Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 64


__ADS_3

"Hanya itu saja?" tanya Adel. Alan mengangguk.


"Baiklah kalau begitu, aku akan segera mengumpulkan barang-barang ku." ucap Adel.


"Tunggu dulu saya belum selesai berbicara." ucap Alan. Adel menatap Alan.


"Ada apa lagi kak?" tanya Adel.


"Kenapa selama dua hari ini kamu mendiamkan saya? Tidak perduli dan menghindari saya?" tanya Alan.


"Kakak masih mempertanyakan hal ini? apa kakak tidak sadar?" tanya Adel. Alan langsung terdiam.


"Ya Allah apa yang aku katakan? kenapa aku sangat tidak sopan? Dia adalah suami ku." ucap Adel dalam hati.


"Huff sudah lah jangan tanya tentang itu, aku hanya tidak ingin orang lain Curiga dengan hubungan kita. Aku juga ingin fokus kepada kegiatan ku." ucap Adel.


"Saya tidak ingin kembali Besok." ucap Alan.


"Maksud kakak?" tanya Adel.


"Dua hari saya di sini namun saya sama sekali belum pergi melihat keindahan pemandangan di sini, saya ingin liburan di sini bersama kamu dua atau tiga hari lagi." ucap Alan.


"Tapi aku harus sekolah kak." ucap Adel.


"Saya akan berbicara kepada guru kamu." ucap Alan. Adel tidak bisa membantah akhirnya dia pun menginyakan.


"Humm kalau begitu sebaiknya aku kembali ke kamar ku kak." ucap Adel. "Tunggu dulu." ucap Alan..Adel lagi-lagi tidak jadi pergi karena selalu di tahan oleh Alan.


Alan mendekati Adel..


"Apa yang mau kakak lakukan?" tanya Adel kaget karena Alan mau memegang lehernya.


"Kamu tidak perlu khawatir, saya tidak akan melakukan apapun." ucap Alan. Adel menggeleng kan kepala nya.


"Aku curiga kepada kakak, aku tidak mau." ucap Adel.


Alan menghela nafas panjang.. Padahal Alan tadi mau mencium Kening Adel.


"Aku kembali dulu ke kamar ku." ucap Adel langsung pergi. Alan menghela nafas panjang.


"Argghh!!!" Dia sangat kesal.


Keesokan harinya semua teman-teman Adel sudah bersiap-siap untuk kembali ke Kota nya lagi.


"Adel kok kamu gak siap-siap sih? Nanti ketinggalan loh." ucap teman satu kamar Adel.


"Kamu lupa kalau Adel itu pulang nya sama kakak nya." ucap teman Adel yang lain.


"Oh iya yah, aku dengar kamu sama kakak kamu mau jalan-jalan lagi yah?" tanya teman Adel.


Adel mengangguk. "Ya udah deh kalau begitu." ucap teman Adel.

__ADS_1


"Maaf yah gak bisa pulang bareng." ucap Adel..


"Gak apa-apa kok."


Mereka semua sudah kumpul.


"Barang-barang kamu mana Adel? Sini aku bantu angkat." ucap Yoga.


"Adel akan tinggal bersama saya di sini, sebaiknya kamu pulang saja terlebih dahulu." ucap Alan langsung.


Yoga menoleh ke arah Adel.


"Iyah Ga. Maafin aku yah gak bisa pulang bareng kalian." ucap Adel.


"Apa kamu sudah bilang sama guru?" tanya Yoga.."Udah kok, guru juga mengijinkan aku." ucap Adel.


Yoga Menatap Adel, Alan Menatap nya dengan tajam. "Yoga ayo buruan naik, apa yang kamu lakukan?" tanya teman-teman nya karena bus sudah mau berangkat.


"Ya udah kalau begitu kami berangkat dulu yah." ucap Yoga.. Guru-guru juga berpamitan.


"Dadah Adel... bye kak Alan..." Semua nya melambaikan tangan ke Adel.


Alan hanya terdiam saja.


"Rasa nya sangat sepi ketika datang bersama-sama dan biasanya sangat ramai dan bahagia sekarang jadi sangat Sepi." ucap Adel.


"Jadi kamu tidak mau bersama saya di sini?" tanya Alan.


"Lalu kenapa kamu mengatakan hal seperti itu?" ucap Alan.


Adel menghela nafas panjang.


"Baiklah kak, aku minta maaf." ucap Adel.


"Kamu berkemas lah." ucap Alan.


"Loh kenapa kak? bukan nya kakak bilang kalau kita di sini dua sampai tiga hari?" tanya Adel.


"Penginapan di sini cukup buruk untuk pengantin baru seperti kita, tempat ini tidak cocok untuk bulan madu." ucap Alan.


"Ma-maksud kakak apa?" tanya Adel seketika merinding.


"Setelah menikah kita tidak honey moon bukan? Jadi ini adalah waktu nya." ucap Alan.


Adel terdiam sejenak. "Kamu tidak perlu takut seperti ini, bukan nya kita sudah suami istri?" tanya Alan.


Adel bingung dengan Alan yang terkadang aneh dan sekarang perkataan nya membuat Del tidak bisa berkata-kata.


"Buruan beres-beres! apa yang kamu tunggu." ucap Alan. Adel langsung berlari ke kamar nya.


"Apa maksud kak Alan dengan honeymoon? apa ini saat nya aku harus melakukan kewajiban ku sebagai istri nya?" ucap Adel.

__ADS_1


"Kalau berbicara sambil bekerja. Lihat saja barang-barang mu masih banyak yang belum di rapikan." ucap Alan.


Adel kaget Alan di Pintu.


"Sejak kapan kakak ada di pintu itu?" tanya Adel terkejut.


"Kamu tidak perlu khawatir, saya tidak terlalu mendengar pembicaraan kamu kok. Tapi ngomong-ngomong yang kamu katakan tadi ada benarnya." ucap Alan.


"Kak Alan! Jangan membuat ku berfikir yang aneh! sebaik nya kakak keluar saja." ucap Adel. Alan tertawa.


"Saya akan membantu membawa barang-barang kamu." ucap Alan.


"Tidak perlu! Aku bisa melakukan nya sendiri." ucap Adel.


Alan menghela nafas panjang. "Jangan keras kepala kamu!" ucap Alan. Adel menghela nafas.


Alan menarik dan membawa semua tas Adel keluar.


"Aku bisa membawa nya sendiri kak." ucap Adel. "Coba kamu bawa." ucap Alan memberikan tas kepada Adel namun dia langsung memasang wajah berat.


"Hanya pergi satu Minggu namun pakaian sudah seperti minggat dari rumah." ucap Alan.


"Ini semua karena kakak, coba saja kalau kakak tidak jahat kepada ku." ucap Adel dalam hati.


"Kenapa kamu diam?" tanya Alan menoleh ke arah Adel yang mengikuti nya dari belakang.


Sampai di dalam mobil.


"Kita mau kemana sih kak?" tanya Alan.


"Sudah kamu ikut saja! Jangan banyak tanya heran deh." ucap Alan.


"Tidak biasanya kakak seperti ini, aku yakin ini semua karena paksaan mamah sama papah kan?" ucap Adel.


"Ini bukan kemauan kakak sendiri." ucap Adel. Alan hanya diam saja.


"Sebaik nya kalau kakak terpaksa tidak perlu, aku tidak ingin kakak membuang-buang uang dan waktu." ucap Adel.


"Bisa diam gak? saya lagi fokus menyetir!" ucap Alan. Adel seketika langsung diam ketika sudah di bentak oleh suami nya.


Alan melihat Adel langsung diam, mobil seketika langsung sunyi.


"Saya haus, tolong ambil kan air minum di belakang." ucap Alan. Adel mengambil dan memberikan nya kepada Alan.


"Saya sedang membawa mobil, kedua tangan saya tidak bisa membuka botol itu." ucap Alan..Adel membuka botol dan memberikan nya kepada Alan.


Setelah selesai minum Adel juga ikut minum karena sudah sangat haus kebetulan hanya ada satu saja.


Mobil kembali sunyi, ponsel Alan berdering. Namun tidak di jawab oleh Alan.


"Kenapa tidak di jawab kak? Itu Perempuan yang tidur bersama kakak yah?" tanya Adel.

__ADS_1


__ADS_2