa makanan itu ke kamar Alan.
"Kak.." Ucap Adel kaget melihat Alan turun dari tempat tidur.
"Kakak mau kemana? kakak belum kuat." ucap Adel. "Saya mau ke kamar mandi, saya tidak bisa menahan nya lagi." ucap Alan.
"Kalau begitu ayo aku bantuin kak." ucap Adel. Dia memapah Alan ke kamar mandi.
"Ngapain kamu masih di sini? kamu mau melihat saya?" tanya Alan.
Adel yang tadi nya sangat serius dan tidak kefikiran ke sana akhirnya dia pun langsung berbalik.
Alan tersenyum tipis melihat wajah Adel.
Setelah selesai Adel membantu Alan keluar.
"Saya mau mandi, badan saya sangat lengket." ucap Alab. "Badan kakak masih panas, kalau kakak mandi bisa jadi semakin parah!" ucap Adel.
"Kakak Duduk dulu, dan makan, aku sudah membuat sup daging..Ini pasti sangat enak." ucap Adel langsung menyuapi nya ke mulut Alan.
Dia menatap wajah Adel yang begitu tulus menjaga dan merawat nya.
Alan jadi teringat waktu Adel sakit, dia hanya menjaga nya sebentar setelah itu tidak memikirkan dia lagi. Sementara sekarang Adel bahkan tidak tidur untuk menjaga dia.
"Alan..." Ucap Mamah nya baru saja datang.
Dia datang bersama suami dan juga dokter keluarga mereka.
"Kenapa bisa seperti ini nak? Apa yang terjadi kenapa bisa sakit seperti ini?" tanya orang tua nya sangat khawatir.
"Aku hanya demam biasa mah, tidak perlu khawatir sekali." ucap Alan. "Kamu sangat pucat, kamu juga Kurusan." ucap Mamah nya.
Alan diam. "Kamu selesai kan makan terlebih dahulu setelah itu di periksa sama dokter." ucap Mamah nya.
Adel menyuapi Alan.
Orang tua nya Senang melihat Adel merawat Alan dengan baik.
Setelah selesai makan Alan di periksa oleh dokter.
"Pak Alan harus di suntik agar cepat membaik." ucap Dokter.
__ADS_1
"Tidak dok, saya tidak mau. Kalau bisa obat saja." ucap Alan. "Suntik saja Dok, Alan tidak Akan mau minum obat kalau tidak di paksa." ucap mamah nya.
"Aku akan minun obat mah. Aku tidak mau di suntik." ucap Alan.
"Jangan keras kepala kamu! Buruan buka celana kamu!" ucap Papah nya.
"Gak mau Pah." ucap Alan.
"Kamu tidak malu sama istri kamu?" ucap orang tua nya.
"Suntik saja Dok, kami akan menunggu di luar." ucap Mamah nya langsung menarik suami nya keluar.
Tinggal hanya Adel. Adel mau ikut keluar karena Alan pasti malu namun Alan menahan Adel.
"Temani saya disini." ucap Alan menahan tangan Adel.
Adel pun mengangguk.
"Baiklah kalau begitu saya akan melakukan nya pak, jangan tegang ini tidak akan sakit." ucap dokter.
Melihat jarum suntik saja sudah membuat Alan takut dan merinding.
Adel langsung menarik kepala Alan dengan pelan ke pelukan nya.
Alan memiring dan memeluk Adel.
Dia cukup kaget dengan kedekatan mereka berdua kali ini, tapi tidak ada tempat persembunyian yang aman akhirnya dia menenggelamkan wajahnya di perut Adel.
"Sudah selesai Pak." ucap dokter.
"Sudah selesai dok?" tanya Alan kaget karena tidak terasa apa-apa, dia lebih kefikiran dia dan Adel sekarang.
Setelah selesai dokter menulis resep obat dan memberikan nya kepada Alan dan Adel.
"Tidak Akan sakit kak." ucap Adel kepada Alan yang masih di pangkuan nya.
Alan menggeleng kan kepala nya. "Saya takut." ucap Alan. Adel tersenyum.
"Percuma saja badan besar takut sama jarum suntik." ucap Adel.
"Kamu tidak merasakan nya." ucap Alan langsung pergi dari dekapan Adel.
Adel tersenyum. "Saya keluar dulu yah Pak Alan, Mbak. Semoga cepat sembuh." ucap dokter itu.
Setelah dokter pergi Adel menyelimuti Alan. "Semoga kakak cepat sembuh yah." ucap Adel. Alan hanya diam.
Dia memerhatikan Adel yang merapikan tempat tidur agar lebih nyaman.
"Ini ada obat yang harus kakak makan nanti setelah selesai makan siang, kakak sekarang sudah bisa tidur " ucap Adel menoleh ke arah Alan.
__ADS_1
Namun ternyata Alan diam-diam memerhatikan Adel, dia langsung memalingkan pandangannya.
"Saya tau, saya sekarang mau tidur sebaiknya kamu keluar dan jangan lupa matikan lampu nya." ucap Alan.