Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 59


__ADS_3

"Tidak apa-apa sih, hanya saja mamah merasa kasian dengan suami kamu." ucap mamah mertua nya.


"Kenapa mah? Ada apa dengan kak Alan?" tanya Adel.


"Barusan dia datang seperti nya baru pulang dari kantor namun dengan wajah lesu. Dia bilang akan menginap di sini selama beberapa hari karena kamu tidak ada di rumah." ucap Mamah mertua nya.


Adel terdiam. "Kapan kamu akan kembali?" tanya Mamah mertua nya.


"Aku tidak tau mah, mungkin satu Minggu lagi." ucap Adel.


"Jangan lama-lama yah, Alan sudah terbiasa dengan kamu, dia pasti akan merasa sangat kesepian." ucap mamah nya.


"Mamah jangan berbicara seperti itu, mana mungkin kak Alan kesepian karena aku, yang ada dia pasti sangat senang karena tidak ada yang memaksa nya kembali ke rumah dengan cepat." ucap Adel.


"Kelihatan nya tidak seperti itu Adel. Suami mu pasti sudah sangat merindukan kamu!" ucap Mamah mertua nya.


"Kalau tugas ku sudah selesai aku akan segera kembali mah." ucap Adel.


"Baiklah kalau begitu." ucap Mamah nya.


Setelah selesai menelpon Adel memeriksa handphone nya.


"Dia hanya menelpon ku sekali saja, mana mungkin dia merindukan ku." ucap Adel.


"Huff sudah lah untuk apa aku memikirkan dia? Justru dia merasa bebas karena sudah tidak ada yang menggangu dia bersama perempuan itu." ucap Adel.


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar nya.


"Masuk saja, pintu nya gak di kunci kok." ucap Adel.


Ternyata Yoga yang masuk.


"Eh Yoga kamu ngapain? Apa ada yang penting?" tanya Adel.


"Aku membeli cemilan dari luar, kamu mau?" tanya Yoga.


Adel melihat banyak makanan di tangan Yoga.


"Sebaiknya kita memakan nya di luar saja yah." ucap Adel.


Yoga langsung mengerti dia mengangguk.


Di luar mereka duduk sambil melihat pemandangan pantai di malam hari.


Tidak ada percakapan Adel fokus melihat pantai dan juga langit yang penuh dengan bintang sementara Yoga sibuk mengambil gambar.


"Adel!" panggil Yoga. Adel menoleh ternyata Yoga mau mengambil gambar nya.


"Apa yang kamu lakukan Yoga?" ucap Adel. Yoga tersenyum dia menunjukkan hasil yang dia ambil.


"Bagaimana? Cantik kan?" tanya Yoga.


Adel tersenyum melihat hasil nya sangat bagus.

__ADS_1


"Aku akan mengirimkan nya ke handphone kamu." ucap Yoga.


Adel mengunggah nya di Instragram nya.


Dan Alan yang kebetulan sedang bermain handphone nya langsung melihat postingan Adel.


"Huff sial! Kenapa saku merasa sangat senang ketika melihat wajah nya?" ucap Alan.


"Kelihatan nya dia sangat senang jauh dari saya yang terus menyiksanya." ucap Alan.


Mamah nya masuk ke kamar nya Tampa di sadari oleh Alan.


"Hayoo kamu lagi lihat foto siapa tau?" tanya Mamah nya. Alan langsung menutup handphone nya.


"Enggak ada kok Mah." ucap Alan.


"Itu foto istri kamu kan?" tanya mamah nya. Alan menggeleng kan kepala nya.


"Lalu siapa? Itu perempuan lain? Atau mantan kamu itu?" tanya Mamah nya.


Alan terdiam dia tidak bisa menjawab.


"Tidak perlu ragu-ragu, jujur saja lah itu istri kamu kan?" tanya mamah nya.


Alan menghela nafas panjang.


"Aku tidak sengaja melihat nya karena dia memposting." ucap Alan.


"Oohh begitu. Mamah pikir kamu melihat nya lama seperti itu karena merindukan dia." ucap Mamah nya.


"Mamah mau tau bagaimana kamu dengan Adel belakangan ini?" tanya Mamah nya.


"Huff jangan bertanya tentang itu mah, aku tidak mau membahas nya, mamah bisa melihat sendiri seperti apa kami." ucap Alan.


Mamah nya menghela nafas panjang.


"Apa salah nya Mamah bertanya? Mamah ingin tau nak." ucap Mamah nya.


Alan mengingat lagi cukup banyak masakan di antara mereka berdua.


"Tidak ada yang berbeda semua nya biasa saja." ucap Alan.


"Kamu belum menyentuh Adel sama sekali yah?" tanya mamah nya.


"Maksud mamah?" tanya Alan.


"Yah Mamah mau memastikan saja." ucap Mamah nya.


"Aku dengan Adel tidak akan memiliki anak sebelum dia lulus sekolah mah." ucap Alan.


"Tapi kalau lebih cepat juga gak apa-apa nak, Mamah sama Papah senang kok, Lagian kalian sudah menikah." ucap mamah nya.


"Mamah jangan aneh-aneh deh, sebaiknya mamah pergi istirahat menunggu papah di kamar. Aku juga mau mandi setelah itu istirahat." ucap Alan.

__ADS_1


"Seperti nya kamu belum berani menyentuh Adel yah? Jangan malu-malu dong." ucap mamah nya.


"Ayo mah keluar saja." ucap Alan.


"Jawab dulu Alan." ucap Mamah nya. Namun Alan memaksa nya keluar.


"Bye Mamah, selamat istirahat." ucap Alan langsung menutup pintu.


"Huff dasar anak durhaka." ucap mamah nya dengan kesal di balik pintu kamar Alan.


"Humm untuk saat ini aku sama sekali tidak mempermasalahkan tentang itu, tapi setelah Adel lulus aku akan merencanakan semuanya agar cepat." ucap mamah Alan.


Alan masuk ke kamar mandi.


Tidak terasa sudah Satu Minggu. Tepat nya hari Minggu.


"Hari ini kamu tidak kemana-mana?" tanya papah nya kepada Alan yang sedang sarapan bersama.


"Enggak lah, emangnya kenapa?" tanya Alan.


"Tidak biasanya. Biasa nya pagi-pagi kamu tidak pernah sarapan bareng mamah sama papah seperti ini..Kamu akan menghabis hari libur ataupun waktu luang kamu di luar." ucap Mamah nya.


"Itu kan dulu mah, aku sudah menjalan kan bisnis yang sangat serius, setiap hari aku pulang malam, aku butuh istirahat yang banyak." ucap Alan.


Mamah dan papah nya tersenyum.


"Tidak salah mamah sama papah menikah kan kamu dengan Adel. Ternyata kamu bisa berubah." ucap papah nya.


"Ini bukan karena Adel atau karena aku sudah menikah Pah. Aku memang ingin menghabiskan waktu di rumah." ucap Alan.


"Huff kamu belum menyadari nya, nanti kalau kamu sudah menyadari nya baru deh kamu mengakuinya." ucap mamah nya.


Alan terdiam.


"Sudah satu Minggu istri kamu pergi, apa kabar nya?" tanya Mamah nya.


Alan menggeleng kan kepala nya.


"Loh kenapa?" Tanya Papah nya.


"Jangan bilang kalau kamu dengan istri kamus sama sekali tidak bertukar kabar?" tanya mamah nya.


"Apa itu benar Alan?" tanya papah nya dengan mode serius.


"Dia sibuk dengan tugas nya, aku sibuk dengan pekerjaan ku, tidak sempat mah. Palingan nanti juga pulang." ucap Alan.


"Suami seperti apa kamu ini? Bagaimana kalau istri kamu tidak baik-baik aja di sana?" ucap papah nya marah.


Alan langsung terdiam.


"Segera telpon dan tanyakan kabarnya, tanyakan juga kapan dia akan kembali." ucap papah nya.


"Biar mamah saja yang menelpon nya Pah." ucap mamah Alan langsung menelpon nomor Adel.

__ADS_1


Menelpon sekali tidak di jawab, kedua kali tidak di jawab.


"Adel kemana yah Pah? Kok gak di jawab? Tidak biasanya seperti ini." ucap mamah Alan.


__ADS_2