Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 46


__ADS_3

Adel tidak mengatakan apapun.


Tidak beberapa lama akhirnya mereka sampai di tempat janjian mereka.


"Kamu yakin belajar di sini?" tanya Alan. Adel menganguk.


"Nah itu teman-teman ku." ucap Adel menunjuk teman-teman nya di depan Cafe.


"Baiklah kalau begitu." ucap Alan. Adel menganguk dia menyalim tangan Alan dan turun dari dalam mobil.


Saat mau keluar dari parkiran Alan melihat mobil Yoga.


"Loh itu kan mobil yang sering menjemput Adel, kata nya tidak ada yoga karena tidak satu Kelompok. Adel berbohong." ucap Alan dia tidak jadi pergi namun melihat Yoga dan Adel.


Setelah masuk ke dalam diam-diam membuat nya kesal karena Yoga mendekati Adel.


Adel meminta nya kembali ke kelompok nya agar mereka juga bisa fokus belajar.


Melihat itu ada rasa cemburu pada Alan. "Ini untuk kamu." ucap Yoga mengantarkan minuman.


"Loh aku sudah pesan minuman." ucap Adel.


"Ini untuk kamu, yang ini untuk aku. Terimakasih." ucap Yoga. "Tapi itu bekas aku." ucap Adel. Yoga tersenyum.


Alan kembali ke dalam mobil nya meninggalkan Cafe itu. "Tidak bisa di pungkiri lagi kalau aku cemburu melihat Yoga dan Adel bersama walaupun mereka hanya sekedar teman. Aku juga tidak tau apa penyebab nya namun ini tidak bisa di biarkan." ucap Alan.


Dia kembali ke kantor nya. Adel masih fokus dengan tugas nya sampai di sore hari. Setelah semua nya selesai Adel di ajak paksa oleh semua teman-teman nya untuk main ke sebuah club.


Ini bukan hal asing bagi Adel karena biasanya dia selalu ikut walaupun hanya minum Sprite saja di sana.


Orang tua nya tidak akan tau karena tidak akan pernah perduli.


Adel sudah hampir dua bulan tidak mendengar suara musik di club akhirnya dia memutuskan untuk pergi bersama.


Hari ini Alan kembali ke rumah cukup cepat mungkin sekitar jam lima. Sebelum pulang dia menanyakan keberadaan Adel di mana namun tidak ada jawaban.


Karena berfikir Adel sudah pulang akhirnya dia pun pulang ke rumah.


Namun sampai di rumah istri nya tidak ada. Sampai magrib dia menunggu namun tidak ada tanda-tanda dia pulang.


Alan mau mengirimkan pesan lagi namun ragu, mau menelpon nya juga Alan tidak boleh terlalu menunjukkan kekhawatiran nya.


"Ini sudah jam Delapan malam kenapa Adel belum pulang? dia juga tidak mengatakan apapun kepada ku." ucap Alan dalam hati sambil mondar-mandir di depan rumah.


Namun tiba-tiba ada notifikasi masuk ke handphone nya.

__ADS_1


"Bukan nya ini istri kamu?" foto Adel yang duduk sendirian melihat teman-teman nya pada minum termasuk Yoga.


"Ini di club mana?" tanya Alan. Setelah mendapat kan lokasi nya dia masuk ke dalam mobil nya.


"Tunggu dulu deh kenapa aku sangat marah seperti ini? Bukan nya sebelum nya aku mengatakan urusan pribadi tidak boleh di ikut campuri." ucap Alan.


"Tapi.."


"Ini semua kata-kata dan perjanjian yang aku buat, aku tidak boleh melanggar nya?" ucap Alan. Dia kembali turun dari mobil.


"Huff ini sudah jam delapan, kenapa mereka belum selesai minum sih? aku sudah bosan di sini. Kak Alan akan marah kalau aku tidak pulang cepat." ucap Adel.


Namun tiba-tiba ada pria yang sudah mabuk duduk di samping Adel.


"Hayyy cantik.. Sendiri saja nih Duduk nya, boleh ikut bergabung gak?" tanya pria itu.


Adel mengijinkan saja.


"Mbak tolong satu anggur merah nya." ucap pria itu.


"Nih untuk kamu." ucap pria itu kepada Adel.


"Saya tidak minum." ucap Adel.


"Sesekali saja, kamu harus mencoba nya." ucap pria itu. Adel menggeleng kan kepala nya.


"Kau sudah di mana? Istri mu banyak di godain pria." ucap teman nya lagi.


Melihat foto seseorang merangkul dan memaksa Adel minum membuat Alan marah.


Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di club dan menarik Pria itu dari Adel.


Memberi kan beberapa tinjuan kepada pria itu sehingga hidung berdarah.


Semua mata tertuju kepada Alan dan pria itu.


"Kak Alan." ucap Adel kaget.


"Jangan minum kalau mau berniat jahat!" ucap Alan menendang pria itu.


Alan melihat Adel dia membuka jaketnya dan menyelimuti bahu Adel.


Alan membawa Adel keluar. Yoga sudah sangat mabuk namun dia bisa melihat Alan menarik tangan Adel.


"Kak aku minta maaf. Kakak jangan salah paham dulu!" ucap Adel.

__ADS_1


"Masuk!" ucap Alan dengan nada marah.


Adel menatap wajah Alan.


"Aku minta maaf kak, aku tidak berfikir akan seperti itu." ucap Adel.


"Dasar perempuan bodoh!" ucap Alan. Adel diam.


"Bagaimana kalau terjadi apa-apa sama kamu? Dia pria yang mabuk, kenapa kamu pergi ke tempat seperti ini kalau kamu tidak bisa menjaga diri sendiri?" ucap Alan.


Adel hanya diam. Tidak tega melihat wajah Adel yang ketakutan karena suara nya dia menghela nafas panjang mengusap wajah nya.


"Masuk lah ke dalam mobil. Kita bicarakan di rumah saja." ucap Alan membuka pintu mobil.


"Adel.." Panggil Yoga. Kedua nya menoleh ke arah Yoga.


"Kamu gak apa-apa kan? Kamu gak di apa-apain kan sama dia? Maafin aku.." ucap Yoga.


"Aku gak apa-apa kok." ucap Adel.. Tiba-tiba Alan mendorong Yoga.


"Kau membawa istri saya namun tidak menjaga nya! Bagaimana kala terjadi apa-apa kepada dia?" ucap Alan marah.


"Kak aku mohon jangan kak, jangan." ucap Adel takut sekali kalau Alan dan Yoga ribut.


"Jangan berani-berani kau membawa istri saya lagi, kalau berani melakukan nya lagi saya tidak segan-segan menghajar mu!" ucap Alan.


"Sudah kak, sudah." ucap Adel.


"Masuk ke dalam mobil Adel;" ucap Alan.


"Kamu masuk lah lagi ke dalam, aku baik-baik saja kok." ucap Adel. Yoga memastikan terlebih dahulu Adel baik-baik dan dia menganguk membiarkan Adel masuk ke dalam mobil.


Tidak ada percakapan di dalam mobil, Hanya wajah marah, kesal yang di pasang oleh Alan.


"Kak pelan-pelan aku takut." ucap Adel karena tadi sangat laju sekali.


Alan tidak mendengar kan nya. Namun tidak beberapa lama ada seperti motor melintas membuat Alan berhenti mendadak.


"Auhh!!!" Adel kejedot.


"Kamu gak apa-apa?" tanya Alan membantu Adel Duduk dengan benar, dia sangat khawatir.


Adel menggeleng kan kepala nya. "Aku sudah bilang agar pelan-pelan, namun kakak tidak mau mendengar kan nya." ucap Adel.


Alan menganguk. "baiklah." ucap Alan. Mereka pun pulang dengan kecepatan yang biasa saja tidak selaju yang tadi.

__ADS_1


Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. Adel mau berbicara dengan Alan namun Alan sudah masuk ke dalam kamar nya.


__ADS_2