
"Kakak mau kemana lagi?" tanya Adel. "Saya harus kembali ke perusahaan!" ucap Alan. "Kalau pekerjaan kakak sangat mendadak, sebaiknya kakak pergi saja dulu ke kantor." ucap Adel.
"Masih ada dua jam lagi, ayo berangkat." ucap Alan. Mereka pun segera mencari peralatan yang mereka butuhkan.
Sampai di toko perabotan.
"Selamat datang di toko kami Bu, pak, apa yang bisa kami bantu?" tanya karyawan toko.
"Mau mencari Sofa dan kasur kak." ucap Alan.
"Loh kok kasur kak?" tanya Adel.
"Kasur yang di rumah itu tidak bagus, badan saya sakit-sakit." ucap Alan.
"Oohh kalau mau mencari tempat tidur yang lembut, dan juga enak untuk pengantin baru di sebelah ini pak. Mari ikut saya." ucap karyawan toko itu.
"Kakak saja, tempat tidur ku bagus kok." ucap Adel, dia merasa malu karena karyawan toko itu senyum-senyum.
Alan mengikuti mbak itu. Setelah mendapatkan tempat tidur yang dia mau, akhirnya dia menyusul Adel yang sedang memilih-milih Sofa.
"Apakah menurut kakak ini bagus?" tanya Adel. Alan langsung duduk. "Humm ini bagus tidak keras." ucap Alan.
Alan tiba-tiba menarik tangan Adel untuk duduk.
"Kamu coba lah." ucap Alan, Adel cukup terkejut namun dia berusaha untuk biasa saja.
Setelah memilih sofa masih banyak yang di pilih oleh Adel.
"Kalau kakak sudah mau bekerja, sebaiknya kakak berangkat saja, aku sudah bisa memilih untuk yang lain nya sendiri." ucap Adel.
Tanpa mengatakan apapun Alan Langsung pergi meninggalkan Adel. Alan pergi Adel seperti tidak bersemangat lagi.
"Huff aku tidak bisa bertanya lagi kalau barang ini cocok atau tidak." ucap Adel dengan sangat lesu.
"Saya bisa membantu kamu!" ucap Karyawan tokoh itu.
Adel mengganguk. Semua nya yang di butuhkan sudah Ada. Waktu nya untuk membayar dia mengeluarkan kartu kredit yang sebelumnya di kasih oleh Alan kepada nya.
Dia mau membayar namun tidak tau pin nya apa. "Huff apa yah pin nya, aku lupa bertanya kepada kak Alan" ucap Adel.
__ADS_1
Dia membuka handphone nya ternyata sudah ada pesan masuk dari Alan. "Ini pasti pin nya." Adel membayar menggunakan kartu kredit tersebut.
Melihat total yang harus di bayar membuat Adel terkejut, dia berfikir terlebih dahulu untuk membayar nya karena uang yang dia gunakan bukan lah uang nya.
"Bagaimana mbak? Jadi tidak?" tanya kasir.
"Sebentar yah mbak, saya telpon suami saya sebentar." ucap Adel.
"Permisi Pak Alan, ini ada telpon dari Istri bapak." ucap sekretaris nya kepada Alan yang sedang berbicara dengan klien nya.
Pak Alan menghela nafas panjang. Dia sedikit malu kepada klien nya.
"Sebaiknya di Jawab dulu saja pak, mungkin ada hal yang sangat penting." ucap Klien nya.
"Maaf yah pak, saya permisi sebentar." ucap Alan.
"Kenapa kamu menelpon saya? Apa kamu tidak melihat ini masih jam kerja saya?" tanya Alan dengan kesal..
"Maaf kak, aku hanya mau ngasih tau total semua belanja nya." ucap Adel.
"Saya sudah memberikan kartu kepada kamu, tinggal membayar saja apa susah nya?" tanya Alan.
"Berapa pun itu bayar saja! jangan merepotkan saya dan jangan mengganggu saya!" ucap Alan langsung mematikan sambungan telepon.
Adel menghela nafas panjang, dia pun membayar semua nya setelah itu dia keluar mencari makan agar bisa memiliki tenaga yang kuat setelah sampai di rumah.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. Ternyata barang-barang sudah sampai. Adel meminta mereka membantu nya untuk mengangkat barang-barang kepada tempat nya.
Setelah semua nya selesai tidak lupa mengucapkan terimakasih dan membayar upah mereka.
Adel melihat semua nya sudah rapi dia tersenyum. "Sudah sangat cantik sekali." ucap Adel. "Walaupun Rumah ini tidak sebesar rumah Bunda dan Ayah, atau rumah mertua ku tapi tempat ini sudah sangat nyaman." ucap Adel.
"Aku harus masak sebelum Kak Alan pulang." dia segera masak agar Alan nanti bisa makan malam di rumah.
Setelah selesai masak dia mandi dan berdandan yang cantik. "Kalau yang aku lihat-lihat di film semua istri akan berdandan cantik agar suami nya semakin jatuh cinta dan juga betah." ucap Adel.
"Walaupun kak Alan membenci ku, aku akan berusaha membuat nya menyukai ku." ucap Adel.
Tidak beberapa lama akhirnya dia sudah cantik dan menunggu di ruang tamu kedatangan suami nya.
__ADS_1
Mendengar suara mobil berhenti di depan rumah membuat nya langsung keluar. Dia tersenyum melihat Alan keluar dari dalam mobil.
"Kakak sudah pulang? sini aku bantuin bawa tas nya." ucap Adel. Alan memerhatikan Adel.
"Kamu mau kemana berdandan seperti ini?" tanya Alan.
"Aku gak kemana-mana kak, aku baru saja selesai mandi." ucap Adel. Alan diam. Adel menyimpan semua nya ke tempat nya.
"Kakak mau makan dulu atau mau mandi?" tanya Adel.
"Saya sudah makan dari luar, saya mau mandi dan istirahat." ucap Alan.
Adel seketika langsung terdiam ketika Alan bilang dia makan di luar. "Kenapa kakak makan di luar? Biasa nya kakak makan di rumah, aku sudah masak banyak untuk Kakak." ucap Adel.
"Yang meminta kamu masak bukan lah saya, saya sudah melarang kamu Melakukan itu kepada saya karena tidak ada gunanya juga." ucap Alan.
"Jangan membuat saya semakin tidak suka kepada kamu, sebaiknya kamu urus diri kamu sendiri. Saya tidak suka kepada kamu!" ucap Alan.
Adel menghela nafas panjang. "Aku sudah istri kakak, apa-apa tentang kakak itu harus aku urus juga." ucap Adel.
"Kamu jangan keras kepala!" ucap Alan langsung pergi.
"Kamu mau kemana?" tanya Alan kepada Adel yang mengikuti nya.
"Aku mau menyiapkan baju untuk kakak." ucap Adel. Alan menggeleng kan kepala nya.
"Mulai dari sekarang kamu tidak perlu melakukan itu, saya tidak ingin kamu masuk ke kamar saya sembarangan!" ucap Alan.
Adel menghela nafas panjang. "Aku istri kakak, sedang kan pelayan saja bisa masuk ke kamar majikan nya sembarangan masa aku istri kakak tidak bisa?" ucap Adel.
"Pelayan berbeda, mereka masuk mau membersihkan kamar." ucap Alan.
"Kalau begitu aku akan menjadi pelayan agar aku bisa masuk." ucap Adel.
Alan menghela nafas panjang. Dia menatap Adel.
"Dari awal saya menganggap kamu hanya pelayan saya. Tapi saya rasa sebaiknya saya menyewa pelayan lain dari pada kamu. Saya tidak menyukai perempuan bodoh seperti kamu!" ucap Alan.
Adel seketika langsung terdiam.
__ADS_1
"Saya tidak akan pernah menganggap kamu sebagai istri saya, jadi jangan berharap lebih!" ucap Alan.