Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 20


__ADS_3

Sesampainya di rumah dia melihat garasi terbuka dan mobil suami nya tidak ada.


"Kemana kak Alan? Dia bilang mau istirahat kok sudah tidak ada?" ucap Adel dalam hati.


Adel masuk ke rumah dan langsung menelpon suami nya. Beberapa kali panggilan namun tidak kunjung di jawab.


"Loh kok gak di jawab sih?" tanya Adel dalam hati.


"Kemana yah kak Alan?" ucap Adel.


Sementara di kamar hotel Alan baru saja selesai dengan Riska. Mereka berciuman dan berpelukan.


"Aku sudah sangat lelah, aku ingin istirahat, jangan menggangguku." ucap Alan langsung tidur. Riska hanya bisa mengangguk.


Tidak beberapa lama handphone Alan berbunyi. Riska melihat Nama perempuan bodoh.


"Siapa ini?" batin Riska.


Karena penasaran dia menjawab nya.


"Halo..." Jawab Riska. Mendengar perempuan yang menjawab membuat Adel heran.


"Loh kok perempuan sih yang menjawab nya? Bukan nya ini nomor kak Alan?" ucap Adel sambil memastikan kembali.


"Halo! Ada orang kah?" ucap Riska lagi.


"Ini nomor kak Alan, kenapa kamu yang menjawab nya? kemana kak Alan?" tanya Adel.


"Oohh Alan. Dia lagi tidur nih. Dia kelelahan. Alan tidak mau di ganggu. Kalau dia sudah bangun aku akan meminta dia menelpon kamu." Tutt tutt.." Panggilan langsung mati.


"Kak Alan lagi sama perempuan?" ucap Adel dia jadi berfikir yang aneh-aneh.


"Kak Alan! Kenapa Kak Alan melakukan ini kepada ku? aku adalah istri kak Alan." batin Adel.


Tidak terasa sudah sore. Alan bangun dia melihat Riska tidur di lengan nya. Dia tersenyum sambil merapikan rambut Riska.


Riska terbangun karena Merasakan sentuhan dari Alan.


"Ini sudah Sore, aku harus pulang. Aku tidak ingin membuat istri ku banyak bertanya membuat kepala ku pusing." ucap Alan.


"Menginap lah di rumah ku. Aku masih ingin bersama kamu." ucap Riska.


"Aku harus bekerja besok. Bukan nya aku tidak ingin." ucap Alan. "Aku mohon.." ucap Riska.

__ADS_1


"Tidak bisa Riska, lain kali kalau hari libur aku akan menginap, aku janji. Namun sekarang aku hanya bisa mengantarkan kamu pulang.. Tapi sebelum pulang aku mau ngajakin kamu makan." ucap Alan.


"Ya udah deh kalau gitu." ucap Riska. Alan langsung memasukkan handphone nya ke saku celananya setelah berpakaian.


Mereka makan sebentar dan setelah itu mengantarkan Riska pulang ke rumah nya.


"Kamu yakin gak mau berhenti singgah ke rumah?" tanya Riska.


"Lain kali aku akan melakukan nya, hari semakin gelap kamu masuk lah." ucap Alan. Riska memeluk Alan. "Terimakasih yah untuk hari ini." ucap Riska. "Sama-sama, aku juga berterima kasih sama kamu. Sudah lama aku tidak merasakan kenikmatan yang luar biasa seperti yang kamu berikan." ucap Alan.


"Humm dasar pria mesum!" Riska. Alan mencium pipi Riska.


"Kamu hati-hati di jalan, jangan lupa kabarin aku kalau sudah sampai di rumah." ucap Riska. Alan mengangguk. setelah Riska masuk ke rumah Alan pun meninggalkan rumah Riska.


Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, keluar dari hotel masih terang namun sekarang sudah sangat gelap sekali.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. Alan melihat pintu terbuka.


"Ini sudah malam, kenapa dia membiarkan pintu terbuka? Bagaimana kalau ada pencuri yang datang?" ucap Alan.


Dia masuk ke dalam namun ternyata Adel ketiduran di sofa.


"Huff dasar perempuan yang sangat pemalas!" ucap nya karena melihat rumah berantakan.


Mendengar suara pintu di tutup Adel langsung bangun.


"Kak Alan sudah pulang?" ucap Adel langsung berdiri.


"Humm, saya sudah pulang. Lain kali kalau saya sudah pulang usahakan rumah bersih!" ucap Alan.


"Saya tidak suka melihat ini berantakan sekali!" ucap Alan. Adel menahan Alan.


"Tunggu dulu kak, aku mau bertanya sesuatu kepada kakak." ucap Adel.


"Apa? saya sudah sangat lelah, saya mau istirahat." ucap Alan menepis tangan Adel yang memegang tangan nya.


"Kakak data mana? kakak habis bertemu dengan siapa?" tanya Adel.


"Bukan urusan kamu! Saya keluar juga tidak melibatkan kamu!" ucap Alan. Namun lagi-lagi Adel menahan nya yang terus mau pergi.


"Kakak bersama perempuan kan?" tanya Adel.


Alan langsung berhenti dia menoleh ke arah Adel.

__ADS_1


"Iyah, benar. Kamu sudah tau kenapa harus bertanya kepada saya?" tanya Alan.


"Kenapa kakak melakukan ini kepada ku? Kakak pergi dengan perempuan lain, sementara kakak sudah memiliki istri." ucap Adel.


"Istri? Saya merasa tidak memiliki istri. Kamu hanya pengganggu, pembawa sial di hidup saya!" ucap Alan.


Adel menangis. "Aku istri kakak, kenapa kakak tega melakukan ini?" tanya Adel.


"Ini hidup saya, terserah saya melakukan apapun yang saya inginkan. Dan kamu tidak berhak melarang saya." ucap Alan langsung pergi meninggalkan Adel yang menangis.


Adel lemas dia duduk di lantai sambil menangis.


"Untuk apa aku bersama dengan pria yang selalu tidak menganggap ku seperti ini? Untuk apa??" ucap nya berteriak.


Keesokan harinya.. Semua nya seperti biasa. Adel siap-siap untuk ke sekolah walaupun hati dan pikiran nya kacau dia harus terlihat bahagia.


Dia juga tetap menyediakan Sarapan dan kopi untuk suami nya.


Sebelum nya dia sudah menyetrika baju suami nya jadi dia tidak perlu menyetrika nya pagi ini.


Alan turun dia langsung ke meja makan minum Kopi. Adel hanya diam saja dia memerhatikan Alan seakan tidak bersalah. tidak ada yang terjadi.


Adel melihat bekas merah di leher Alan membuat nya semakin kecewa dan sakit hati.


"Kak aku harus berangkat lebih awal. Aku permisi." ucap Adel, "Humm." Jawab Alan dengan singkat. Adel langsung pergi tanpa menyalim tangan suami nya.


Alan yang tadi nya sengaja meletakkan sendok makan nya karena berfikir Adel akan menyalim nya ternyata tidak.


Dia melihat Adel berlari keluar.


"Bagus deh dia sudah tidak menyalim tangan ku lagi, aku tidak ingin bersentuhan dengan perempuan bodoh, pembawa sial seperti dia!" ucap Alan.


Akhirnya Adel berangkat ke sekolah. Sampai di sekolah dia mencari Yoga. Kebetulan yoga sudah datang dia mengajak Yoga ke kantin.


"Kelihatan nya hari ini suasana hati kamu kurang baik, apa ada masalah?" tanya Yoga. Adel menggeleng kan kepala nya.


"Lalu kenapa kamu dari tadi kelihatan nya cemberut, diam dan memasang mata sedih seperti itu?" tanya Yoga.


Adel menggeleng kan kepala nya. Yoga sudah tau pasti tentang suami nya.


"Aku tau kalau urusan kamu dengan suami kamu tidak harus aku tau, tapi kalau kamu mau cerita sama ku, silahkan. Aku akan selalu mendengar kan kamu kok." ucap Yoga.


Adel menatap Yoga. Namun dia tiba-tiba bersandar di pundak Yoga. "Aku hanya ingin diam saja." ucap Adel.

__ADS_1


__ADS_2