
Terpaksanya Miranda membayar lagi total biaya yang di keluarkan. Lalu buru-buru meninggalkan tempat itu.
"Mbak, biar aku yang bawa!" Teriak Bianca yang jadi keteteran untuk mengejar Miranda.
"Udah gak papa biar aku sendiri aja!"
"Gak mau beli yang lain, Mbak. Misal tas atau apa gitu?" Tawar Bianca lagi sembari mengimbangi langkah kaki Miranda yang sangat cepat.
"Gak ah, udah ini aja!" Miranda tidak tenang sebenarnya karena takut Jonathan marah nanti karena sudah menghabiskan banyak uang.
Di dalam mobil pun Miranda tidak berkata sepatah kata pun karena perasaannya benar-benar sangat gelisah.
Sesampainya di kantor, Miranda langsung menuju kemana Jonathan terakhir di tinggalkannya. Begitu pula Bianca yang terus mengekor.
__ADS_1
Awalnya Miranda malas melihat artis model yang jadi brand Ambassador di kantor suaminya itu. Akan tetapi setelah melihat kondisi ruangan yang sedang di kemas, Miranda sedikit lega.
"Pak, Om Jo kemana?" Tanya Miranda pada salah seorang pria yang tengah mengutak-atik kameranya.
"Lagi di ruangan Mbak, bersama Pak Nicho dan Mbak Jessika!"
Kening Miranda mengkerut bingung mendengar nama seorang perempuan, "Jessika? Siapa dia?"
"Oh, yang jadi bintang iklan tadi lo Mbak," jawab laki-laki itu tadi.
Rupanya mereka memang sedang asyik membincangkan sesuatu. Sedang tampang Jessikan nampak sedikit mencari perhatian dengan menopangkan kepalanya dengan sebelah tangan kemeja sambil terus memandangi Jonathan tanpa beralih sedikit pun.
"Suka deh kerja ma Pak Jo, denger-denger Pak Jo masih duda ya?" Tanya Jessika yang malah mengalihkan topik pembicaraan Jonathan tadi.
__ADS_1
Ih, dasar cewek centil. Belum tahu aja kalau aku sudah marah kayak apa. Caper banget jadi cewek...
Kesal Miranda dengan nafas naik turun. Sesaat Ia berpikir bagaimana caranya agar si Jessika itu tahu diri ketika dekat dengan Jonathan. Supaya perempuan itu bisa melihat kalau Jonathan sudah punya istri lagi sekarang.
"Om Jo...!" Teriak Miranda yang memulai dramanya. Tanpa malu istri kecil Jo itu langsung duduk di pangkuan Jonathan yang sempat terkejut di buatnya.
"Hey, kamu udah pulang? Apa shoopingmu seru?" Tanya Jonathan. Replek pria dewasa itu membelai kepala Miranda. Tak lama Nicho kembali membawa dua cangkir kopi panas dan sepiring makanan ringan.
"Ini siapa Pak? Ponakan ya?" Jessika menjadi sangat penasaran akan kedekatan keduanya.
Miranda sengaja mencebikkan bibir menatap Jessika, "Oh... Iya Tante. Saya kesini lagi, karena di suruh istrinya Om Jo mengantar pesan. Agar Om Jo cepet pulang. Soalnya kan di luar banyak lakor pada jelatatan, jadi Istri Om Jo ini laji antisipasi, maklum lah lakor itu datang saat ada kesempatan," timpal Miranda, sambil menatap Jessika dengan sinis.
Nicho yang mendengar ucapan konyol perempuan tengil itu sampai terpingkal-pingkal mendengarnya. Jujur saja Ia juga baru tahu kalau Jonathan sudah menikah lagi saat diminta menjemput Miranda di sekolah siang tadi.
__ADS_1
"Oya? Jadi kabar Pak Jo yang duda itu benar adanya ya? Tapi sekarang sudah menikah lagi? Emang secantik apa ya istri Pak Jo itu. Kok aku jadi penasaran. Soalnya aku juga pernah denger dari seseorang kalau Pak Jo ini susah Move on buat buka hati lagi sama perempuan lain sejak istri pertamanya itu meninggal? Benar begitu Pak?"
Jessika malah memberi pertanyaan susulan yang membuat Miranda bingung menjawabnya. Sebab Jonathan mau menikah lagi kan waktu itu karena terpaksa semata.