Calon Mertua Menjadi Suamiku

Calon Mertua Menjadi Suamiku
Bab 16 Bingung


__ADS_3

Usai berganti pakaian, Miranda langsung menyusul Jonathan ke meja makan. Seperti biasa, Jonathan sudah menyiapkan banyak hidangan untuk mereka yang entah datangnya dari mana. Sebab sejak datang kerumah itu Miranda tidak pernah melihat ada asisten rumah tangga yang bekerja disana.


"Wah, banyak sekali makanannya? Apa Om memasak tadi?" Tanya Miranda dengan bola mata berbinar.


"Tidak, tadi Om hanya memesan dua kotak delivery saja, tapi_?"


Ucapan Jonathan tertahan kala Bella datang dari dapur dengan membawa beberapa buah gelas dan ceret berisi air putih langsung menyahuti ucapannya begitu saja.


"Tante yang bawa Kok, O ya apakah kamu keponakan Om Jonathan?" Bella balik bertanya sembari menarik kursi di sebelah Jonathan lalu melayani Jonathan layaknya seorang istri.


"Keponakan?"


Miranda mengangkat sebelah alisnya sambil memperhatikan bagaimana cara perempuan di samping Jonathan itu memperlakukan pria yang kini menjadi suaminya dengan sangat bebas. Sedangkan Jonathan hanya diam saja karena mungkin bingung mau mengatakan apa. Atau Jonathan memang tidak ingin Bella tahu siapa dia sebenarnya karena Jonathan dan Bella ada hubungan spesial yang tidak Miranda ketahui.


"Lah, bukanya kamu manggil Jonathan dengan sebutan Om ya?" Bella mengembangkan senyum ke arah Miranda.


Jujur saja setiap kali melihat Bella ke rumah itu. Hati Miranda tidak nyaman dengan kedatangan perempuan itu.

__ADS_1


"I- iya Tante," bohong Miranda kemudian.


"Mau Ikannya Mas?" Tawar Bella lagi sangat perhatian.


"Udah, ini aja Bel. Bagaimana dengan kelanjutan masalahmu dengan Agung kemaren?"


Jonathan menyempatkan diri untuk bertanya di sela-sela kunyahannya tanpa memperdulikan Miranda yang sudah seperti obat nyamuk karena hanya bisa menyimak obrolan mereka di sana. Padahal kalau Bella tidak ada, biasakan Jonathan akan memperlakukan Miranda dengan penuh perhatian.


"Biasalah Jo, Mas Agung itu maunya bagian dia yang lebih banyak. Ya alasannya karena aku gak melahirkan anak buat dia. Tapikan bukan salah aku Jo, orang dianya yang mandul!" Jawab Bella dengan perasaan kesal dan kecewa.


Jonathan mengangguk paham, "Ya udah lah kalau begitu, kamu terima aja. Toh setelah bercerai Agung gak akan punya kewajiban lagi kan menafkahi kamu!" Jonathan hanya bisa memberi saran.


Tiba-tiba saja Bella menggenggam tangan kiri Jonathan yang tergeletak di atas meja. Sebagai seorang sahabat tentu saja Jonathan terkejut dengan aksi Bella. Jonathan jadi salah tingkah karena melihat Miranda jadi cemberut melihatnya.


"Eh, Bel. Tolong ambilin sup itu dong!"


Jonathan segera mencari alasan untuk menarik tangannya dari sentuhan Bella.

__ADS_1


"Yang mana Jo, sup ini?" Bella mengurai tangan dan hendak mengambilkan sup itu akan tetapi Jonathan yang sebenarnya tidak suka teepaksa harus mencari alasan lagi.


"Gak jadi deh Bel, aku gak suka ada selederinya, jadi biar lalapan ini aja."


"Oh ya udah!" Bella kembali melanjutkan makan siangnya, tapi kemudian Ia ingat sesuatu, "Oya Jo, kapan kamu mau mencari Istri lagi untuk menjadi Mamanya Bara? Masak kamu harus menduda terus sih Jo?"


Uhuk!


Uhuk!


Ucapan Bella membuat Jonathan jadi tersendat.


"Aduh, kamu kenapa Jo?"


Bella menyodorkan air minum di depannya begitu pula dengan Miranda yang sebenarnya hanya replek juga melakukan hal itu.


"Ini Om Minumnya!!"

__ADS_1


Jonathan yang melihat ada dua gelas dari dua perempuan di depannya jadi bingung mau memilih yang mana. Mana mungkin Ia memilih punya Bella mengingat Miranda siapa baginya. Sebaliknya juga begitu, Ia khawatir Bella tersinggung jika harus mengambil milik Miranda.


"Biar aku minum ini aja!" Ujar Jonathan kemudian yang segera meraih air minum di hadapannya dan meneguk air itu hingga hampir habis.


__ADS_2