Calon Mertua Menjadi Suamiku

Calon Mertua Menjadi Suamiku
Bab 33 Emang Ganteng


__ADS_3

"Pergi dulu ah, siapa tahu Dayu udah siap ngasih jawaban sama aku!"


Bima segera melipir dari tempat itu lebih dulu. Karena Ia sudah tidak sabar untuk menggoda gadis yang sejak lama diincarnya itu. Jarang-jarang kan Dayu mencarinya seperti ini kalau bukan karena merindukan dirinya.


"Emang Dayu beneran nyariin Bima ya, Sal?" Tanya Marry yang merasa kalau hari itu mereka belum bertemu dengan anak dari kelas 12 B itu hari ini.


"Hahaha...." Tawa Salsa seketika pecah, "Bener kok, tapi bo'ong, wkkk..."


"Astaga Salsa!" Marry menepuk jidatnya sendiri. "Tega amat lo jadi orang. Yang ada tu anak kena gampar lagi."


"Biarin, salah siapa jahilin kita tadi?"


Kekocakan para sahabatnya itu membuat Miranda sangat terhibur. Rasanya sudah tak ada lagi yang perlu di khawatirkan soal rahasia kehamilannya itu. Karena baik Salsa, Marry mau pun Bima sangat pandai menjaga rahasia mereka sejak berpacaran dengan Bara dulu. Meski pun kadang kala takut juga. Sebab mereka suka sekali ceplas-ceplos dalam berbicara dengan yang lain.

__ADS_1


***


Siang harinya, Salsa dan Marry tak akan membiarkan Miranda menghindari mereka lagi. Keduanya ingin tahu seperti apa Ayah angkat dari Miranda itu.


Seperti biasa, Jonathan sudah Stay di tempat biasa dia menjemput Miranda. Gaya berpakaian Jonathan yang masih mudah, gagah dan sangat Cool membuat teman-teman Miranda terpukau melihatnya.


"Ya ampun, Mir. Beneran itu Ayah angkat lo sekarang? Kok cakep banget sih? Kalau model begini mah, jadi istrinya juga aku mau?" Celoteh Marry dengan tampang gemas dan terpesona.


"Iya Mir, ini sih Om-Om ganteng pujaan hati. Dia pasti sangat kaya ya, Mir? Jangan bilang kalau uang kemaren itu pemberian dari Om Jonathan buat kamu?" Imbuh Salsa juga sangat penasaran.


"Hati-hati ya, Mir. Jagain keponakan gue tu baik-baik. Awas aja kalau lo ngasal!" Teriak Marry tidak sadar.


Ssst!.

__ADS_1


Kali ini Salsa yang membungkam mulut Marry, karena situasinya masih belum bisa di katakan aman. Karena masih banyak anak-anak yang lain masih lalu lalang di sekitaran sana, "Jangan keras-keras dong, nanti kalau ada yang denger gimana?"


"Oh iya, ya ampun. Maaf Sa, aku kelepasan deh jadinya!"


Miranda sudah masuk ke dalam mobil. Tapi seperti biasa Jonathan harus selalu mengingatkan Miranda untuk memakai tali pengamannya. Tapi karena sedang malas bicara. Jonathan pun mendekatkan tubuhnya untuk menarik tali pengaman tersebut hingga membuat Miranda terperanjat.


"Om...!"


Miranda sesak nafas saat aroma harum tubuh pria itu hanya beberapa senti dari indra penciumannya.


"Jangan lupa pakai ini. Karena keselamatan adalah yang utama!" Pungkas Jonathan yang sudah kembali duduk dan menarik tuas mobil untuk melajukan mobilnya.


Entah di ketahui Jonathan atau tidak. Diam-diam Miranda kembali mengamati wajah pria yang sempat menduda lama tersebut. Dengan jarak yang begitu dekat. Miranda juga tak salah kalau beranggapan Jonathan itu sangat tampan. Bahkan lebih tampan di banding Bara yang slengean.

__ADS_1


"Apa yang kamu lihat?" Tanya Jonathan tanpa menoleh sedikit pun.


"Oh, gak ada Om. Cuma aku heran saja. Kenapa laki-laki seganteng Om, memilih menjadi duda selama ini?"


__ADS_2