
"Mau minum sesuatu, Mbak?" Tawar seorang perempuan yang tiba-tiba saja datang dengan membawa senampan jus yang sudah di kasih pecahan es batu.
"Boleh deh, biar otak saya cepat dingin disini. Soalnya gerah dari tadi!"
Miranda mengambil salah satu Jus itu dari nampan dan membiarkan perempuan itu pergi untuk membagikannya pada yang lain. Terutama untuk Jonathan dan artis itu.
"Ya udah, kamu ingat-ingat aja gerakan yang saya ajarkan tadi Ya Jes, begitu pula dengan naskahnya!" Ucap Jonathan lagi. Yang berusaha memberi pengertian agar artis viral itu bisa memahami.
"Iya Pak!"
Usai memberi arahan, Jonathan memutuskan untuk menghampiri Miranda yang tertegun di tempat duduk.
"Bosen ya?"
"Dikit, Om!" Dalam hati Miranda sebenarnya bukan itu. Tapi kesal aja melihat Jonathan terlalu dekat dengan perempuan seksi disana.
"Ya udah kamu shooping aja sekarang, beli pakaian apa saja yang kamu mau, kan mallnya deket sini?"
"Gak mau, Om. Tempatnya kan emang deket tapi jauh kalau jalan kaki!"
Pletuk!
Jonathan memukul gemas kepala Miranda dengan sebuah copyaan naskah di tangannya.
__ADS_1
"Aduh, kok kepala Miranda di pukul sih, Om?" Protes Miranda sambil mengusap-usap keningnya dengan bibir mengerucut ke depan.
"Emang siapa yang nyuruh kamu jalan kaki, ha?" Timpal Jonathan dengan senyum terkembang. Lalu memanggil sekertarisnya Bianca.
"Bi, kesini!"
"Iya Pak, " Jawab perempuan itu seraya mendekat.
"Aku punya tugas untukmu, cepat kamu antar Miranda ke mall dan bantu dia memilih beberapa pakaian dan barang kesukaanya. Nanti aku kasih tips. O ya jangan lupa juga ajak Pak Imran untuk menyopir!"
"Oh oke, siap Pak!"
Idih, Om Jo maksa banget sih mau aku pergi dari sini. Pasti dia mau bebaskan pegang-pegang artis itu?...
"Ayo Mbak!" Ajak Bianca pada Miranda.
"Di dalamnya ada uang lima puluh juta. Kamu boleh membeli apa pun yang kamu mau di sana!"
"Iya Om, makasih!" Jawab Miranda. Tanpa melepas bibirnya yang mengerucut kedepan.
Miranda pun bangkit dan pergi dari sana diikuti oleh Bianca.
***
__ADS_1
Kini Miranda dan Bianca sudah sampai ke mall dan masuk kepusat perbelanjaan bagian pakaian.
"Mau cari apa dulu, Mbak?" Tanya Bianca dengan ramah.
"Baju Mbak, aku mau ganti sekarang. Gak enak banget pakek seragam sekolah!"
"Oh, kalau gitu mari ikut saya kebagian dimana pakaiannya bagus-bagus buat seusia kamu?"
Miranda menurut dan mengikuti kemana Bianca membawanya. Sesaat Miranda jadi menatap dengan aneh. Kalau ternyata di tempat itu memang banyak pakaian yang lucu-lucu untuk anak remaja sepertinya.
"Aduh, kok aku gak srek ya Mbak. Kalau gaun yang bagus tempatnya ada dimana?" Miranda merasa kalau dirinya sudah dewasa sekarang. Jadi dia harus bisa menyesuaikan penampilan sebagai seorang istri yang ingin memanjakan suami.
"Oh, gaun? Ayo Mbak ikut saya!" Bianca mengarahkan lagi ketempat lain dan memperlihatkan banyaknya gaun dan dress cantik tergantung disana.
"Wah, bajunya bagus-bagus ya Mbak!"
"Iya Mbak, tempat ini sudah menjadi langganan para artis lo!"
"Oya? Jadi gak sabar mau milih?"
Miranda pun bergegas memilih gaun yang cocok untuknya. Ia juga mengambil beberapa potong dress yang di cobanya lebih dulu lalu meminta pendapat Bianca atas pilihannya.
"Wah, kenapa semua pakaian ini jadi terlihat elegant ya di tubuh Mbak Miranda!" Bianca tak percaya melihatnya.
__ADS_1
"Syukur deh, ya udah ini aja kita bayar dulu!"
Miranda tak lagi melepas dress yang terakhir. Karena itu yang dia mau saat ini.