Calon Mertua Menjadi Suamiku

Calon Mertua Menjadi Suamiku
Bab 39 Pilihan Yang Tepat


__ADS_3

"Aku tahu, itu hal terbodoh yang pernah aku lakukan, Pa. Tapi Bara mohon tolong kembalikan Miranda lagi pada Bara, Pa. Karena Bara tak bisa hidup tanpa Miranda." Bara memohon dengan sangat sambil berlutut di depan Jonathan.


"Lebih baik kau kabulkan saja permintaan Bara, Jo," sambung Mamanya yang ternyata turut datang kerumah itu.


Jonathan yang tak mengerti apa maksud mereka hanya merespon dengan memijit pelipisnya karena perasaan yang tak bisa diungkapkannya lewat kata-kata.


"Jo, kasihan Bara. Akan lebih baik kamu menceraikan Miranda dan membiarkan Bara menikahinya. Kasihan anak mereka jika Ayah dan Ibunya tak bersama," sambung Mama Mutia lagi yang terus meyakinkan perkataannya agar Jonathan mau mendengarkan.


"Tidak semudah itu, Ma."


Usai menjawab, Jonathan memilih berlalu meninggalkan mereka untuk masuk ke kamar. Sedang Miranda sangat bingung mau berbuat apa. Jujur Ia jadi merasa berat bila Jonathan memilih untuk menceraikannya.


"Mir...!" Bara ingin mendekat dan memeluknya. Akan tetapi Miranda menghentikan gerakan Bara.


"Maaf, Bara. Aku rasa kamu tidak pantas melakukan ini sama aku sekarang!"

__ADS_1


Miranda memutar tubuhnya sambil menyeka air mata itu. Lalu menyusul Jonathan yang tengah berdiri di dekat jendela dengan perasaan tak menentu.


Jonathan memang menikahi Miranda demi anak itu. Tapi bukan berarti Ia mudah berbuat sesuka hati dengan mempermainkan pernikahan mereka dengan cara menceraikan Miranda.


"Om...!"


"Aku tidak akan memaksamu untuk mempertahankan pernikahan ini jika kamu ingin memilih pergi," tukas Jonathan tanpa mau menoleh sedikit pun.


Miranda menggeleng, jujur Ia juga tidak mau perpisahan itu sampai terjadi. Karena Ia juga sangat menghargai pernikahan mereka.


"Apa kau yakin dengan pilihanmu itu? Usia kita sangat jauh Miranda. Kau memang lebih pantas menjadi anakku ketimbang istriku!"


"Miranda tidak perduli, Om. Miranda sudah terlanjur kecewa dengan Bara. Jadi Miranda memutuskan untuk tidak mau lagi menjalin hubungan dengannya!"


Mendengar itu Jonathan memutar tubuhnya menghadap Miranda. Gadis itu kini berada dalam pelukan di dadanya. Miranda mendongak ke arah Jonathan yang juga tertunduk menatapnya.

__ADS_1


"Apa hanya itu alasanmu tidak mau kembali bersama Bara?" Jonathan bertanya lagi.


"Selain kecewa Miranda juga merasa lebih aman di dekat, Om. Jadi Miranda rasa keputusanku untuk tetap menjadi istri Om adalah yang terbaik."


"Kamu tidak akan menyesal dengan pilihan ini?"


Miranda menggeleng, Ia yakin Bara bukan lagi yang utama sekarang. Sebab perasaan cinta itu mulai memudar seiring kebersamaannya dengan Jonathan selama beberapa Minggu belakangan ini.


"Baiklah, jika itu pilihanmu. Maka jangan salahkan Om jika nantinya Om tidak akan lagi memberikan kesempatan kedua untuk kamu. Apa bila kamu berubah pikiran," pungkas Jonathan kemudian.


Miranda mengangguk yakin, Ia sudah pasrah benar tidaknya keputusan itu. Yang pasti Miranda sudah tidak mau kembali lagi bersama Bara gara-gara luka yang di torehkan oleh Bara padanya hingga membuat Jonathan menikahinya.


Miranda juga sudah tahu, kalau pernikahan adalah penyatuan suci. Jadi mana mungkin Miranda mau main kawi-n cerai seenak hati.


Lagian kedewasaan Jonathan mampu membuatnya merasa lebih tentram. Sedang Bara masih sangat labil dalam segala hal. Sama seperti dirinya. Jika mereka menikah pun tak akan menjamin keduanya akan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2