Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 51


__ADS_3

Adel memaksakan diri ke dapur. Alan mengikuti nya dan membantu Adel dikit-dikit di dapur.


Adel senyum-senyum sendiri karena bisa lebih banyak memiliki momen bersama suami nya.


"Aaaahhh!" Adel menjerit karena minyak. Padahal bagi nya sudah Biasa namun karena ada Alan dia mencari perhatian.


Alan langsung membawa nya ke wastafel.


"Kamu perempuan bodoh! Bagaimana bisa bisa terkena minyak seperti ini?" ucap Alan.


"Kakak kenapa sih selalu ngomong aku bodoh? Aku istri kakak, emang nya kakak mau memiliki istri bodoh?" ucap Adel.


'"Itu kenyataan, kamu benar-benar sangat bodoh jadi perempuan." ucap Alan..Adel diam dan memasang wajah sedih.


Alan menghela nafas panjang.


Semua nya sudah masak mereka duduk di meja makan untuk makan bersama.


"Apakah enak kak?" tanya Adel. Alan hanya diam saja dia fokus makan tidak memperdulikan Adel bertanya.


Adel merasa di cuekin akhirnya dia pergi ke kamar nya karena masih sakit. Dia ingin cepat-cepat berbaring di tempat tidur nya.


Setelah Adel tidak ada di depan nya, Alan baru sadar kalau tidak ada istri nya di sana.


"Loh kemana dia? Kenapa dia tidak makan?" tanya Alan.


"Ini sangat enak di tambah ke lagi aku sangat lapar sehingga aku tidak sadar Adel pergi." batin Alan.


Alan selesai makan dia langsung pergi ke kamar melihat Adel.


"Kenapa kamu meninggalkan saya di meja sendiri?" tanya Alan. Adel menoleh ke arah suami nya.


"Aku tidak bisa lama-lama duduk kak, lagian kakak juga sangat asik makan sehingga tidak mempedulikan aku." ucap Adel.


Alan menghela nafas panjang.


"Kalau kamu tidak makan bagaimana bisa kamu sembuh!" ucap Alan.


Adel menggeleng kan kepala nya. Alan menghela nafas panjang dia pun langsung keluar.


Adel memasang wajah kesal.


"Tadi saja tidak memperdulikan aku, sekarang malah marah." ucap Adel.


Tidak beberapa lama Alan kembali ke kamar membawa makanan.


"Nih makan! Kamu jangan menolak lagi." ucap Alan memberikan Piring berisi kepada istri nya.


"Aku tidak lapar, nanti kalau lapar aku pasti makan sendiri." ucap Adel. "Makan ini! Jangan membuat banyak alasan." ucap Alan.


"Tapi kak."

__ADS_1


"Istri tidak boleh menentang dan menolak tawaran suami! Sekarang duduk dan habis kan ini setelah itu baru bisa tidur." ucap Alan.


Alan membantu Adel duduk dari tidur nya.


"Kamu benar-benar sangat keras kepala sekali!" ucap Alan.


Adel diam dia memakan nasi nya sampai habis.


"Sudah.. Aku sudah kenyang kak." ucap Adel. Alan menghela nafas panjang.


"Membuang makanan tidak baik, habis kan!" ucap Alan. Adel menghabiskan nya dengan cepat, walaupun sedikit kesal akhirnya habis juga.


"Nih minum obat kamu!" ucap Alan. Adel menganguk.


Setelah Adel minum obat dia bersandar di kasur melihat Alan yang merapikan obat dan menyimpan piring kotor.


"Kakak tidur lah ke kamar kakak, aku sudah tidak apa-apa." ucap Adel.


"Apa kamu yakin?" tanya Alan. Adel menganguk.


"Baiklah kalau begitu." ucap Alan. tiba-tiba handphone nya berdering dari Yoga.


Alan melihat nama Yoga karena handphone Adel dekat dengan nya.


"Ini sudah malam kenapa dia masih menelpon kamu?" tanya Alan.


"Mungkin mau membicarakan Tugas besok kak." ucap Adel.


"Halo Yoga." ucap Adel.


"Kamu lagi di mana?" tanya Yoga langsung.


"Lagi di rumah. Ada apa?" tanya Adel.


"Biasa nya tanggal segini kamu datang bulan kan? Aku akan mengirimkan obat dan minuman yang biasa kamu minum." ucap Yoga.


Alan kaget mendengar Yoga tau tanggal dapat Adel.


"Aku udah dapet sih, tapi gak apa-apa kok, suami ku sudah membawa aku berobat." ucap Adel.


"Kamu yakin?" tanya Yoga. "Iyah gak apa-apa kok," ucap Adel.


"Oh iya setelah pulang dari club kamu gak apa-apa kan?" tanya Yoga. "Gak apa-apa Yoga, aku baik-baik saja kok." ucap Adel.


"Aku tidur dulu yah, besok harus sekolah." ucap Adel karena melihat wajah Alan yang benar-benar berubah.


"Bagaimana bisa dia tau tanggal kamu?" tanya Alan.


"Humm itu karena aku sering bersama dia kak, dia sudah seperti saudara ku sendiri, wajar saja jika dia tau karena dia yang selalu membawa kan ku obat.' ucap Adel.


"Oohh begitu. Kalau begitu kenapa kamu tidak meminta dia mengantar kan obat?" ucap Alan.

__ADS_1


Adel menghela nafas panjang mendengar itu.


"Kalau aku meminta nya dia pasti datang kak, tapi aku menghargai kakak sebagai suami ku. Mana mungkin aku menerima obat lain sementara suami ku sendiri sudah membelinya untuk ku." ucap Adel.


Alan menghela nafas panjang.


"Sudah lah saya mau istirahat." ucap Alan pergi meninggalkan Adel begitu saja.


Adel kebingungan melihat sifat Suami nya yang terasa sangat aneh.


"Bukan nya dia sendiri yang bilang kalau urusan pribadi tidak boleh di ikut campuri? Sekarang kenapa jadi aneh?" ucap Adel.


"Ah sudahlah aku tidak perduli, aku mau tidur saja." ucap Adel. di kamar Alan dia duduk di kasur nya.


"Alan! Alan! Ada apa sih dengan mu? Kenapa tiba-tiba jadi posesif kepada Adel?" ucap Alan.


"Ini tidak mungkin tanda cinta, aku hanya mencintai Mutiara, walaupun dia tidak ada kabar sampai sekarang aku yakin dia pasti merindukan aku. Dia memiliki alasan." ucap Alan.


Tidak beberapa lama akhirnya dia tertidur.


Keesokan harinya seperti biasa sarapan sudah selesai, rumah sudah bersih, Adel siap-siap mau berangkat ke sekolah nya.


"Selamat pagi kak." sapa Adel kepada Alan yang sedang minum kopi di meja ruang tamu.


"Pagi." jawab alan sambil melihat wajah Adel yang ceria.


"Apa perut kamu sudah sembuh? Kenapa kelihatan nya kamu sangat bersemangat?" tanya Alan.


Adel tersenyum.


"Aku senang karena mau bertemu dengan teman-teman ku, dua hari di rumah bersama kakak saja aku sangat bosan." ucap Adel.


Alan menghela nafas panjang dia berdiri dia mendekati Adel. Yang tadi nya Adel senang sekarang jadi sangat gugup.


"Ada apa kak?" tanya Adel.


"Saya tau kamu sangat senang karena mau bertemu dengan pria yang bernama yoga itu kan?" ucap Alan.


Adel diam. "Siang ini saya memiliki janji dengan orang tua kamu." ucap Alan.


"Kakak akan segera membantu bunda dan Ayah?" tanya Adel. Alan menganguk.


"Saya mau mengajukan satu syarat untuk sekarang. Kedepannya masih banyak sekarang saya mau kamu tau hanya satu saja." ucap Alan.


"Apa kak?" tanya Adel.


"Saya mau kamu menjaga jarak dari Yoga." ucap Alan.


"Maksud Kakak?" tanya Adel.


"Kamu tidak paham dengan apa yang saya maksud?" tanya Alan.

__ADS_1


"Tapi aku dengan Yoga hanya Teman." ucap Adel.


__ADS_2