Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu

Calon Kakak Ipar Ku Menjadi SuamiKu
Episode 32


__ADS_3

.


"Kakak tidur lah agar cepat sembuh." ucap Adel.


"Saya Ingin bercerita sama kamu kalau saya tadi malam bermimpi seseorang datang hendak membunuh saya." ucap Alan.


"Saya berteriak dan sangat takut sekali. Setelah itu badan saya terasa sangat panas." ucap Alan.


Namun tidak ada jawaban.


"Apa kamu mendengar saya? Kenapa kamu tidak berbicara sama sekali?" tanya Alan.


Tidak ada jawaban juga. Alan menoleh ke arah Adel.


Dan ternyata Adel sudah tidur dengan sangat nyenyak sekali. Alan menghela nafas panjang.


"Huff Istri apa seperti dia yang tidur terlebih dahulu." ucap Alan dengan kesal.


Dia menghela nafas panjang dia menatap ke langit-langit kamar nya.


"Sangat bosan hanya berbaring di tempat tidur seperti ini." ucap Alan.


"Tidak pernah aku sakit seperti ini lama nya dan sangat parah." batin Alan. Dia berusaha untuk tidur namun tidak bisa membuka handphone nya semakin membuat kepala nya pusing.


"Huff semakin pusing dan mual." batin Alan sambil meletakkan handphone nya di atas nakas. Dia melihat ke arah Adel.


Alan turun dia mendekati Adel. "Kenapa dia tidur tidak memakai selimut?" tanya Alan dalam hati. Alan mendekati nya.


Dari dekat dia menatap Adel. Alan mengelus pipi Adel dengan sangat pelan agar dia tidak terbangun.


Alan menatap wajah Adel sambil tersenyum. Tangan nya menyentuh bibir Adel.


Alan mengingat kejadian tadi. "Kenapa bibir nya begitu lembut dan sangat kenyal sekali." ucap Alan dalam hati.


Adel berkedip. Alan kaget dia berfikir kalau Adel akan bangun namun ternyata tidak. Dia menghela nafas panjang.


"Huff dia hanya bisa membuat ku terkejut saja!" ucap Alan.


Alan mengambil selimut dan langsung menyelimuti Adel. Adel langsung memeluk selimut itu. Alan tersenyum karena selimut nya di terima.

__ADS_1


Dia pun memilih untuk tidur sambil menghadap ke arah Adel.


Keesokan harinya...


Dia terbangun.. Alan membuka mata nya dia menoleh ke arah sofa.


Namun Adel sudah tidak ada di sana lagi.


Alan menghela nafas panjang. "Seperti nya dia sudah pergi ke sekolah." ucap Alan karena melihat jam sudah jam sembilan pagi.


"Selamat pagi sayang...." Ucap Mamah nya baru saja datang ke kamar.


Alan tersenyum dia melihat ke arah mamah nya. "Pagi mah." ucap Alan. Mamah nya tersenyum dia duduk di pinggir kasur sambil memeriksa suhu badan Alan.


"Aku sudah tidak panas lagi mah, Hanya lemas dan pusing sedikit." ucap Alan.


"Badan kamu masih panas, bagaimana bisa kamu mengatakan kamu sudah lebih baik." ucap mamah nya.


Alan menghela nafas. "Aku tidak ingin sakit mah, aku bosan di kamar saja." ucap Alan.


"Yang membuat kamu sakit adalah kamu sendiri. kamu tidak boleh menyalah kan siapa pun karena itu salah kamu sendiri." ucap Mamah nya.


"Kamu tidak perlu minta maaf sama mamah, kamu harus minta maaf sama Istri kamu." ucap Mamah nya.


"Kamu seperti ini karena kelakuan kamu." ucap mamah nya lagi. Alan menghela nafas panjang.


"Sudah Mamah tidak mau membahas itu, ini sudah waktunya kamu sarapan setelah itu minum obat." ucap Mamah nya.


"Aku tidak berselera mah." ucap Alan.


Mamah nya menghela nafas panjang melihat Alan.


"Istri kamu sudah bangun pagi-pagi untuk memasak sarapan sama kamu, kenapa kamu malah tidak mau makan seperti ini? Dia sudah menyiapkan makanan, dia juga menyiapkan obat kamu." ucap mamah nya.


"Ayo makan dulu!" ucap mamah nya.


Akhirnya Alan mau makan.


"Mamah dan papah tidak salah memilih menantu, walaupun dia sangat lelah, dia terlihat lesu namun dia tetap mengerjakan kewajiban nya." ucap Mamah nya.

__ADS_1


"Mamah yakin kamu pasti tidak memperlakukan dia dengan baik!" ucap Mamah nya


"Kenapa mamah mengatakan seperti itu? Kurang baik apa lagi aku sama Aku." ucap Alan. Mamah nya menghela nafas panjang. "Mamah sangat tau sifat kamu seperti apa. Mamah sudah paham." ucap Mamah nya.


"Tapi Mah."


"Sudah jangan pernah mengelak lagi! Mamah tau kok bagaimana hubungan kamu dengan Adel sekarang, Mamah berusaha menutupi nya agar papah kamu tidak tau " ucap Mamah nya.


Alan terdiam. "Jangan membuat Mamah sama papah malu nak, kamu adalah anak Mamah sama papah satu-satunya yang bisa kami harap kan." ucap mamah nya.


"Tapi mah aku tidak mencintai Adel, Mamah tau sendiri kan kalau aku mencintai perempuan lain, aku memiliki pacar." ucap Alan.


"Mamah tidak mau mendengar kan tentang itu, yang Mamah minta hanya kamu fokus memperbaiki hubungan dengan Adel.. Jangan berfikir untuk berpisah atau berselingkuh!" ucap Mamah nya.


"Pokoknya kalau kamu mamah mendengar hal yang aneh-aneh kamu lakukan dan berita yang tidak enak tentang rumah tangga kamu, Mamah dan papah Akan sangat marah!" ucap mamah nya.


Alan diam. "Jangan lagi berfikir yang tidak-tidak, mamah Tidak akan pernah ikut campur dengan rumah tangga kalian, Mamah hanya bisa menasehati kalian berdua." ucap mamah nya.


"Mamah yakin kalau Adel adalah perempuan yang sangat baik dan sangat cocok untuk kamu, jangan pernah membuat nya sedih jangan pernah membuat dia kecewa. Walaupun Sifat nya seperti anak kecil atau tidak sesuai dengan apa yang kamu mau, kamu harus lebih banyak bersabar sebagai suami." ucap Mamah nya.


Alan hanya bisa diam. Tidak mungkin dia menentang kata-kata Mamah nya.


"Sudah tidak perlu memikirkan itu lagi, mamah juga sangat sedih kalau kamu membuat Adel sedih, jangan ada masalah di rumah tangga kalian.. kalau ada di selesaikan baik-baik." ucap mamah nya.


"Baiklah mah. Aku mengerti." ucap Alan. Mamah nya tersenyum. "Nah gitu dong baru anak mamah yang ganteng." ucap mamah nya sambil mencium kening Alan.


Alan selalu mendapat kan kasih sayang dari kedua orang tua nya. Namun ketika dia membantah orang tua nya akan sangat marah, dia juga tidak ingin membantah kedua nya karena dia sangat lah sayang.


Namun kali ini dia merasa dia sudah cukup dewasa sehingga ingin mengutarakan apa yang di hati nya dan keinginan nya, namun ternyata semua tidak bisa dia capai.


Terpaksa dia menikah dengan perempuan yang tidak dia cintai. Karena perempuan yang dia cintai sebelum nya tidak ingin menikah dengan dia.


"Kamu makan obat dulu." ucap Mamah nya, Alan menggangu. "Mamah mau menemani papah di bawah. Kamu lanjut lah istirahat." ucap mamah nya.


Alan mengangguk. Mamah nya keluar. Alan melihat obat dia Sama sekali tidak meminum obat itu malah membuat nya ke tempat sampah.


"Aku akan muntah kalau makan itu." ucap Alan.


Sementara di tempat lain Adel sedang belajar.

__ADS_1


"Kira-kira sekarang kak Alan udah minum obat belum?" batin Adel.


__ADS_2