
Dia menoleh ke arah Alan, namun Alan langsung memalingkan pandangannya.
"Kak apa Kakak masih lama? Aku sangat kedinginan." ucap Adel mendekati Alan.
Alan berdiri. "Baiklah kita pulang." ucap Alan. Adel mengangguk dia mengikuti Alan dari belakang.
Adel melihat gulali yang berbentuk lucu-lucu.
"Auh" dia tidak melihat jalan sehingga tidak sadar Alan berhenti dan dia tabrak.
"Apa yang kamu lihat sehingga tidak bisa melihat saya di sini?" ucap Alan.
Adel menggeleng kan kepala nya.
Alan melihat ke arah yang di lihat oleh Adel Tadi.
Dia berjalan ke penjual gulali.
"Kamu mau?" tanya Alan. Adel mengangguk dengan cepat sambil tersenyum.
"Cihh seperti anak kecil." ucap nya. Namun dalam hati nya sudah sangat gemes melihat mata dan wajah Adel menunjukkan sangat menginginkan itu.
"Terimakasih Pak." ucap Adel mengambil dari Bapak yang jual.
"Adik nya yah pak? Sangat cantik sekali." ucap bapak-bapak penjual Gulali.
Alan melihat ke arah Adel yang sudah meninggal kan dia terlebih dahulu.
"Dia istri saya Pak." ucap Alan. "Oohh istri Bapak, dia sangat muda sehingga saya pikir adik nya, saya minta maaf." ucap bapak itu.
"Tidak apa-apa. Terimakasih." ucap Alan. Dia melihat Adel berjalan meninggalkan taman.
"Ini pertama kali nya saya mengakui Adel istri saya kepada orang lain. Ternyata tidak seburuk apa yang ku pikirkan, aku merasa lega dan aku juga merasa bangga entah kenapa ini menurut ku sangat aneh." ucap nya.
Mereka masuk ke dalam mobil. "Saya mau." ucap Alan mengambil bagian hidung Gulali itu.
"Yahh kok di ambil hidung nya sih?" ucap Adel dengan nada lesu.
"Humm lumayan enak. Tapi ini sangat manis." ucap Alan.
Adel menghela nafas panjang.
Alan menatap wajah Adel.
"Kenapa kamu menatap saya seperti itu?" tanya Alan. "Kakak sangat menjengkelkan, kenapa kakak mengambil bagian hidung nya?" ucap Adel.
"Semua nya sama. Apa salah nya saya mengambil sedikit." ucap Alan sambil menghidupkan mobil nya.
Adel diam. Selama perjalanan Adel fokus makan Gulali sampai rumah.
"Jangan lupa untuk berbelanja Besok pagi." ucap Alan kepada Adel yang mau masuk ke kamar nya.
__ADS_1
"Baik kak." ucap Adel. Alan menatap Adel.
"Humm kalau begitu aku masuk dulu yah kak, selamat malam." ucap Adel langsung masuk. Dia menutup pintu dengan cepat dan bersandar di Pintu.
"Ada apa dengan kak Alan? Kenapa tiba-tiba dia jadi lembut seperti itu?" ucap Adel bingung sendiri.
Alan berbaring di kasur nya setelah membuka semua baju nya.
Adel meletakkan kemeja Alan di kursi samping tempat tidur.
"Hari ini begitu aneh bagi ku, tapi aku sangat menikmati pergi dengan kak Alan." ucap Adel sambil tersenyum.
Di pagi hari yang cerah...
Alan bangun dia sudah rapi keluar dari kamar nya.
"Seperti nya Adel belum bangun." ucap Alan.
Alan mau melihat ke kamar Adel namun tidak jadi karena Adel membuka pintu dengan tiba-tiba.
"Kak Alan." ucap Adel. Alan melihat Adel baru bangun, rambut nya masih berantakan sekali.
"Kakak sudah mau berangkat kerja? Aku bangun kesiangan maafin aku." ucap Adel.
Alan hanya diam saja.
"Sebaiknya kamu ikat rambut mu sebelum keluar." ucap Alan. Adel langsung mengikat nya.
"Saya akan makan siang ke rumah." ucap Alan.
"Apa kakak tidak kejauhan pulang makan siang ke sini? aku akan meminta supir mengantarkan nya." ucap Adel.
"Saya ingin ke sini, kamu masak lah sebelum saya kembali ke rumah." ucap Alan.
"Baiklah kak kalau begitu." ucap Adel.
"Saya berangkat dulu, ini sudah telat." ucap Alan. Adel hanya mengangguk. Namun Alan diam.
"Apa ini cara kamu memberangkatkan suami kamu bekerja?" tanya Alan.
"Apa aku boleh menyalim tangan kakak? Aku takut kakak tidak nyaman dengan itu." ucap Adel.
"Lakukan lah." ucap Alan. Adel mencium punggung tangan suami nya sehingga membuat Alan gugup.
"Saya permisi." ucap Alan. Adel mengantarkan Alan keluar.
Setelah Alan pergi Adel beres-beres terlebih dahulu sebelum mandi. Setelah semua nya selesai dia juga sudah rapi siap untuk berangkat ke pusat perbelanjaan.
Sampai di sana dia langsung mencari apa yang dia butuhkan.
Adel sudah mendapatkan apa yang di butuhkan di dapur nya, Troli nya sudah sangat penuh sekali. Dia kesusahan untuk mendorong nya.
__ADS_1
Dia melihat Pasangan suami istri sedang berbelanja. Istri nya sibuk memilih belanja, sementara suami nya mendorong troli dan anak nya duduk di dalam troli.
"Terlihat sangat bahagia sekali, aku mungkin tidak akan bisa seperti itu." ucap Adel.
"Berat yah? Sini aku bantuin." Ucap Yoga yang tiba-tiba muncul entah datang dari mana.
"Loh Yoga kamu dari mana? Kok kamu tau aku di sini?" tanya Adel kaget.
"Yoga tadi Nemanin Tante belanja karena lagi libur. Eh kebetulan kamu di sini lagi kesusahan jadi dia membantu kamu." ucap Tante Hana.
"Terimakasih." ucap Adel. Tante Hana tersenyum.
"Kok Pipi kamu biru gitu sih? Kenapa?" tanya Tante Hana.
"Oohh ini tiba-tiba muncul Tante, aku juga tidak tau kenapa." ucap Adel. "Sudah berobat ke dokter?" tanya Tante Hana.
"Sudah kok Tante." ucap Adel.
"Kamu gak boleh kecapean. Nih kenapa kamu belanja sendiri? Sangat banyak ini untuk apa?" tanya Bu Hana.
"Untuk belanja di rumah Tante, semua nya sudah habis jadi di stok lagi." ucap Adel.
"Oohh begitu." ucap Tante Hana.
"Mamah lanjut saja belanja dulu, aku nganterin Adel ke kasir dulu.' ucap Yoga.
Sampai di kasir Yoga membantu mengeluarkan barang-barang dari troli.
"Terimakasih yah Yoga, tapi kamu harus pergi bantu mamah kamu, kasian dia." ucap Adel.
"Kamu yakin bisa sendiri?" tanya Yoga. Adel menganguk.
"Ya udah kalau begitu aku pergi dulu yah." ucap Yoga.
Adel menginyakan. Setelah Yoga pergi Adel merasa lega.
"Huff Untung saja tidak ada yang melihat. Kalau Kak Alan tau dia pasti akan marah." batin Adel.
Setelah selesai belanja dia membawa semua nya ke dalam mobil dan segera pulang ke rumah.
Sampai di rumah dia langsung Memasak. "Baru kali ini kak Alan meminta aku memasak sebagai istri nya. Karena ini pertama kali nya jadi aku akan memasak spesial." ucap Adel.
Namun saat sedang memasak Mamah mertua nya menelpon Video call.
"Halo Mamah. Apa kabar?" tanya Adel.
"Baik, kamu sendiri bagaimana?" tanya mamah mertua nya.
"Baiklah juga kok Mah." ucap Adel.
"Kamu sedang apa? Kenapa ada di dapur?" tanya mamah nya.
__ADS_1
"Ini lagi masak makan siang untuk kak Alan." ucap Adel.