
Tak terasa pelajaran hari itu akhirnya selesai juga, Miranda segera berjalan keluar untuk memastikan apakah Jonathan benar-benar sudah datang kesana mengingat pria itu berjanji akan menjemputnya ke sekolah.
Hal itu Miranda lakukan secara diam-diam dari kedua sahabatnya, agar mereka tidak curiga kalau Sebenarnya Miranda sudah menikah dengan Om-Om.
"Baru selesai?" Tanya Jonathan dingin.
"Iya Om, maaf kalau lama."
"Kalau begitu masuk lah!" Titah Jonathan kemudian.
Perempuan itu pun menurut dan segera masuk ke dalam mobil. Miranda tidak sadar, kalau ternyata Marry dan Salsa kembali menangkap basah dirinya naik ke dalam mobil mewah itu lagi.
"Eh lihat deh, kok aku jadi penasaran ya sama yang punya mobil itu? Secara kan, gak mungkin lah tiba-tiba saja Miranda punya banyak uang. Kalau bukan karena_?"
"Hus, ngomong apaan sih Mar?" Salsa menghentikan Ucapan sahabatnya itu hingga harus menahan diri agar tidak lagi melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
"Ya maaf Sa, bukan apa-apa kok. Maksudku itu baik lo. Jangan sampai aja deh Miranda jadi pelayan para pria hidung belang itu di usianya yang masih belia," ucap Marry, meluruskan.
Salsa pun mengangguk dengan paham maksud ucapan Marry, karena harapannya juga sama untuk Miranda, "Semoga aja deh, dia enggak mengambil jalan pintas merusak diri hanya untuk membiayai sekolahnya!"
"Nah itu maksudku, Sa. Ya udah deh, ayo kita cabut aja!" Ajak Marry kemudian untuk menunggu jemputan juga.
****
Dari sudut berbeda, masih di dalam sebuah mobil yang tengah membantai jalanan, Miranda yang tidak tahu harus berbicara apa pada Jonathan pun memilih untuk melihat-lihat pemandangan ke arah daun jendela hingga terpantik dengan seorang anak kecil yang tengah makan es campur di tepi jalan.
Melihat itu kenapa dahaganya seakan kuat memanggil. Ia sangat ingin mencicipi minuman segar itu saat ini juga tapi Ia malu untuk mengatakannya pada Jonathan.
"Di warung Mpok Nur, Pak. Di gang sana!" Tunjuk bocah itu kearah yang di maksud.
Jonathan pun mengulurkan beberapa lembar uang recehan untuk di berikan kepada anak itu, "Buat jajan ya nak, semoga cukup buat orang tuamu!"
__ADS_1
"Makasih Om, semoga berkah selalu ya rezeki Om nya!" Ucap bocah itu sangat senang.
"Aamiin, insyaAllah ya nak!"
adegan langka itu membuat Miranda terenyuh menyaksikannya. Tak disangka oleh Miranda sebelumnya kalau Jonathan begitu baik pada orang lain.
"Om, boleh Miranda tanya sesuatu?' Tanya Miranda dengan suara lirih, bahkan suaranya hampir tidak terdengar oleh pria yang kembali mengemudi itu.
"Katakan saja, apa itu?" Timpal Jonathan kemudian.
"Em apa ya tadi? O ya dari mana Om tahu kalau Miranda menginginkan es campur itu tadi?" Akhirnya tercetus juga pertanyaan Miranda.
"Pengalaman," jawab Jonathan sangat singkat.
Miranda pun langsung menepuk menepuk jidatnya, sudah pasti kalau jawaban Jonathan sangat benar karena Ia sudah pernah menikah dengan Ibunda Bara sebelumnya.
__ADS_1
"Oh iya MaaF Om, Miranda Lupa!" Ucapnya sedikit tersipu.
Sesampainya di lokasi penjualan, Jonathan meminta Miranda agar tetap berdiam diri saja di dalam mobil, sebelum akhirnya Jonathan keluar dari mobil tersebut untuk memesan es campur yang di inginkan Miranda.