Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 27


__ADS_3

Waktu nya berangkat ke sekolah..


Begitu juga dengan Alan. "Kenapa kamu belum berangkat?" tanya Alan melihat Adel masih duduk di teras.


"Aku menunggu supir kak." ucap Adel.


"Saya lupa kalau, supir kamu sedang sakit." ucap Alan.


"Oohh begitu, aku akan berangkat menggunakan taksi saja." ucap Adel.


"Tidak perlu. Kamu akan saya antar." ucap Alan.


"Gak usah kak, aku naik taksi saja." ucap Adel.


"Jangan keras kepala kamu!" ucap Alan. Adel seketika langsung terdiam.


"Ayo naik ke dalam mobil!" ucap Alan. Adel sudah deg-degan dia bingung harus ngapain namun dia tetap naik dari pada kena marah oleh Alan.


Sepanjang perjalanan ke sekolah tidak ada percakapan apapun. Adel sangat takut dia menunduk kan kepala nya tidak berani mengangkat nya.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai. "Terimakasih sudah mengantarkan aku kak, aku turun dulu." ucap Adel.


Dia langsung keluar terburu-buru dan masuk ke dalam.


"Adel!!!" Panggil Yoga. Alan yang tadi nya sudah mau pergi namun melihat Adel di hampiri Alan membuat nya berhenti.


"Kamu sudah sarapan belum?" tanya Yoga.


"Udah kok." ucap Adel.


"Kamu ke sini di anterin siapa? Kok mobil nya beda." ucap Yoga.


Adel menoleh ke arah mobil suami nya yang belum pergi.


"Kita masuk saja yok." ucap Adel menarik tangan Yoga. Alan tersenyum tipis. Dia mengambil gambar mereka berdua dengan ponsel nya.


Hari yang begitu panjang di jalani oleh Adel dengan Alan dengan berbeda. Alan menikmati hari nya dengan seperti tidak ada masalah, sementara Adel yang sangat pusing memikirkan hidup nya.


Waktu nya pulang sekolah Adel melihat handphone nya yang berbunyi. Dia melihat Telpon dari bunda nya.


"Tumben sekali bunda menelpon ku?" tanya Adel dalam hati.


"Ga aku jawab telpon Bunda ku dulu yah.' ucap Adel. Yoga mengganguk.

__ADS_1


"Halo Bunda.." ucap Adel.


"Kamu di mana? Kamu segera datang ke rumah Bunda!" ucap Bunda nya langsung mematikan handphone.


Adel bingung kenapa.


"Yoga aku Ke rumah orang tua ku dulu yah. Kamu pulang lah duluan." ucap Adel.


"Kenapa? Tidak biasanya kamu ke sana setelah pulang sekolah." ucap Yoga. "Aku juga tidak tau kenapa Bunda meminta ku datang ke sana.' ucap Adel.


"Ya udah kalau begitu aku antar yah." ucap Yoga. Mengingat Supir nya sakit akhirnya dia mau di antar oleh Yoga.


Tidak beberapa lama sampai di sana. "Bunda.. Ayah..." Ucap Adel menyapa mereka yang di ruang tamu.


Namun Mereka berdua menatap Adel dengan tatapan tajam dan wajah marah.


"Duduk kamu!" ucap bunda nya. Adel duduk di sofa.


"Ada apa bunda? Ayah? apa aku melakukan kesalahan?" ucap Adel. "Jelas kan ini!" ucap Bunda nya menunjukkan foto dia menggandeng tangan Yoga.


Adel kaget kenapa ada foto itu pada orang tua nya.


"Kamu sudah memiliki suami, kenapa kamu berpacaran lagi dengan orang lain? Kamu membuat orang tua kamu malu?" ucap Ayah nya.


"Bukan seperti itu bagaimana? sudah jelas akhir-akhir ini suami kamu melihat kamu sering keluar dengan Yoga, kamu bahkan tidak ijin. Dan selalu pulang malam." ucap Ayah nya.


Adel terdiam sejenak, dia tidak menyangka kalau Alan akan memberi tau itu kepada Orang tua nya.


"Aku dengan Yoga hanya berteman saja Ayah, aku tidak ada hubungan apa-apa dengan dia." ucap Adel.


"Bohong! Sudah semenjak di SMA kamu dekat dengan dia, mana mungkin kamu tidak pacaran." ucap bunda nya lagi.


"Pokoknya Bunda dan Ayah ingin kamu menjauh dari anak itu, jangan membuat malu keluarga. Kamu sudah memiliki suami namun masih gatal kepada Orang lain!" ucap Bunda nya.


Adel diam. "Apa kamu mendengar nya?" ucap Bunda nya. "Iyah Bunda, aku minta maaf." ucap Adel.


"Kamu memang tidak bisa di andalkan sama sekali! Nyesal Bunda memiliki anak seperti kamu, hanya bisa membuat malu saja." ucap bunda nya.


"Kalau sampai foto itu tersebar ke keluarga Alan, yang malu bunda dan Ayah. Apa kamu tidak memikirkan itu?" ucap Bunda nya lagi.


"Maafin aku Bunda, ayah, aku tidak akan mengulangi nya lagi." ucap Adel.


Bunda dan Ayah nya langsung pergi karena sudah sangat kesal.

__ADS_1


Adel menangis.


"Yoga adalah satu-satunya orang yang mengerti dan selalu ada untuk ku, namun kenapa sekarang aku harus di jauh kan dari dia?" ucap Adel menangis.


Dia harus segera pergi dari sana sebelum orang tua nya melihat dia menangis.


Adel berjalan meninggalkan rumah orang tua nya. Sambil menangis dia terus berjalan tanpa berfikir dia mau kemana.


"Kenapa kak Alan mengirim kan Foto itu kepada orang tua ku sehingga membuat salah paham? Kenapa kak Alan tidak bertanya terlebih dahulu." ucap Adel.


"Tin!! Tin!!" Klakson mobil di samping Adel.


Adel menoleh ke arah Mobil yang berhenti itu.


"Adel!! Ayo masuk, aku anterin kamu pulang." ucap Yoga.


Adel langsung menghapus air mata nya, menormalkan suara nya dan langsung masuk kedalam mobil.


"Kamu baik-baik saja kan?" tanya Yoga memastikan Adel.


"Humm aku baik-baik saja kok. Kamu sendiri kenapa bisa di sini?" tanya Adel.


"Aku kepikiran kamu, tadi nya aku sudah pulang namun aku takut kamu tiba-tiba pulang namun tidak ada kendaraan." ucap Yoga.


Adel tersenyum menatap Yoga.


"Bagaimana bisa aku menjauhi Yoga kalau dia terus baik kepada ku? Aku tidak bisa." batin Adel.


"Ya udah kalau begitu kita langsung pulang yah Agar kamu bisa istirahat." ucap Yoga. Adel mengangguk.


Di perjalanan tidak ada percakapan apapun. Adel yang biasa nya selalu bercerita. Kali ini dia menjawab semua pertanyaan yoga dengan singkat.


"Mungkin Adel lelah itu sebab nya dia memilih banyak diam." ucap Yoga. Sesampainya di rumah Adel mengucapkan terimakasih dan pergi langsung ke dalam rumah.


Yoga memastikan Adel di rumah dia baru pergi pulang. Adel mengintip dari jendela. "Yoga.. maafin aku yah, aku harus membalas semua kebaikan kamu seperti ini." ucap Adel dalam hati.


Dia duduk di sofa sambil mengingat kata-kata Bunda dan Ayah nya. "Bunda sangat menyesal memiliki anak seperti kamu, tidak bisa di andalkan." kata-kata itu terngiang-ngiang di pikiran Yoga.


"Huff kenapa sih harus seperti ini? Kalau seandainya aku bisa memilih aku tidak ingin di lahir kan ke dunia ini. Aku capek. Aku lelah." ucap Adel


Alan di tempat kerja nya. Dia melihat pesan nya di balas oleh mertuanya.


"Maaf kan kesalahan Adel nak Alan. Kami sudah menasehati dia." ucap Bunda nya Adel.

__ADS_1


Alan tersenyum. "Bagus deh kalau begitu." batin Alan.


__ADS_2