
"Kak pelan-pelan aku takut." ucap Adel karena tadi sangat laju sekali.
Alan tidak mendengar kan nya. Namun tidak beberapa lama ada seperti motor melintas membuat Alan berhenti mendadak.
"Auhh!!!" Adel kejedot.
"Kamu gak apa-apa?" tanya Alan membantu Adel Duduk dengan benar, dia sangat khawatir.
Adel menggeleng kan kepala nya. "Aku sudah bilang agar pelan-pelan, namun kakak tidak mau mendengar kan nya." ucap Adel.
Alan menganguk. "baiklah." ucap Alan. Mereka pun pulang dengan kecepatan yang biasa saja tidak selaju yang tadi.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah. Adel mau berbicara dengan Alan namun Alan sudah masuk ke dalam kamar nya.
Adel menghela nafas panjang.
"Seperti nya kak Alan marah kepada ku." batin Adel. Dia duduk di sofa sambil membuka sepatu nya.
"Seharusnya aku tidak mengikuti teman ku, aku bukan lagi Seperti mereka aku sudah memiliki suami. Lagian aku juga tidak ijin kepada suami ku sendiri." ucap Adel.
Adel menyesali apa yang sudah dia perbuat.
"Huff sudah lah menyesali nya juga sudah tidak ada guna, sebaiknya aku istirahat saja." ucap Adel.
Sampai di kamar dia memeriksa handphone nya ternyata sudah banyak panggilan tak terjawab dari Yoga.
Adel mengatakan dia baik-baik saja dan menonaktifkan handphone nya.
Di dalam kamar Alan dia berbaring di tempat tidur nya sambil memikirkan apa yang dia lakukan tadi.
"Itu bukan alan, aku yakin seseorang telah membuat ku jampi-jampi aneh." ucap Alan.
"Aku sangat cemburu melihat Adel bersama Yoga. Dan sekarang aku sangat marah ketika ada yang mencoba menyakiti dan mengganggu Adel. Sangat aneh menurut ku." ucap Alan.
"Aaarrggg... Aku rasa aku harus segera periksa ke dokter." ucap Alan.
Keesokan harinya mereka sudah siap-siap berangkat ke Rumah orang tua nya tepat jam sepuluh pagi.
Alan tidak mengatakan sepatah kata pun kepada Adel mulai dari pagi tadi. Adel bertanya dia hanya menjawab dengan sangat singkat sekali sehingga Adel tidak berani mengajak nya berbicara lagi.
"Tok!! Tok!! Tok!!" Alan mengetuk pintu Adel.
Adel mengeluarkan Kepala nya dari balik pintu.
"Ada apa kak?" tanya Adel.
__ADS_1
"Apa kamu masih lama?" tanya Alan.
"Tunggu sebentar kak, aku baru saja selesai mandi, perut ku sangat sakit sehingga aku sangat lama." ucap Adel sambil memegang perut nya.
Akan menghela nafas panjang.
"Saya memiliki janji dengan dokter jam Sepuluh lewat, cepat lah!" ucap Alan.
"Baiklah kak." ucap Adel. Sudah selesai Adel masuk ke dalam mobil Alan yang dari tadi sudah lelah menunggu dia.
"Maaf yah Kak aku sangat lama." ucap Adel. Alan diam dia segera meninggalkan rumah itu.
"Kalau boleh tau Kakak ngapain membuat janji dengan dokter? apa kakak sakit?" tanya Adel. Alan menganguk.
"Humm" jawab Alan.
"Kakak sakit apa? Kenapa aku tidak tau, kakak juga gak ngomong apa-apa sama ku " ucap Adel.
Alan diam. "Kakak ngomong dong, kakak sakit apa?' ucap Adel sangat khawatir sekali.
Alan melihat wajah Adel.
"Tidak terlalu serius hanya bagian dalam saja, kamu tidak perlu berlebihan seperti itu." ucap Alan. Adel menghela nafas panjang.
"Bagus deh kalau begitu." ucap Adel.
"Loh kamu mau kemana?" tanya Alan melihat Adel ikut keluar dari dalam mobil.
"Aku mau ikut nemenin kakak ke dalam. Emang nya kenapa?" tanya Adel. Alan menggeleng kan kepala nya.
"Kamu tunggu di dalam mobil saja, saya akan pergi sendiri tidak perlu di temani." ucap Alan membuka pintu dan memaksa Adel masuk.
"Tapi kak sebagai seorang istri aku harus menemani kakak agar aku tau penyakit nya apa." ucap Adel..
"Kamu tidak perlu tau." ucap Alan. Seketika Adel langsung diam dia masuk ke dalam mobil memasang wajah cemberut.
Dia menutup pintu. Alan melihat wajah Adel berubah jadi sedih ketika dia mengatakan itu.
"Tok!! Tok!! Tok!!" Ketukan di kaca jendela mobil. Adel menurunkan kaca.
"Kenapa lagi? Kenapa kakak tidak pergi saja? Aku tidak Perlu tau karena aku tidak pernah kakak anggap." ucap Adel menaikkan kaca mobil lagi.
Alan hanya bisa diam, dia pun pergi masuk ke dalam rumah sakit.
"Selamat pagi menjelang siang Pak Alan, sudah lama kita tidak berjumpa apa kabar?" tanya dokter.
__ADS_1
"Kurang baik Dok." ucap Alan. Dokter itu tersenyum.
"Kalau boleh tau apa yang sakit pak? Keluhan nya apa saja?" tanya dokter.
"Keluhan nya akhir-akhir jantung saya berdetak sangat cepat sekali dan juga membuat gugup, kepala saya tiba-tiba sakit sehingga saya ingin marah dan tiba-tiba kesal." ucap Alan.
Dokter terdiam sejenak sambil memikirkan gejala apa itu.
"Boleh minta obatnya dok? Saya akan memakan apapun obat nya asal kan saya bisa sembuh." ucap Alan.
"Tunggu dulu pak, Kalau boleh tau jantung bapak berdetak cepat sehingga tidak bisa bernafas dan gugup di saat sedang apa?" tanya Dokter.
Alan mengingat lagi ketika dekat dengan istri nya, dia merasa kan merinding, deg-degan dan juga gugup.
"Ketika bersama perempuan Dok." ucap Alan.
"Bersama perempuan? Apa jangan-jangan bapak marah karena perempuan juga?" tanya dokter. Alan menganguk.
Dokter itu senyum-senyum.
"Bapak seperti ini hanya saat bersama perempuan itu kan?" tanya dokter. Alan menganguk.
"Saya memang dokter spesialis namun saya juga bisa menjadi dokter cinta." ucap Dokter.
"Maksud nya!"
"Yang bapak alami itu adalah jatuh cinta. Bapak sudah jatuh cinta kepada perempuan yang membuat bapak seperti ini." ucap dokter.
"Tidak mungkin dokter, saya tidak menyukai dia. sebaiknya berikan saya obat tidur agar setiap malam saya bisa tidur." ucap Alan.
"Kami akan memberikan nya. Tapi ini hanya vitamin saja, bapak sehat-sehat saja tidak ada sakit apapun." ucap Dokter.
"Bagaimana bisa tidak ada dok? Saya bisa merasakan kalau saya tidak sehat sama sekali." ucap Alan.
Dokter memberikan obat, Alan memutuskan untuk keluar dari sana.
"Gejala jatuh cinta? mana mungkin aku suka sama Perempuan lain karena aku hanya mencintai mutiara seorang." ucap Alan.
Dia berjalan ke dalam mobil namun dia kaget melihat Adel sudah menangis menahan sakit perut nya.
"Adel! Ade! Kamu kenapa?" tanya Alan. Adel menatap Alan.
"Perut ku sangat sakit sekali." ucap Adel
"Kok bisa sih? Kamu makan apa an?" tanya Alan sangat khawatir melihat istrinya terus menerus merengkuk.
__ADS_1
"Sini saya lihat." ucap Alan. Alan sama sekali tidak tau kenapa akhirnya dia membawa keluar langsung ke rumah sakit agar bisa di periksa.
"Loh kok kembali lagi pak? Ada yang ketinggalan?" tanya Dokter tadi. dia kaget melihat Adel di Gendongan Ala