Calon Mertua Menjadi Suamiku

Calon Mertua Menjadi Suamiku
Bab 19 Rahasia


__ADS_3

"Jangan Mir...!" Teriak Pak Rudi yang tiba-tiba menghentikan pergerakan Miranda hingga membuat semua siswa yang ada di sana tercengang.


"Ada apa Pak?" Miranda menatap dengan raut muka bingung.


"Gak papa, kamu lagi sakit juga ya ternyata? Kalau begitu biar Lisa yang gantiin!"


Pak Rudi pun mempersilakan anak didiknya yang lain untuk segera masuk kelapangan. Meski bingung dengan situasi itu Miranda pun terpaksa keluar dari lapangan.


"Sakit apa dia?" Bisik Salsa pada Marry.


Temannya itu hanya menggidikkan kedua bahu karena sama-sama tak mengerti, "Nanti kita tanya aja deh ke orangnya," timpal Marry kemudian.


Pak Rudi yang ternyata sudah mendapat pengertian dari Jonathan pun memantik tatapan kelu ke arah Miranda. Perempuan itu nampak menyeka keringatnya dengan tenang seolah tanpa beban sedikit pun.


Ya Allah, jadi Miranda sudah menikah sekarang? Semoga saja kehamilannya ini tidak di ketahui oleh anak-anak yang lain...


Pak Rudi pun segera kembali keruangan untuk menemui Jonathan yang telah menunggunya.


"Bagaimana Pak, apa dia baik-baik saja?"

__ADS_1


Jonathan masih belum tenang sampai mengetahui kondisi Miranda sebenarnya.


"Alhamdulilah Pak, tapi boleh kah saya tahu apakah alasan Bapak sampai menikahi Miranda? Bukan apa-apa Pak. Tapi Miranda adalah salah satu anak yang berprestasi dan terkenal dengan keperibadian yang baik?" Tanya Pak Rudi ingin tahu.


"Ada hal yang membuat saya melakukan itu, Pak. Tapi yang pasti ini bukanlah kesalahan saya atau pun Miranda," jawab Jonathan tanpa mau bercerita.


Pak Rudi mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti, sudah pasti itu bersifat privasi hingga Jonathan tidak bisa menceritakannya.


"Baik Pak, saya akan mencoba melindungi Miranda selama dia ada di sekolah ini!"


"Terima kasih atas kebaikannya Pak, kalau begitu saya permisi!"


"Berapa sisa bayaran yang harus di lakukan oleh Miranda, Bu?" Tanya Pak Jonathan. Usai keduanya bertegur sapa.


Bu Susan pun memberitahukan rincian dari biaya yang belum di lunasi oleh Miranda.


Setelah menghitung jumlahnya, Jonathan kembali berpamitan dan hal itu rupanya di lihat oleh Miranda.


"Om Jonathan...!" Panggilnya sambil berlari mendekat. Tapi belum sampai ke arah Jonathan gadis belia itu malah merintih sakit perut.

__ADS_1


"Aduh, perut Miranda kenapa ni?"


"Mir, ada apa?" Jonathan mengalah untuk menghampiri lebih dulu.


"Gak tahu Om, perut Miranda tiba-tiba sakit banget. Miranda udah gak kuat Om!" Keluhnya sambil terus memegangi perut.


"Ya udah, kita ambil tas kamu sebentar ya. Habis itu kerumah sakit!"


Jonathan segera menuntun Miranda masuk ke dalam kelas dan hal itu sempat menjadi perhatian teman-teman yang lain.


"Miranda, kenapa Om?" Tanya Bima yang sudah selesai mengakhiri pertandingan basket dengan kekalahan telak. Bima adalah sahabat Bara. Jadi dia tahu betul kalau Jonathan adalah bokap sahabatnya.


"Kamu tahu apa yang sudah Om katakan kemaren kan?" bisik Jonathan pada Bima.


"Iya Om, semuanya akan aman pada Bima," jawab pemuda seumuran Bara itu.


"Bagus, belajar yang tekun ya. Om senang kamu bisa di percaya!"


Jonathan menepuk-nepuk bahu Bima yang kemaren sempat di mintai tolong olehnya agar tidak ada yang tahu kalau dia adalah orang tua Bara.

__ADS_1


Biasanya Jonathan enggan menghadiri acara apa pun yang bersangkutan dengan Bara. Tapi hanya karena mengantar jemput Miranda lah, Ia sudi menginjakkan kaki di sekolahan itu.


__ADS_2