Calon Mertua Menjadi Suamiku

Calon Mertua Menjadi Suamiku
Bab 23 Ceroboh


__ADS_3

Setelah kurang lebih sekitar satu jam bergelut di dapur, pekerjaan mereka selesai juga. Dengan telaten, Jonathan menyimpan hasil masakan itu lalu meminta Miranda segera mandi.


"Sudah setengah empat, ayo mandi sekarang!"


"Berdua Om?" Tanya Miranda sembari nyengir.


"Yakin mau berdua?" Jonathan menaikkan sebelah alisnya.


Miranda kembali nyengir, "Miranda duluan aja Om," sambungnya yang langsung berlari menuju ke kamar.


"Gak usah lari-lari, Mir. Ingat, kamu masih hamil!" Teriak Jonathan dari kejauhan.


Sungguh kepalanya sangat pusing harus mewanti-wanti setiap saat karena tingkah perempuan tengil dan menyebalkan itu membuatnya sangat khawatir .


Miranda segera menyingkap bajunya dan buru-buru mengguyur tubuh polos yang masih belum membentuk kesempurnaan sama sekali itu dengan wajah ceria.


"Aduh, Om Jonathan bener-bener bikin gemes deh. Ketimbang si Bara tu gak ada tanggung jawabnya sama sekali jadi cowok," celoteh Miranda seorang diri.


Tok!


Tok!


"Mir...!" Teriak Jonathan lagi dari luar.

__ADS_1


"Iya Om, tunggu sebentar."


"Jangan lama-lama, Om harus mandi juga soalnya Kamar di sebelah airnya mati!"


"Iya, iya, Miranda udah selesai kok!"


Wajah perempuan yang masih menyiratkan keluguan itu buru-buru menyelesaikan kegiatan lalu meraih handuk dari gantungan hingga melingkarkannya ke tubuh mungil itu asal-asalan.


"Udah Om...!" Tukas Miranda. Setelah membuka pintu. Dia tidak sadar kalau ujung handuk yang di pakainya tersangkut di gagang pintu.


Jonathan menyempatkan diri untuk memantik tubuh kecil di depannya itu dengan tatapan tak biasa.


"Ya sudah, minggir sana. Ngapain tetap berdiri di situ!" Protes Jonathan yang ingin buru-buru selesai.


"Iya Om...!"


"Aaa...!" Miranda berteriak histeris merasakan Ia tak lagi memakai apa-apa.


"Jangan pergi dulu Om," pintanya yang semakin menangkup tubuh Jonathan hingga merasakan sesuatu menempel di dadanya.


"Tutup matanya sekarang, Om. Miranda sedang tidak pakai apa-apa sekarang," mohon Miranda lagi.


Miranda merasakan malu yang teramat sangat sekarang, sedang Jonathan replek mengangkat kedua tangannya takut akan menyentuh kulit putih nan mulus milik Miranda sambil sedikit mengintip.

__ADS_1


"Aduh, kamu gimana si Mir? Masak pakai handuk aja ngawur sih?"


"Maaf Om, handuk Miranda nyangkut disana ternyata. Terus Miranda harus gimana ni, Om? Miranda kan malu kalau Om sampai lihat," ucapnya nampak bingung.


"Ya udah sana, kamu ambil handuknya lagi!"


"Gak mau, nanti Om Lihat tubuh Miranda lagi. Dibilangin malah nyuruh!"


"Enggak, Enggak, ni Om mejamin mata. Di jamin gak akan lihat!"


"Bohong, pasti Om mau cari kesempatan kan?"


Miranda tetap tak mau mengalah dan memeluk tubuh Jonathan sangat kuat.


Aduh, bener-bener ini bocah. Bisa bangun si gundul kalau begini caranya...


Jonathan jadi ikut bingung harus apa, terpaksa dia menggeser tubuhnya bersamaan dengan Miranda untuk mendekati pintu itu.


"Jangan liat punggung Miranda ya Om?"


"Iya, iya, bawel banget sih jadi orang!"


Jonathan berhasil mengambil handuk yang tersangkut itu lalu menyelimutkannya ke tubuh Miranda, "Lain kali hati-hati ya, atau Om akan mengigitmu nanti!" Seringai Jonathan sedikit mengancam sambil berlalu melewati Miranda dengan wajah memerah.

__ADS_1


Setelah pintu tertutup, perempuan itu menepuk jidatnya sendiri akibat kebodohannya. Tak pernah sekali pun Ia berbuat sekonyol itu selain pada Bara mantan kekasihnya saat kejadian na'as itu.


"Aduh, Miranda. Bisa-bisanya kamu melakukan itu tadi. Pasti Om Jonathan jadi ilfil kan sama kamu?"


__ADS_2