Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 69


__ADS_3

"Ini tidak akan bisa menghapus nya, Tapi setidaknya bisa menutupi nya.


"Saya sudah sangat lapar, ayo mencari sarapan terlebih dahulu." ucap Alan.


Adel menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak percaya diri keluar, aku tidak mau." ucap Adel. Alan menghela nafas panjang.


"Perempuan sungguh banyak mau nya, ini sudah tidak kelihatan, mereka tidak akan tau kalau di badan kamu banyak seperti ini karena sudah di tutupi." ucap Alan.


Adel menggeleng kan kepala nya. "Aku tetap tidak percaya diri." ucap Adel. Alan Menatap wajah Adel.


"Baiklah-baiklah aku mau, Tapi jangan di tempat ramai." ucap Adel. Alan mengangguk. Setelah itu mereka keluar Adel berjalan lebih jauh dari Alan sementara Alan berusaha untuk mendekati nya.


"Kamu malu yah jalan bersama laki-laki seperti saya?" tanya Alan. Adel Menatap dengan tatapan heran.


"Jangan berbicara yang aneh-aneh, aku sama sekali tidak berpikir seperti itu." ucap Adel.


"Sudah lah jangan membahas yang aneh-aneh." ucap Adel.


Tiga hari sudah Adel dan Alan menghabis kan waktu bersama di penginapan.


Sedikit ada kemajuan di hubungan mereka.


Di Malam hari Adel dan Alan sampai di rumah mertua nya.


"Akhirnya kalian pulang juga nak, kami sangat merindukan kamu." ucap Orang tua Alan.


Berpelukan melepaskan rindu.


"Bagaimana jalan-jalan di sana nak? Pasti sangat menyenangkan kan?" tanya mamah mertua nya kepada Adel.


Adel tersenyum sambil mengangguk.


"Alhamdulillah Mah." ucap Adel.


"Lain kali jangan pergi berdua saja yah, Mamah sama papah pengen ikut juga." ucap orang tua Alan.


Alan dan Adel mengangguk.


"Mah kami di sini tidak bisa lama-lama kami harus segera kembali ke rumah." ucap Alan.


"Kenapa sangat buru-buru pulang nak?" tanya Mamah nya.


"Besok aku harus kerja mah." ucap Alan.


"Yah mamah kan masih rindu sama kamu dan juga Adel." ucap mamah nya.


"Mamah bisa datang Besok ke rumah." ucap Alan.


"Ya udah deh kalau begitu, hati-hati yah di jalan." ucap mamah dan papah nya.

__ADS_1


Mereka segera pulang ke rumah.


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. "Kakak mau mandi? Aku akan menyiapkan air hangat." ucap Adel.


Alan mendekati Adel. "Saya sangat malas mau mandi." ucap Alan.


"Tapi badan kakak sudah berkeringat, tidak mungkin kakak tidak mandi." ucap Adel.


"Alan memegang kulit nya. "Saya sangat lelah sekali. Apa kamu tidak mau membantu saya?" tanya Alan.


"Bantu? Apa yang harus aku bantuin?" tanya Adel.


"Bantu saya menggosok punggung saya."ucap Alan..Adel menggeleng kan kepala nya.


"Aku tidak bisa." ucap Adel.


"Kenapa? Kamu tidak ingin memandikan suami kamu sendiri?" Tanya Alan.


"Sebaik nya kakak segera mandi, jangan menggoda ku, aku tidak akan tertarik karena aku juga sudah sangat lelah." ucap Adel..


"Huff kamu benar-benar tidak pengertian kepada suami kamu sendiri." ucap Alan.


Adel mengambil handuk dan memberikan nya kepada Alan.


"Cepat mandi, aku akan bersih-bersih." ucap Adel.


Alan tetap tidak mau namun Adel mendorong nya masuk ke kamar mandi.


Setelah Alan di kamar mandi dia langsung mandi agar tidak terlalu lama.


Karena sudah sangat lelah setelah selesai mandi kedua nya langsung tidur berpelukan tanpa sadar.


Di pagi hari yang cerah Alan sudah siap-siap berangkat ke kantor nya karena ada pekerjaan pagi-pagi sekali.


Adel baru saja bangun dia melihat Alan.


"Kamu sudah bangun?" Tanya Alan melihat Adel. Adel berusaha untuk duduk.


"Kenapa kakak tidak membangun kan aku?" tanya Adel.


"Sudah kamu lanjut tidur saja, lagian kamu hari ini tidak sekolah kan?" ucap Alan.


"Iyah sih, Tapi setidaknya aku membuat sarapan terlebih dahulu kepada kakak." ucap Adel.


"Saya tau kamu istri yang baik, namun kamu juga harus mengutamakan badan dan kesehatan mu." ucap Alan.


"Saya berangkat bekerja yah." ucap Alan mencium kening Adel dengan singkat dan langsung pergi Meninggalkan kamar.


Adel sangat terkejut dia memegang Kening nya.


"Kenapa kak Alan tiba-tiba jadi romantis sih? Tidak biasa nya, apa karena dia tidak bersama Riska?" ucap Adel.

__ADS_1


"Huff aku tidak boleh baper, aku harus melihat kak Alan sampai mana berbusa nya dan bagaimana dia menghargai dan mencintai aku." ucap Adel.


Setelah selesai beberapa lama akhirnya Alan sampai di kantor.


"Bagaimana Pekerjaan kita?" Tanya Alan kepada sekretaris nya.


"Semua nya aman dan terkendali Pak, hanya saja Klien kita pagi ini marah-marah dan komplain karena tidak bisa bertemu dengan bapak langsung." ucap sekretaris nya.


"Baiklah kalau begitu kita sebaiknya segera ke sana sekarang." ucap Alan.


Mereka pergi menemui Klien mereka.


Adel Jam sebelas siang baru saja bangun karena handphone nya berbunyi telpon dari suami nya.


"Halo.." ucap Adel.


"Halo! Kamu sudah bangun?" tanya Alan. Mendengar suara Alan Adel langsung duduk.


"Sudah, aku sudah lama bangun." ucap Adel.


"Apa kamu sudah menyiapkan makan siang? saya akan kembali ke rumah makan Siang." ucap Alan.


"Makan siang?" ucap Adel.


"Iyah, Ini sudah jam sebelas, pagi tadi saya tidak sempat sarapan hanya makan roti dan sekarang saya sudah sangat lapar sekali." ucap Alan.


"Sudah ada kok, sudah ada." ucap Adel.


"Bagus lah kalau begitu, saya akan segera pulang kalau pekerjaan saya sudah selesai." ucap Alan.


Panggilan langsung mati.


"Mampus aku, bagaimana bisa aku bangun jam sebelas siang seperti ini." ucap Adel.


Dia ke kamar mandi. Mandi dan memakai pakaian yang baru mengikat rambut nya dengan acak dan langsung ke dapur.


Dia berfikir makanan yang cepat di masak. Setelah sudah di temukan akhirnya dia memasak dengan sangat terburu-buru.


Tidak jarang dia terkena masalah kecil hanya karena buru-buru saja.


"Huff kenapa kak Alan gak ngomong sih kalau mau makan siang di rumah lagi? aku jadi sangat terburu-buru seperti ini." ucap Adel.


Dengan kecepatan seribu dia langsung memotong-motong sayur, bawang dan juga menggoreng ikan.


Sambil memasak dia memerhatikan Jam.


"Huff kenapa sangat lama sih masak nya?" ucap Adel. Karena buru-buru tidak sengaja tangan nya terkena sendok goreng yang sangat panas sehingga membuat kulit nya merah.


Klakson mobil Alan membuat Adel terkejut. Dia cepat-cepat menata makanan di atas meja. Alan masuk dia melihat Adel Menata makanan di atas meja.


"Huff wangi sekali, ini pasti sangat enak sekali. Saya sudah sangat lapar." ucap Alan.

__ADS_1


"Kalau begitu makan lah kak. Aku minta maaf kalau makanan nya kurang enak." ucap Adel.


"Kenapa tidak enak?" tanya Alan. Adel menggeleng kan kepala nya dan diam.


__ADS_2