
"Sebaik nya kalau kakak terpaksa tidak perlu, aku tidak ingin kakak membuang-buang uang dan waktu." ucap Adel.
"Bisa diam gak? saya lagi fokus menyetir!" ucap Alan. Adel seketika langsung diam ketika sudah di bentak oleh suami nya.
Alan melihat Adel langsung diam, mobil seketika langsung sunyi.
"Saya haus, tolong ambil kan air minum di belakang." ucap Alan. Adel mengambil dan memberikan nya kepada Alan.
"Saya sedang membawa mobil, kedua tangan saya tidak bisa membuka botol itu." ucap Alan..Adel membuka botol dan memberikan nya kepada Alan.
Setelah selesai minum Adel juga ikut minum karena sudah sangat haus kebetulan hanya ada satu saja.
Mobil kembali sunyi, ponsel Alan berdering. Namun tidak di jawab oleh Alan.
"Kenapa tidak di jawab kak? Itu Perempuan yang tidur bersama kakak yah?" tanya Adel.
Alan menghela nafas panjang dia langsung melihat siapa yang menelpon ternyata orang tua nya.
Alan menjawab telpon dari Mamah nya sebentar setelah itu mati.
Adel sudah terdiam, dia sudah salah menuduh.
Alan menoleh ke arah Adel yang hanya diam saja.
"Saya sudah tidak berhubungan lagi dengan perempuan itu." ucap Alan.
"Aku tidak percaya." ucap Adel. "Kamu bisa melihat handphone saya." ucap Alan memberikan Handphone nya kepada Adel.
Adel menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak mau." ucap Adel.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sebuah penginapan yang bisa di bilang sangat mewah di antar yang lain.
"Loh kakak tidak ke resepsionis dulu?" tanya Adel.
Alan menggeleng kan kepala nya. karena sebelumnya Alan sudah meletakkan barang-barang nya di sana.
Setelah masuk ke dalam kamar Adel kaget melihat barang-barang Alan ada di sana.
"Kakak berbohong kepada ku kan? Kakak mengatakan kalau tidak ada penginapan." ucap Adel. Alan tertawa kecil.
"Dan aku tidur di mana? Kasur nya hanya satu dan tidak ada sofa." ucap Adel.
"Percuma saja kamar begitu bagus dan sangat mahal seperti ini tidak ada sofa." ucap Adel.
"Kita di sini honey moon, kita bisa tidur di kasur yang sama. Kamu tenang saja, saya memilih tempat tidur yang begitu empuk badan kamu tidak akan sakit-sakit." ucap Alan.
"Maksud kakak Apa? Sakit-sakit?" ucap Adel.
"Tidak ada, lupakan saja." ucap Alan.
__ADS_1
Adel Menatap dengan kesal.
"Awas saja kalau kakak macem-macem!" ucap Adel. Alan tersenyum.
"Kamu mandi terlebih dahulu dandan yang cantik kita akan makan keluar." ucap Alan.
"Kemana? Aku tidak mau, aku mau tidur saja." ucap Adel.
"Ini baru jam Sebelas siang, kenapa kamu begitu cepat tidur?" tanya Alan.
"Karena aku sangat ngantuk, aku sudah lelah belajar ini waktu nya aku tidur dengan nyenyak." ucap Adel langsung naik ke kasur.
"Tapi saya sangat lapar." ucap Alan.
"Kalau begitu pergi lah cari makan sendiri. Aku tidak mau keluar." ucap Adele.
Alan menghela nafas panjang. Dia menarik tangan Adel.
"Kamu juga belum makan siang, setelah selesai makan siang kamu baru lanjut istirahat." ucap Alan.
"Jangan paksa aku kak, aku tidak mau." ucap Adel. Alan tidak memiliki cara lain selain melakukan aksi andalan nya.
Dia naik ke tempat tidur dan sekarang berada di atas Adel.
"Ada apa ini? Kenapa kakak?" tanya Adel kaget mendorong Alan namun Alan tidak mau dia menatap wajah Adel.
"Apa kamu tega membiarkan saya kelaparan?" tanya Alan.
"Kamu istri saya, seharusnya kamu menemani saya makan dan menyediakan makan saya." ucap Alan.
"Bisa gak sih jangan membahas istri dan suami? Aku tidak suka mendengar nya." ucap Adel. Alan terdiam sejenak.
"Aku mau tidur, pergi lah makan." ucap Adel dengan sangat cuek. Alan tidak bisa lagi membujuk Adel akhirnya dia turun dari kasur.
"Baiklah kalau begitu saya akan makan di luar. Kamu tidak mau ikut." tanya Alan.
Adel menggeleng kan kepala nya. "Kamu yakin tidak mau pergi makan?" tanya Alan lagi.
"Kakak jangan membuat ku kesal." ucap Adel. Alan akhirnya pergi sendiri mencari makanan.
Adel melihat ke arah pintu kamar tertutup.
"Aku sebenarnya tidak tega seperti ini, namun aku harus seperti ini agar aku terbiasa. Aku tidak ingin menjadi wanita yang lemah." ucap Adel.
Tidak beberapa lama Alan kembali. "Loh kenapa kakak begitu cepat?" tanya Adel melihat Alan.
Alan mengangkat kantong makanan dan. makanan lainnya di kedua tangan nya.
"Saya yakin kamu pasti sangat lapar. Ini untuk kamu." ucap Alan.
__ADS_1
Melihat Alan sudah berniat baik dia tidak mungkin menolak nya, akhirnya dia makan bersama Alan.
Setelah selesai makan Alan mandi setelah itu bergantian dengan Adel.
Alan menelpon Orang tua nya.
"Halo mah." ucap Alan.
"Halo nak, kamu sudah di mana?" tanya Mamah nya.
"Aku dengan Adel akan menginap tiga hari di sini mah." ucap Alan.
"Tiga hari?" tanya mamah nya kaget.
"Iyah mah." ucap Alan.
"Mamah sudah sangat merindukan Adel, kenapa kamu malah semakin lama di sana?" tanya Mamah nya.
"Humm jangan-jangan kamu dengan Adel mau Honey moon yah?" tanya mamah nya.
"Mamah jangan berfikir yang aneh-aneh." ucap Alan.
"Baiklah mamah paham kok, kalau begitu jangan cepat-cepat pulang yah nak." ucap mamah nya.
"Loh kok begitu mah?" tanya Alan Heran.
"Mamah ingin kamu melakukan pendekatan dengan Adel, selamat bersenang-senang nak. Mamah tidak akan menggangu." ucap mamah nya langsung menutup telpon.
"Mah! Mamah!" panggil Alan namun sudah terlanjur mati.
Alan tertawa kecil. Adel baru saja keluar dari kamar mandi.
"Kenapa kakak Tertawa?" tanya Adel. Alan menggeleng kan kepala nya.
"Aku mendengar kakak berbicara dengan seseorang." ucap Adel. Alan Menatap Adel.
"Kamu selalu curiga kepada saya, apa kamu cemburu?" tanya Alan. Adel menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak cemburu sama sekali, aku tidak lagi memiliki perasaan kepada kakak." ucap Adel. Alan tersenyum.
"Saya tidak percaya, kamu bisa berbohong namun tidak dengan mata dan hati kamu." ucap Alan.
Adel diam. Tidak beberapa lama Adel selesai merias wajah nya.
"Kamu mau pergi jalan-jalan sore?" tanya Alan. Adel mengangguk. Alan dan Adel segera keluar dari kamar dan langsung berjalan ke pinggir pantai.
Setelah Sampai di sana Adel langsung bermain pasir. Alan melihat nya dari jauh.
Adel terlihat sangat menikmati bermain di pantai walaupun sendiri justru Adel jauh lebih bahagia ketika sendiri saja di sana.
__ADS_1
Setelah merasa puas dia melihat Alan yang duduk sendirian sambil menikmati es kepala muda.
"Apa benar kak Alan sudah berubah? Kenapa aku sangat bahagia di perlakukan seperti ini?" ucap Adel dalam hati.